Evaluasi Fragmentasi Hasil Peledakan Batu Andesit di PT. Atika Tunggal Mandiri, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat
Dalam kegiatan penambangan batuan andesit, peledakan dilakukan guna memberaikan batuan dikarekan memiliki karakteristik yang keras dan tebalnya lapisan penutupnya. Keberhasilan peledakan ditentukan oleh fragmentasi batuan berukuran merata dan sedikit bongkahan boulder. Hasil fragmentasi peledakan tergantung pada bagaimana rancangan geometri dan pola peledakan yang diterapkan pada perusahaan. Dengan rancangan geometri peledakan 2,5 m x 2 m, PT Atika Tunggal Mandri menetapkan target ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan > 50 cm tidak lebih dari 15 %. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, fragmentasi boulder batuan hasil peledakan masih melebihi persentase ketetapan perusahaan dengan fragmentasi > 50 cm sebesar 34,41 %. Oleh karena itu, diperlukan analisis faktor yang mempengaruhi ukuran fragmentasi batuan hasil peledakan. Dilakukan juga evaluasi terhadap geometri peledakan dengan menggunakan analisis R.L. Ash dan Anderson. Berdasarkan rancangan R.L. Ash, diperoleh burden 1,99 m, spacing 2,99 m, stemming 1,41 m, kedalaman lubang 5,97 m, kolom isian 4,56 m, dengan diameter lubang ledak 3 inch, didapatkan powder factor 0,47. Dari rancangan ini, diprediksi dapat menurunkan persentase fragmentasi batuan hasil peledakan yang berukuran > 50 cm menjadi 14,87 % dengan persentase fragmentasi berukuran > 50 cm adalah 15,01 % hasil lapangan. Berdasarkan rancangan Anderson, diperoleh burden 2,21 m, spacing 2,76 m, stemming 1,11 m, kedalaman lubang 5,3 m, kolom isian 4,19 m, dengan diameter lubang ledak 3 inch, didapatkan powder factor 0,47. Dari rancangan ini, diprediksi dapat menurunkan persentase fragmentasi batuan hasil peledakan yang berukuran > 50 cm menjadi 14,71 % dengan persentase fragmentasi berukuran > 50 cm adalah 11,68 % hasil lapangan.