Efektivitas Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung dan Ampas Tebu Menjadi Bioetanol dalam Pengurangan Sampah di Kabupaten Agam
Kelangkaan bahan bakar fosil serta peningkatan timbulan limbah pertanian mendorong pencarian solusi energi terbarukan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan limbah tongkol jagung dan ampas tebu sebagai bahan baku bioetanol, serta kontribusinya terhadap pengurangan sampah di Kabupaten Agam. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fermentasi dengan ragi tapai (Saccharomyces cerevisiae), dengan tiga variasi bahan baku (100% tongkol jagung, 100% ampas tebu, dan kombinasi 1:1) serta tiga variasi waktu fermentasi (1, 3, dan 5 hari). Analisis kadar bioetanol dilakukan dengan kromatografi gas (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel ampas tebu 100% dengan fermentasi selama 5 hari menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 1,4754%, sedangkan sampel tongkol jagung fermentasi 1 hari menghasilkan rendemen terendah sebesar 0,1496%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa limbah tongkol jagung dan ampas tebu memiliki potensi sebagai bahan baku bioetanol yang dapat direplikasi oleh masyarakat. Selain berkontribusi dalam pengurangan limbah, pemanfaatan ini juga mendukung pengembangan energi alternatif dan ekonomi sirkular local