Analisis Pengaruh Mutasi Jabatan Terhadap Motivasi Kerja dan Kinerja: Studi Kasus Terhadap Karyawan Bidang Kredit Bank Nagari Cabang Lubuk Alung
Salah satu kebijakan manajemen sumber daya manusia yang sering diterapkan dalam rangka pengembangan dan penyesuaian kebutuhan organisasi adalah mutasi jabatan. Mutasi jabatan dapat meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan, dan memberikan tantangan baru bagi karyawan. Di sisi lain, mutasi yang dilakukan tanpa mempertimbangkan kompetensi, minat, dan kesiapan karyawan berpotensi menurunkan motivasi kerja. Motivasi kerja yang menurun dapat berdampak pada penurunan kinerja, terutama pada unit kerja yang memiliki target dan tekanan tinggi seperti bidang kredit. Bank Nagari Cabang Lubuk Alung memiliki karyawan bidang kredit berjumlah 30 orang. Di lingkungan Bank Nagari Cabang Lubuk Alung, khususnya pada bagian kredit, mutasi jabatan menjadi hal yang jarang dilakukan dalam rangka penyegaran dan pengembangan kemampuan karyawan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey. Adapun desain dari metode survey ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dari penelitian ini berjumlah 30 orang. Menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan (1) Mutasi jabatan memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi karyawan (p<0,05) dengan nilai R square sebesar 0,658. Ini berarti 65,8 % variasi mutasi jabatan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan. (2) Mutasi jabatan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (p<0,05) dengan nilai R square sebesar 0,678. Ini berarti 67,8 % variasi mutasi jabatan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Disarankan mutasi jabatan sebaiknya dilakukan setiap 5 tahun agar meningkatkan semangat kerja dan berdampak positif terahdap Bank.