Pengaruh Variasi Periode Penambahan Sampah Terhadap Proses Pengomposan Sampah Organik Rumah Makan Menggunakan Metode Takakura dengan Bioaktivator Kotoran Ayam dan EM4
Timbulan sampah organik di Kabupaten Sijunjung mencapai 60% dari total timbulan sampah, angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 38,96%, tetapi pengolahan sampahnya belum terkelola dengan baik. Salah satu solusi yang ramah lingkungan adalah metode pengomposan Takakura yang cocok diterapkan pada skala rumah tangga atau usaha kecil, untuk mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kualitas kompos, penelitian ini mengkaji pengaruh variasi waktu penambahan sampah organik dengan menggunakan bioaktivator campuran kotoran ayam dan EM4. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan tiga variasi perlakuan, yaitu P1(1 kali penambahan), P2 (3 kali penambahan) dan P3 (7 kali penambahan) ke dalam keranjang Takakura. Parameter yang diuji mencakup suhu, pH, kadar air, warna, bau, dan rasio C/N, yang dianalisis sesuai standar SNI 19-7030-2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan sampah berpengaruh terhadap kecepatan dekomposisi dan kualitas akhir kompos. Perlakuan P1 menghasilkan kompos matang tercepat, ditandai dengan suhu yang mencapai fase termofilik lebih stabil, pH netral, serta rasio C/N 11,31 dan 11,39 yang memenuhi standar SNI. Penelitian ini merekomendasikan metode pengomposan dengan pola satu kali penambahan sebagai pilihan efektif dalam pengelolaan sampah organik rumah makan yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan.