Analisis Geometri Jalan Tambang pada Penambangan Batubara Pit Central Timur di PT. Allied Indo Coal Jaya Parambahan Desa Batu Tanjung Kec. Talawi Kota Sawahlunto
Jalan tambang perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menunjang kinerja peralatan mekanis. Pada jalan tambang sering dijumpai kerusakankerusakan di badan jalan seperti jalan berlubang, permukaan jalan tidak mulus. Hal ini biasanya disebabkan oleh kondisi geometri jalan dan daya dukung tanah pada jalan tambang yang belum memenuhi standar. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan geometri jalan ideal pada jalan angkut tambang dari front penambangan menuju area disposal di PT. Allied indo coal jaya. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang geometri jalan diantaranya: mengamati jalan lurus, lebar pada tikungan, grade dan superelavasi untuk semua segmen jalan lurus diambil 5, pada segmen 1 sebesar 3,80 m, segmen 3 sebesar 8,0 m, sgmen 4 sebesar 7,40 dan segmen 5 sebesar 6,80 m. Lebar jalan tikungan terbagi dua tikungan untuk segmen 1 sebesar 9,60 m, dan segmen 2 sebesar 10,20 m. Grede pada segmen 1 sebesar 10° atau setara dengan 2,7% dan 9° setara dengan 2,5 %. Superlavasi pada segmen 1 sebesar 10,82mm/m, segmen 2 sbesar 10,28 mm/m, dan segmen 3 sebesar 11,05mm/m. Lebar jalan angkut secara teori lebar jalan angkut untuk dua jalur mengunakan dump truck hino fm 260 ti dj pada jalan lurus adalah 8,750 m, dengan lebar actual di lapangan segmen 1 sebesar 3,80 m, segmen 3 sebesar 8,0m, segmen 4 sebesar 7,40 dan segmen 5 sebesar 6,80. Lebar jalan tikungan terbagi dua tikungan untuk pengukuran, jalan minimum ideal menurut teori dan hasil analisa data didapatkan lebar jalan tikungan sebesar 13,596 m, sedangkan lebar actual jalan pada tikungan dilapangan sebesar 9,60 m, sampai 10,20 m. kemiringan jalan/grade pada jalan angkut ada 2 kemiringan jalan/ grade berdasarkan teori AASTHO <8% dan ideal dilapangan terdapat kemiringan jalan/ grade sebesar 10° atau setara dengan 2,7% dan 9° setara dengan 2,5%. Nilai 2,7% dan 2,5% masih dalam kondisi aman yaitu dibawah 8%. Superelavasi yang ada dilapangan dengan memperhitungan kecepatan kendaraan 40 km/jam didapatkan hasil actual dilapangan pada segmen 1 sebesar 10,82 mm/m, segmen 2 sebesar 10,28 mm/m dan segmen 3 sebesar 11,05 mm/m agar diketahui jari-jari tikungan dilapangan dari 3 segmen pada superelavasi perlu dilakukan penimbunan kembali agar jalan pada tikungan terdapat superelavasi yang baik yaitu 20 mm/m-40 mm/m.