Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

None

427 karya publik ditemukan.

2026: 1202025: 22024: 62023: 12022: 162021: 962020: 732019: 102018: 32017: 232016: 77

Efektivitas Pengurangan Kebisingan oleh Tanaman di SMK-SMTI Padang

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengurangan kebisingan oleh tanaman di SMK SMTI Padang. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur tingkat kebisingan berdasarkan volume kendaraan lalu lintas dan mengukur volume kerimbunan daun. Tingkat kebisingan selama pengukuran adalah 55,6 s.d. 92,8 dBA, melampaui baku mutu kebisignan kawasan pendidikan, 55 dBA berdasarkan Kepmen-LH No. 48 Tahun 1996. Total volume kerimbunan daun di SMK SMTI Padang sebesar 2355m3 dengan jenis tanaman Glodokan Tiang (Polyalthia longifolia) bisa mereduksi kebisingan sebesar 6,64 – 8,52 dBA. Efektivitas tanaman Glodokan Tiang sebagai peredam kebisingan tergolong cukup rendah sebesar 8,08 – 10,00 %. Hal ini disebabkan karena tanaman pada area ini tidak di tanam secara rapat. SMK SMTI Padang perlu mempertimbangkan penempatan ruangan yang bersifat privat dan publik untuk mengurangi dampak dari kebisingan yang disebabkan oleh aktivitas kendaraan lalu lintas.

Kajian Crown Subsidence dan Horizontal Displacement pada Lubang BMK 14 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. Bara Mitra Kencana, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tambang bawah tanah memerlukan pemantauan terhadap kestabilan batuan di sekitar terowongan, karena batuan yang dibongkar akan mengalami perubahan terhadap kekuatan dan bentuk batuan itu sendiri. Kestabilan pada terowongan adalah satu hal yang harus dipantau, hal ini diperlukan agar dapat meminimalisir terjadinya ambrukan atau kecelakaan pada tambang. Pada tambang batubara bawah tanah di lubang BMK 14 CV. Bara Mitra Kencana terdapat beberapa penyangga yang retak atau patah. Dibeberapa cabang penambangan terjadi runtuhan atau ambrukan, hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi para pekerja. Untuk mencegah terjadinya ambrukan perlu tindakan untuk memantau pergerakan atap terowongan, dari data pergerakan tersebut dapat diambil langkah cepat kapan saatnya dilakukan penyangga dan jenis penyannga apa yang sesuai dengan pergerakan atap terowongan tersebut, sehingga ambrukan tambang dapat di antisipasi. Salah satu cara agar dapat mendeteksi pergerakan atap dan dinding terowongan itu adalah dengan membuat alat menggunakan sensor, yaitu sensor ultrasonik ping.Sensor ultrasonik ping ini dapat digunakan untuk mengukur jarak lebih dari 3 cm dan kurang dari 300 cm. Hasil pengukuran pergerakan crown subsidence dan horizontal displacementpada CV. Bara Mitra Kencana selama 5 hari yaitu, untuk pengukuran horizontal displacement pada stasiun 1 tidak terjadi pergerakan sedangkan pada stasiun 2 terjadi pergerakan sebesar 1mm. Pada pengukuran pergerakan crown subsidencestasiun 1 terjadi pergerakan sebesar 1 mm di pengukuran ke 2 pagi , 1 mm pada pengukuran ke 3 pagi, 1 mm pada pengukuran 3 sore, 1 mm pada pengukuran ke 4 sore , 1 mm pada pengukuran ke 5 pagi dan terjadi runtuhan pada pengukuran ke 5 sore. Untuk stasiun 2 pergerakan terjadi pada pengukuran ke 2 pagi sebesar 1 mm, 1 mm pada pengukuran ke 2 sore dan 1 mm pada pengukuran ke 3 pagi, namun untuk pengukuran selanjutnya tidak ada pergerakan.

