Studi Perbandingan Penggunaan Tawas ((Al2) (SO4)3) dan Kapur Padam (CaO) pada Pengolahan Air Asam Tambang dengan Metode Titrasi di CV. Tahiti Coal
Pengelolaan air asam tambang dapat dilakukan dengan pengolahan aktif dan pengolahan pasif. Pengelolaan air asam tambang di CV. Tahiti Coal dilakukan dengan sistem dewatering dan metode aktif yaitu dengan pengapuran. Pengelolaan air asam tambang dengan metode aktif dapat juga dilakukan dengan menggunakan tawas dan kapur padam. Tujuan penelitian ini adalah Mengidentifikasi kondisi air asam tambang CV.Tahiti Coal sebelum dilakukan pengolahan/penetralan dan menganalisis perbandingan penggunaan tawas dan kapur padam pada penetralan air asam tambang. Proses netralisasi dilakukan dalam skala laboratorium dengan menggunakan metode titrasi dengan penambahan koagulan tawas dengan dosis 0,010 g/l, 0,015 g/l dan 0,020 g/l dan penambahan koagulan kapur padam dengan dosis 0,005 g/l, 0,010 g/l dan 0,015 g/l. Dari hasil penelitian ini tawas tidak berpengaruh besar terhadap perubahan sedangkan kapur padam dapat meningkatkan nilai pH dan menurunkan kandungan Mn.