Analisis Kelayakan Investasi Perluasan Wilayah Pertambangan PT Allied Indo Coal Jaya di Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
PT Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan tambang batu bara yang berlokasi di Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun 2024, perusahaan melakukan ekspansi wilayah tambang seluas 248,3 Ha tanpa kajian kelayakan finansial yang komprehensif. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi dalam proyek penambangan ini dengan menghitung nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period (PP) menggunakan metode kuantitatif berdasarkan data sekunder. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa proyek ini layak secara finansial dengan NPV positif sebesar Rp 665.789.885.565, IRR sebesar 19%, dan PP selama 4 tahun, yang menunjukkan bahwa investasi dapat kembali dalam waktu yang relatif cepat. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa harga jual dan biaya produksi memiliki pengaruh signifikan terhadap kelayakan investasi proyek ini. Kenaikan harga jual sebesar 5% hingga 15% meningkatkan NPV dari Rp 804.059.969.379 hingga Rp 1.093.952.883.152, IRR dari 23,71% hingga 31,27%, serta memperpendek PP dari 3,59 tahun menjadi 2,93 tahun. Sebaliknya, penurunan harga jual sebesar 5% hingga 15% menurunkan NPV hingga Rp 224.274.141.832, IRR turun hingga 6,33%, dan PP meningkat menjadi 6,64 tahun. Sementara itu, peningkatan biaya produksi sebesar 5% hingga 15% menyebabkan penurunan NPV dari Rp 520.686.817.547 menjadi Rp 243.833.427.658, IRR turun dari 15,76% menjadi 7,00%, dan PP semakin panjang dari 4,87 tahun hingga 6,46 tahun. Sebaliknya, penurunan biaya produksi sebesar 5% hingga 15% meningkatkan NPV dari Rp 797.540.207.437 menjadi Rp 1.074.393.597.326, meningkatkan IRR dari 23,54% hingga 30,78%, serta memperpendek PP dari 3,73 tahun menjadi 3,03 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek ekspansi tambang ini layak secara finansial, namun sangat sensitif terhadap fluktuasi harga jual dan biaya produksi