Analisis Kualitas Produk Ikan Teri Nasi dengan Metode Statistical Process Control (SPC) di PT Marinal Indoprima
PT Marinal Indoprima merupakan perusahaan pengolahan ikan teri nasi kering yang memproduksi untuk kebutuhan ekspor dan pasar lokal. Selama proses produksi, masih sering dijumpai produk cacat seperti ikan teri nasi hancur, kekuningan, serta kadar garam berlebih, yang berdampak pada penurunan kualitas dan perbedaan nilai jual di pasar. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengendalian kualitas yang lebih optimal agar kerugian akibat produk cacat dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis cacat dominan dan tidak dominan, menentukan apakah proses produksi berada dalam batas kendali statistik, dan mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya cacat produk serta menentukan usulan perbaikan kualitas agar dapat meminimalisir jumlah cacat pada proses produksi ikan teri nasi. Metode Statistical Process Control (SPC) digunakan melalui diagram Pareto, peta kendali (P-Chart), dan diagram sebab-akibat (fishbone diagram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat dominan adalah teri nasi hancur dengan proporsi tertinggi, diikuti cacat kekuningan dan garam berlebih. Beberapa titik penyimpangan ditemukan di luar batas kendali, mengindikasikan variasi khusus (special cause variation). Faktor penyebab utama meliputi bahan baku, metode produksi, tenaga kerja, mesin, lingkungan, pengukuran serta biaya. Oleh karena itu, perlu diterapkan perbaikan berkelanjutan melalui pelatihan tenaga kerja, pengawasan proses, perawatan mesin, serta pengendalian kualitas bahan baku, agar dapat meminimalkan cacat produksi dan kerugian perusahaan.