Sebaran Intrusi Air Laut di Kelurahan Bungo Pasang Kota Padang
Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus ibu kota dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia dari Samudra Hindia. Padang memiliki wilayah seluas 694,96 km² dengan kondisi geografi berbatasan dengan laut dan dikelilingi perbukitan dengan ketinggian mencapai 1.853 mdpl. Intrusi air laut adalah masuk atau menyusupnya air laut kedalam pori-pori batuan dan mencemari air tanah yang terkandung didalamnya. Proses masuknya air laut mengganti air tawar disebut sebagai intrusi air laut. Indikator yang digunakan untuk mengetahui terjadinya intrusi air laut diantaranya peningkatan nilai daya hantar listrik (DHL) dan kadar salinitas air. Tujan dari penelitian ini yaitu Mengidentifikasi nilai daya hantar listrik dan kadar salinitas air, di sumur gali di kawasan pesisir Kelurahan Bungo Pasang . Air tanah yang diambil pada penelitian ini adalah air tanah pada 37 (tiga puluh tujuh) air sumur masyarakat. Setelah data pengukuran sampel air tanah terkumpul, maka data tersebut diinput dan dianalisis dengan menggunakan Ms. Excel. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, hasil pengukuran dari 37 sumur masyarakat untuk ketiga parameter didapatkan hasil yang bervariasi. Umumnya air sumur yang telah diuji tidak terdeteksi asin. Sejauh ini dalam penggunaan air sumur masyarakat belum mendapat keluhan yang signifikan terhadap kualitas airnya. Daya hantar listrik tertinggi terdapat pada sumur 27 yaitu 14.659 µs/cm dan terendah terletak pada sumur 20 yaitu 473 µs/cm sedangkan nilai salinitas tertinggi terdapat pada sumur titik 37 yaitu 2864 ppm dan terendah terletak pada sumur 12 yaitu 797 ppm. Salinitas dan Daya Hantar Listrik yang terdeteksi masih dalam katagori tawar-payau. Diperlukan pengujian dalam jangka waktu minimal 6 bulan sekali agar mendapatkan data yang lebih kompleks sehingga intrusi air laut dapat teridentifikasi lebih akurat.