Perencanaan Sistem Penyaliran Pada Kemajuan Tambang Sebelah Barat PT. Daya Bambu Sejahtera, Desa Mangupeh, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

Operasi penambangan yang dilakukan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode open pit . Pada tambang terbuka kegiatannya berhubungan langsung dengan udara luar, akibatnya kegiatan penambangan sangat dipengaruhi oleh iklim. Salah satu iklim yang sangat besar pengaruhnya adalah hujan. Hujan merupakan sumber utama air pada tambang terbuka. Keberadaan air pada dasar front sangat mengganggu kegiatan penambangan, sehingga air tersebut harus dikeluarkan dari lokasi penambangan. Sistem penyaliran tambang yang digunakan oleh PT. Daya Bambu Sejahtera pada front bagian barat menggunakan saluran dan pemompaan. Debit air dari front penambangan dipompakan menuju saluran, kemudian dialirkan menuju kolam pengendapan lumpur. Besarnya curah hujan rancangan adalah 443,78 mm/hari. Catchment area dibagi menjadi tiga, yaitu CA-1 dengan debit limpasan sebesar 3,918 m³/detik, CA-2 dengan debit limpasan sebesar 1,399 m³/detik dan CA-3 dengan debit limpasan sebesar 2,322 m³/detik. Pada CA-1 dan CA-2 untuk mengeluarkan air menggunakan pemompaan, jumlah pompa pada CA-1 sebanyak 3 buah pompa pada putaran mesin 2200 rpm dan 10 buah pompa pada putaran mesin 900 rpm, sedangkan jumlah pompa untuk CA-2 sebanyak 1 buah jika putaran mesin 2200 rpm dan 4 buah pompa jika putaran mesin 900 rpm. Untuk mengeluarkan air pada CA-3 menggunakan saluran tambang dengan dimensi lebar dasar saluran 0,908 m, tinggi saluran 0,987 m, lebar muka air 1,824 m dan dengan kemiringan 6o. Total lumpur adalah 258.001,84 m3/tahun, pengerukan dilakukan 12 kali dalan satu tahun.Volume lumpur dalam 1 kali pengerukan adalah 21.500,15 m3, volume lumpur sebesar 21.500,15 m3 tersebut terbagi dalam 6 buah kolam pengendapan lumpur, jadi volume untuk 1 kolam pengendapan lumpur adalah 5.375,02 m3. Dengan demikian dimensi kolam pengendapan lumpur yang harus direncanakan adalah, panjang 30 m, lebar 25 m dan kedalaman 8 m.

Analisis Geometri Jalan Tambang Batu Gamping Pada PT. Yuanda Putra YLM di Jorong Cubadak Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

2018 · Book · Koleksi Perpustakaan

PT. Yuanda Putra YLM merupakan perusahaan tambang batuan yang beroperasi di Jorong Cubadak Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis PT. Yuanda Putra YLM terletak antara koordinat 100º 49 3,42- 100º 4914,40 Bujur Timur (BT) dan 1º 9 2,40- 1º 9 59,90 Lintang Selatan (LS). PT. Yuanda Putra YLM memiliki akses jalan tambang sepanjang 500 m pada jalan tambang tersebut banyak sekali terjadi permasalah, seperti lebar jalan tambang pada kondisi jalan lurus dan tikungan masih kurang, cross slope dan super elevasi pada jalan tambang tidak ada, kemiringan jalan pada kondisi mendaki dan menurun (grade) terlalu curam yaitu sebesar 20º. Penelitian ini akan menghitung geometri jalan tambang ideal dengan menggunakan rumus geometri jalan dan merancang desain jalan tambang ideal PT. Yuanda Putra YLM dengan menggunakan software autocad 2007. Dari hasil pengolahan data didapatkan bahwa pada lebar jalan tambang pada kondisi lurus dan tikungan akan dilakukan penambahan, pada cross slope akan dilakukan perbaikan dari kemiringan 0º dan ketinggian vertikal jalan 0 cm kemudian akan didesain menjadi dengan ketinggi vertikal 15.3 cm dan dengan kemiringan sebesar 2º, super elevasi akan dilakukan perbaikan dari kemiringan 0º kemudian akan didesain menjadi dengan kemiringan jalan tikungan sebesar 23.74º, kemudian pada grade jalan tambang akan dilakukan perbaikan yaiitu dari kemiringan 20º akan direndahkan menjadi 4.5º.

