Pemanfaatan Sampah Program “Nabuang Sarok” Sebagai Bahan Bakar Alternatif Untuk Mengurangi Penggunaan Batubara di PT Semen Padang
Penggunaan batubara di industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar karena tingginya konsumsi energi. PT Semen Padang mencoba mengatasi permasalahan tingginya timbulan sampah dan kebutuhan energi alternatif dengan membuat program “Nabuang Sarok”. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemanfaatan sampah dari program “Nabuang Sarok” sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi penggunaan batubara, volume sampah ke TPA, dan dampak lingkungan yang dihasilkan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil pengujian kalor menunjukkan bahwa sampah tekstil, plastik, dan sampah campuran memiliki nilai kalor lebih tinggi dibandingkan batubara yang digunakan. Selama tahun 2024, sebanyak 153,6 ton sampah mampu menggantikan 155,24 ton batubara, dengan nilai substitusi termal (TSR) sebesar 0,017 %. Selain itu, penggunaan sampah bisa menghemat biaya operasional senilai Rp. 128.648.362 dan mengurangi volume sampah ke TPA sebanyak 62,87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program "Nabuang Sarok" merupakan solusi yang tepat dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi penggunaan batubara baik dilihat dari aspek ekonomi maupun aspek lingkungan. Secara ekonomi, program ini mendorong efisiensi energi, menciptakan lapangan kerja baru, menciptakan nilai tambah sampah, penghematan biaya pengelolaan sampah dan pengurangan biaya pengelolaan sampah. Sedangkan dari sisi lingkungan program ini mengurangi volume sampah, mengurangi emisi Gas Kaca (GRK), mendukung pemanfaatan energi terbarukan, meningkatkan polusi udara dan konservasi Sumber Daya Alam.