Identifikasi Mikroplastik pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Studi Kasus di Kecamatan Pauh Padang
Peningkatan penggunaan plastik menyebabkan timbulnya mikroplastik yang kini ditemukan hampir di seluruh lingkungan, termasuk air minum. Mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm, berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika terakumulasi dalam tubuh. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah adanya dugaan kontaminasi mikroplastik pada air depot isi ulang dan air rumah warga di Kecamatan Pauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelimpahan serta karakteristik fisik mikroplastik yang terdapat dalam kedua sumber air tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling. Sampel diambil dari empat titik depot air minum isi ulang dan empat titik rumah warga. Analisis dilakukan dengan menghitung jumlah partikel mikroplastik per liter air, serta mengidentifikasi bentuk, warna, dan ukuran partikel menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik berkisar antara 3–10,5 partikel per liter. Mikroplastik yang paling banyak ditemukan berbentuk serat (fiber) dan fragmen dengan warna merah, biru, dan transparan. Ukuran partikel yang dominan berada pada kisaran 0,3–1,8 mm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa air depot isi ulang dan air rumah warga di Kecamatan Pauh telah terkontaminasi mikroplastik, sehingga perlu dilakukan pengawasan dan pengelolaan lebih lanjut terhadap kualitas air minum.