Perancangan Website Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang Berbasis Kewirausahaan

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi STTIND Padang di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Belum adanya wadah atau website untuk memperkenalkan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat, dan belum tersimpannya rekapitulasi penelitian dan pengabdian masyarakat secara terstruktur, serta belum dipasarkannya produk hasil penelitian yang ada pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk memperkenalkan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat serta memasarkan produk hasil penelitian yang ada pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang.

Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Nagari Parambahan

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI NAGARI PARAMBAHAN KEC LIMO KAUM KAB TANAH DATAR Nama : Andre Ristio Amsyar NPM : 1310024428029 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT RINGKASAN Abstrak : Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum, kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Desa ini terletak di ketinggian 500-850 meter diatas permukaan laut dengan luas 499 Ha. Nagari Parambahan ini di huni sebanyak 615 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 3001 jiwa pada tahun 2016. Pada kondisi sekarang, sebagian wilayah di nagari Parambahan penyediaan air bersihnya bersumber dari mata air dan 1 unit sumur bersama. Ada tiga sumur pribadi, atau dengan kata lain warga belum teraliri akses air bersih sehingga warga harus berjalan kaki beberapa meter untuk mendapatkan akses air bersih. Pada musim panas sumber air ini mengalami penurunan yang besar sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga. Oleh karena itu dilakukan perencanaan penyediaan air bersih di daerah tersebut, sehingga pada masa mendatang masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Dari hasil pemeriksaan kualitas sumber air baku dan dibandingkan dengan standar kualitas air bersih yaitu PP. No 82 Tahun 2001 dan KepMenKes RI No 907 Th 2002 dapat kita tentukan pengolahan yang digunakan adalah dengan penambahan desinfektan. Dengan perkiraan perkembangan penduduk yang terjadi sekitar 20 tahun mendatang sebesar 43,82% dan jumlah penduduk sebesar 5342 jiwa, maka banyaknya kebutuhan air bersih warga di Nagari Parambahan adalah sebesar 3,9 liter/detik.

Kajian Teknis Kemampuan Produksi Crusher Plant dalam Memenuhi Target Produksi Batugamping PT. Semen Padang di Bukit Karang Putih Kota Padang Sumatera Barat

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

KAJIAN TEKNIS KEMAMPUAN PRODUKSI CRUSHER PLANT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATUGAMPING PT. SEMEN PADANG DI BUKIT KARANG PUTIH KOTA PADANG SUMATERA BARAT Nama : Abdullah Fikri NPM : 1110024427003 Pembimbing I : Drs. Murad, MS, MT Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, MEng RINGKASAN PT. Semen Padang melakukan penambangan batugamping dan silika di Bukit Karang Putih dan Bukit Ngalau dengan metode tambang terbuka (quarry), dimulai dari perintisan (pioneering), pembersihan areal pengeboran (dozing), pengeboran (drilling), peledakan (blasting), pemuatan (loading), pengangkutan (hauling), peremukan (crushing), sampai ke pembuatan semen. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaksanaan kegiatan mengalami sedikit permasalahan, ini dikarenakan belum tercapainya target produksi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik tahun 2015 yaitu 23.598,96 ton/hari, sedangkan batugamping yang diproduksi crusher hanya 22.131,71 ton/hari. Penggunaan mobile crusher II, hammer crusher LSC III A dan III B, pada unit rangkaian alat peremuk masih kurang efektif, hal ini dikarenakan jumlah feeding yang masuk masih relatif kecil. Untuk mosher II baru sebesar 1.237,90 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 2.000 ton/jam, hammer crusher LSC III A baru sebesar 1.045,58 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.500 ton/jam dan untuk hammer crusher LSC III B baru sebesar 1.194,43 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.700 ton/jam. Pencapaian sasaran produksi tahun 2016 sebesar 23.556,72 ton/hari dapat dilakukan melalui alternatif perbaikan, yaitu dengan cara membuat waktu gilir pada masing-masing alat peremuk yaitu mobile crusher II selama 12 hari, hammer crusher LSC III A selama 8 hari dan LSC III B selama 9 hari dan dengan menambah jumlah umpan yang masuk ke alat peremuk masing-masing sebesar 264 ton/jam. Efektivitas dari setiap crusher setelah dilakukan alternatif perbaikan mengalami peningkatan untuk penambahan umpan pada feeder hoopernya. Dari mobile crusher II yaitu dari 61,89 % menjadi 75,09 %, hammer crusher LSC III A dari 69,70 % menjadi 87,30 % dan hammer crusher LSC III B dari 70,26 % menjadi 85,79 %. Produksi batugamping pecah menjadi lebih besar setelah melakukan proses jalan bergilir dan penambahan jumlah feeding dari ketiga crusher tersebut. Jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 832.506,2 ton/bulan atau sama dengan 28.707,11 ton/hari dari target produksi sebesar 23.556,72 ton/hari. Selisih yang didapat yaitu 5.150,39 ton/hari atau meningkat 21,86 % dari target.

