Upaya Pengurangan Durasi Slippery Jalan Angkut Overburden dan Perancangan Desain Geometri Jalan di PT. Bintang Sukses Energi, Provinsi Sumatera Selatan
Salah satu kendala dalam pekerjaan tambang terbuka adalah adanya hambatan akibat jalan licin yang disebabkan oleh faktor alam seperti hujan. Keadaan jalan yang licin atau slippery, dapat membahayakan alat angkut yang melintas sehingga kegiatan operasional harus diberhentikan sementara hingga kondisi menjadi aman. Hujan merupakan faktor alam yang tidak dapat dihindari dan menjadi salah satu kendala utama dalam operasi tambang terbuka. Aktual jalan angkut overburden di PT. Bintang sukses energi, produktivitas alat bulldozer dan motor grader dalam melakukan kegiatan penaganan slippery, desain geometri jalan yang harusnya digunakan untuk mengurangi waktu slippery pada PT. Bintang sukses energi. Waktu yang dibutuhkan untuk memulai Kembali operasi setelah hujan dikenal sebagai durasi slippery, yang bergantung pada jenis material jalan yang mudah lembek atau berubah menjadi lumpur Ketika terpapar air hujan. Data primer yang digunakan yaitu kondisi aktual jalan, durasi slippery aktual dan perhitungan produktivitas alat mekanis. Data sekunder yang digunakan yaitu spesifikasi alat, peta kontur. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, kondisi jalan sebenarnya adalah 37,86 bcm/jam untuk satu alat per jam, dan durasi slippery sebelum kajian adalah 4,29 jam. Hasil perhitungan produktivitas motor grader, luas area yang dapat dikerjakan oleh motor grader tipe sem 922 AWD dalam satu jam adalah 19.754 m2. Hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa produktivitas bulldozer sem 822D adalah 479,98 m3 per jam karena dampaknya terhadap tanah licin. Sebelum penelitian, diperkirakan waktu sliding 4,29 jam dan waktu perbaikan geometri 2,3 jam. Dengan menggunakan software minescape, desain geometri yang ideal adalah crosslope ideal adalah 0,3 m untuk lebar jalan 20 m, dan superelevasi yang ideal adalah 0,191 untuk lebar jalan 20 m.