Analisis Pengaruh Geometri Peledakan terhadap Fly Rock di PT. Koto Alam Sejahtera
PT. Koto Alam Sejahtera dalam melakukan operasi peledakan, pelaksanaannya saat ini geometri yang di tetapkan oleh perusahaan adalah burden 2 meter, spasi 2 meter, kedalaman lubang 6 meter, diameter lubang 3 inc, isian bahan peledak 4 meter, dan stemming 2 meter, dengan standar lemparan fly rock 300 meter untuk manusia dan 500 meter untuk alat, tetapi kenyataan di lapangan adalah lemparan terjauh nya melebihi batas aman, sehingga hasil lemparan hampir mengenai alat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh geometri peledakan saat ini di PT. Koto Alam Sejahtera terhadap proses terjadinya fly rock. Menganalisis penyebab terjadinya fly rock di PT. Koto Alam Sejahtera. Menganalisis geometri ideal agar memenuhi batas aman yang di tentukan. Faktor penyebab terjadinya fly rock di PT. Koto Alam Sejahtera yaitu face burst, penyebab dari terjadinya face burst adalah jarak burden awal terlalu dekat dengan free face, sehingga menyebabkan terjadinya fly rock. Berdasarkan geometri usulan radius aman fly rock yaitu burden awal 1,5 m, burden 1,5 m, spacing 2 m, stemming 2 m, kedalaman lubang ledak 6 m, isian per lubang 4 m, dan diameter lubang 3 inch. Sesuai dengan kepmen ESDM nomor 1287 K/30/MEM/ 2018 tentang kaidah Teknik pertambangan yang baik, yaitu radius aman untuk alat 300 m dan radius aman untuk manusia 500 m, maka dari data geometri peledakan aktual di PT. Koto Alam Sejahtera belum dinyatakan aman. Dimana cara untuk menentukan jarak aman fly rock yaitu dua kali dari lemparan terjauh.