Kajian Perbaikan Postur Kerja dengan Metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) (Studi Kasus di Pabrik Roti Cimpago Putih)

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kajian Perbaikan Postur Kerja Dengan Metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) (Studi Kasus di Pabrik Roti Cimpago Putih) Nama : Fendi NPM : 1210024425013 Dosen Pembimbing 1 : Meldia Fitri, ST, MP Dosen Pembimbing 2 : Widya Laila, MT ABSTRAK Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja masih dominan dalam menjalankan proses produksi terutama kegiatan yang bersifat manual. Salah satu bentuk peranan manusia adalah aktivitas pemindahan material secara manual. Kegiatan pemindahan material secara manual dalam pekerjaan industri banyak berisiko sebagai penyebab terjadinya keluhan seperti sakit pada otot dan terjadinya kecelakaan kerja. Pabrik Roti Cimpago Putih masih melakukan aktivitas MMH (Manual Material Handling). Dalam pekerjaan pembuatan roti sehingga pekerja merasakan keluhan rasa sakit pada tulang belakang (Low Back Pain). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi postur kerja yang tidak aman bagi pekerja serta merekomendasikan postur kerja yang aman bagi pekerja dengen metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System). Dimana terdapat 7 aktivitas postur kerja yang perlu perbaikan menurut metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System). Dimana 4 postur kerja tergolong pada kategori 2 dalam artian berbahaya pada sistem musculoskeletal dan terdapat 3 postur kerja tergolong pada kategori 3 dimana pada sikap ini berbahaya pada sistem musculoskeletal perlu perbaikan segera mungkin.

Rancang Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi untuk Meminimalkan Biaya Material Handling (Studi Kasus di Pabrik Tahu Alami Lubuk Buaya)

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rancang Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi Untuk Meminimalkan Biaya Material Handling (Studi Kasus di Pabrik Tahu Alami Lubuk Buaya) Nama : Rizki Rahmandani NPM : 1210024425030 Dosen Pembimbing 1 : Riko Ervil, MT Dosen Pembimbing 2 : Meldia Fitri, ST, MP ABSTRAK Tata letak fasilitas yang baik dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan waktu dan biaya produksi. Permasalahan yang ada pada pabrik tahu alami adalah tata letak beberapa fasilitas produksi yang seharusnya berdekatan pada kenyataannya berjauhan, seperti pada penempatan bahan baku dan perendaman dengan jarak sekitar 4 meter. Hal ini dapat mengurangi efisiensi kerja dalam perusahaan dan juga menimbulkan ongkos material handling yang cukup besar yaitu Rp 105.692.230. Untuk itu perlu dilakukan relayout tata letak fasilitas produksi agar dapat meminimalkan ongkos material handling dan melakukan perhitungan jarak perpindahan antar fasilitas. Dari tujuan penelitian merancang ulang tata letak fasilitas pabrik untuk meminimalkan biaya material handling dapat ditarik kesimpulan bahwa tata letak pabrik tahu alami mengalami penurunan biaya setelah dilakukannya perbaikan. Ongkos material handling untuk layout usulan sebesar Rp. 83.325.352. Sehingga dapat menurunkan ongkos material handling sebesar Rp 22.366.878.

Analisis Tingkat Risiko Ergonomi Berdasarkan Aspek Pekerjaan Pada Pekerja Pabrik Tahu Alami

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISA TINGKAT RISIKO ERGONOMI BERDASARKAN ASPEK PEKERJAAN PADA PEKERJA PABRIK TAHU ALAMI Nama : Efrinaldi NPM :1210024425009 Pembimbing I :Tri Ernita, ST. MP Pembimbing II :WidyaLaila, MT ABSTRAK Pabrik Tahu Alami adalah produksi pabrik tahu sumedang yang menggunakan peralatan modern untuk mempercepat proses produksi. Akan tetapi menggunakan peralatan dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan komplikasi seperti masalah muskuloskeletal mulai dari ringan hingga serius. Untuk mengevaluasi kondisi kerja di Pabrik Tahu Alami, kita menggunakan REBA, yang merupakan metode dalam bidang ergonomi yang digunakan untuk mengukur postur tubuh (leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki) yang dapat dengan cepat dinilai berdasarkan aktivitas bekerja postur pekerja untuk menunjukkan apakah ada kebutuhan untuk mengurangi risiko kegiatan tersebut. Metode ini juga dilengkapi dengan faktor kopling dan beban eksternal. Metode ini dikembangkan dari metode RULA dan OWAS, oleh karena itu setiap aspek di RULA dan OWAS tercakup dalam REBA. Hasil menggunakan penilaian worksheet REBA menunjukkan bahwa industriPabrik Tahu Alami memiliki skor 12, dimana skor 11-15 dianggap memiliki risiko yang sangat tinggi dan perlu ditangani segera. Kita dapat mengatakan bahwa postur pekerjasaat bekerja sangat mungkin untuk menderita MSDS jika tidak ditangani dengan cepat.

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao) sebagai Adsorben untuk Penyerapan Ion Logam Kromium (VI) pada Limbah Elektroplating di Bukittinggi

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENYERAPAN ION LOGAM KROMIUM (VI) PADA LIMBAH ELEKTROPLATING DI BUKITTINGGI                                                                                         Nama                        : Ulet Putri Hayati                                                                                        NPM                         : 1210024428006                                                                                        Dosen Pembimbing 1 : Ir. Hendri Sawir, S.T, M.Si                                                                                        Dosen Pembimbing 2 : Sri Yanti Lisha, S.T  ABSTRAK       Penelitian ini mempelajari tentang kemampuan kulit buah kakao (Theobroma cacao) untuk mengurangi konsentrasi ion logam kromium (VI) pada limbah cair. Dalam penelitian dilakukan uji terhadap : pengaruh pH, konsentrasi awal larutan ion logam, waktu kontak, massa adsorben dan ukuran partikel dengan menggunakan metode batch. Kondisi optimum untuk ion logam kromium (VI) diperoleh pada pH 6, dengan konsentrasi awal 750 mg/L, waktu kontak 15 menit, massa adsorben 0,1 gram dan ukuran partikel 32 μm. Kondisi optimum telah diaplikasikan pada limbah elektroplating di Jirek – Bukittinggi, diperoleh kapasitas penyerapan ion logam kromium (VI) 0,0776 mg/g dengan efisiensi penyerapan 84,07 %. 

Analisis Karakteristik Mutu Jagung Berdasarkan Tempat Penyimpanan (Studi Kasus di Kelompok Tani Karya Makmur)

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS KARAKTERISTIK MUTU JAGUNG BERDASARKAN TEMPAT PENYIMPANAN(Studi Kasus di Kelompok Tani Karya Makmur)                                             Nama               : Gusti Prandana                                            NPM                : 1210024425023                                            Pembimbing I    : Tri Ernita, ST, MP                                            Pembimbing II   : Meldia Fitri, ST, MP ABSTRAK      Kelompok Tani Karya Makmur merupakan suatu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dibidang pertanian jagung luas sebesar 80 ha yang terdiri dari 30 ha lahan sawah dan 50 ha lahan kering yang tersebar di 12 jorong yang ada di Kecamatan Pasaman. Pada penelitian ini terdapat dua jenis jagung yaitu jagung pioneer p32 dalam kemasan karung goni dan jagung bisi 12 dalam kemasan karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu jagung dan mutu jagung sesuai SNI-01-3920-1995. Salah satu metoda pengukuran karakteristik mutu penyimpanan jagung dengan menggunakan Diagram Control (Control p-chart), Diagram Pareto dan Diagram Fishbone dan mutu jagung dengan menggunakan alat grain moisture meter untuk mengukur kadar air dari jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12 pada kemasan karung goni dan kemasan karung plastik. Hasil penelitian dengan menggunakan Diagram Control (p-chart) proporsi jagung yang ditolak pada jagung pioneer p32 masih dalam tahap kendali sedangkan untuk jagung bisi 12 berada diluar batas kendali. Tingkat kerusakan jagung bisi 12 dari terbesar ke terkecil dengan Diagram Pareto yaitu butir pecah 23%, butir warna lain 21%, kotoran 20%, kadar air 19% dan butir rusak 17%. Faktor yang mempengaruhi kualitas jagung bisi 12 dengan menggunakan Fishbone Diagram ada 4 yaitu bahan baku, karyawan, mesin dan metode.  Pengukuran nilai kadar air dengan menggunakan grain moisture meter untuk jagung pioneer p32 dan jagung bisi 12, didapat nilai kadar air penyimpanan jagung pioneer p32 sebesar 14,06% yang berarti sesuai dengan SNI-01-3920-1995 dan nilai kadar air penyimpanan jagung bisi 12 sebesar 17,3% tidak sesuai dengan SNI-3920-1995.

Evaluasi Perhitungan Biaya Reklamasi Pada PT. Nan Riang Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari Propinsi Jambi

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

EVALUASI PERHITUNGAN BIAYA REKLAMASI PADA PT. NAN RIANG KECAMATAN MUARA TEMBESI KABUPATEN BATANGHARI PROPINSI JAMBI      Nama             : Ferdi Mandala Putra     NPM              : 1110024427017     Pembimbing I   : Dian Hadiyansyah, MT     Pembimbing II  : Teguh Ariefianto, ST  ABSTRAK          PT. Nan Riang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara. Sistem penambangan pada PT. Nan Riang menggunakan metoda tambang terbuka  (open pit mining) dengan Stripping Ratio (1:4) Lokasi penambangan terletak di wilayah Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.     PT Nan Riang telah menyusun perencanaan reklamasi untuk periode tahun 2016, namun penimbunan kembali lahan bekas penambangan tidak masuk dalam komponen biaya reklamasi tetapi masuk dalam biaya operasional penambangan. Evaluasi perhitungan biaya reklamasi dilakukan pada daerah disposal area seluas 10,95 Ha .      Perhitungan rencana biaya reklamasi disusun berdasarkan Permen ESDM No. 07 Tahun 2014. Biaya reklamasi terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui anggaran biaya untuk melakukan reklamasi dari rencana reklamasi yang telah disusun oleh perusahaan sebesar Rp. 275.332.000,-, sedangkan hasil perhitungan penelitian sebesar Rp. 462.368.013,- atau terdapat selisih sebesar Rp.187.036.013,- Pihak perusahaan disarankan untuk memperhatikan komponen biaya penataan lahan dalam menyusun rencana biaya reklamasi pasca kegiatan operasi produksi. 

Singa

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan