Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

671 item publik

Publikasi

Halaman 21 dari 34

Analisis Kestabilan Terowongan Tambang Bawah Tanah Di Lubang Tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya, Kota Sawahlunto

FENNY WILLIANS
2019 · Thesis · Open Access

Daerah Penelitian (PT. AICJ) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mandapatkan stand-up time dan factor keamanan terowongan tambang bawah tanah di lubang tambang 01 PT. AICJ. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya runtuhan yang terjadi karena adanya rekahan-rekahan disekitar dinding terowongan hal ini disebabkan oleh aktivitas penambangan dan akan menyebabkan terjadinya runtuhan terhadap batuan, sehingga proses penambangan akan terganggu dan produktivitas batubara akan berkurang. Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium UCS batubara diperoleh nilai 2,631 Mpa, batulanau 1,649Mpa dan batupasir 2,869Mpa. Hasil nilai rata-rata RQD untuk batubara sebesar 99,16% dan batulanau 98,54%. Dari hasil pnelitian yang sudah dilakukan didapatkan nilaiRock Massa Rating batubara dengan nilai 65 dengan stand-up time selama 10.000 jam/416,6 jam dengan span 3 m dan untuk Batulanau dengan nilai 58 dengan stand-up time selama 1500 jam / 62,5 jm dengan span 6 m. Dari hasil yang sudah didapatkan bahwa nilai faktor keamanan (strength factor) lubang tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya termasuk dalam kategori aman yang memiliki nilai rata-rata 3,65.

Analisis Ventilasi Tambang untuk Kebutuhan Operasional Penambangan Pada Lubang BMK-34 CV. Bara Mitra Kencana, Sawahlunto

FAUZIA LARA SATI
2019 · Thesis · Open Access

Daerah Penelitin (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ventilasi tambang untuk kebutuhan operasional penambangan guna terciptanya proses operasional penambangan dengan aman dan nyaman. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya kebocoran yang terjadi pada saluran udara (duct) sehingga berkurangnya kualitas dan kuantitas udara. Selain itu juga ditemui temperatur efektif dan kelembaban relatif meningkat melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Dari pengukuran yang sudah dilakukan disetiap front penambangan bahwa banyak terjadi pengurangan udara dimana pada FK C1 kekurangan udara sebanyak -1,1; FK C2 sebanyak -1,3; FK C3 sebanyak -1,2; FK C5 sebanyak -1,2; FK C7 sebanyak -0,7; FK C9 sebanyak -0,9; FK C13 sebanyak -0,8; dan FK C17 sebanyak -0,6 akibat dari kebocoran duct tersebut yang mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas udara pada lokasi penambangan lubang BMK-34 sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut Perusahaan harus lebih memperhatikan saluran duct yang robek agar udara yang dialirkan oleh blower tidak berkurang untuk masuk kedalam masing-masing front kerja. Selain itu juga melakukan pengecekan udara secara rutin seperti melakukan pengecekan kandungan gas yang dilakukan oleh pengawas.

Analisis Gerakan Tanah dengan Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografis (SIG) di Daerah IUP PT. Bintang Sumatera Pacific, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

MAHDI YONO
2019 · Thesis · Open Access

PT. Bintang Sumatera Pacifik merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batuan andesit yang berposisi sebagai kontraktor dan pemasok di Kabupataen Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan, diketahui bahwa adanya longsor di 3 titik yang berada di daerah IUP dan wilayah penunjang. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode sistem informasi geografis (SIG) dengan cara overlay dari 5 peta parameter pengontrol terjadinya gerakan tanah, kemudian dapat disimpulkan bahwa lokasi penelitian masuk kedalam kelas kerawanan longsor menengah sampai tinggi. Berdasarkan data hasil pengamatan di lapangan dan melakukan pengambilan sampel tanah di 6 titik lokasi, lalu dilakukan pengujian sampel tanah di laboratorium yang diketahui bahwa kadar air daerah penelitian pada titik sampel ST4 dan ST5 termasuk jenis MH-OH yaitu tanah lempung-lanau dengan plastisitas tinggi dan kadar air nya lebih dari >50%. Kemudian untuk kadar air di daerah penelitian pada titik sampel ST1,ST2,ST3 dan ST6 termasuk jenis CL yaitu lempung tak organik dengan plastisitas rendah sampai sedang, lempung berpasir, lempung berlanau dengan kadar air kecil dari 50%. Berdasarkan hasil analisis yang didapat penulis menyarankan melakukan pemantauan dan evaluasi khusus nya di daerah IUP yang pernah terjadinya longsor agar selalu memperhatikan aliran drainase supaya tetap stabil dan membuat lereng tidak terlalu tinggi dibagian material yang dominan adalah lempung - lanau.

Analisis Pengaruh Air Asam Tambang Terhadap Kualitas Air Tanah di Lingkungan Sekitar Area Penambangan CV. Tahiti Coal Desa Sikalang Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

MIRAWATI
2019 · Thesis · Open Access

Usaha pertambangan di Indonesia memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Namun dibalik dampak positif yang diberikan oleh suatu kegiatan penambangan juga terdapat dampak negatif, salah satunya yaitu masalah air asam tambang. Air asam tambang tersebut bisa menyebabkan pencemaran air sehingga air tersebut mengalami penurunan kualitas sehingga tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Penelitian ini dilakukan di Desa Sikalang yang berjarak 510 m dari lokasi penambangan CV Tahiti Coal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah dan pengaruh air asam tambang terhadap kualitas air tanah di Desa Sikalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji laboratorium untuk mengetahui baku mutu limbah penambangan batubara yang terdapat dalam Kepmen LH No 113 Tahun 2003 dengan menggunakan parameter pH, TSS dan logam berat (Fe dan Mn). Analisa data dalam penelitian menggunakan Metode Indeks Pencemaran yang tercantum dalam Kepmen LH No 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Dalam penelitian ini didapatkan bahwa air tanah yang terdapat di Desa Sikalang dinyatakan memenuhi baku mutu atau tidak tercemar oleh air asam tambang CV Tahiti Coal

Analisis Strategi Pemasaran Guna Pengembangan Usaha Pabrik Roti Beringin Kuning dengan Menggunakan SWOT ( Studi Kasus Di Pabrik Roti Beringin Kuning Saok Laweh, Kota Solok )

MARSANTRI
2019 · Thesis · Open Access

Usaha Pabrik Roti Beringin Kuning sebagai produsen yang menghasilkan beberapa macam roti hasil produksi. Kekuatan yang dapat diandalkan Roti Beringin Kuning memiliki keunggulan dalam hal harga, namun perlu perbaikan dalam hal pengemasan dibuat semenarik mungkin agar konsumen lebih tertarik dan menambah nilai jual. Kelemahan yang ada dimiliki Roti Beringin Kuning yaitu : pertama, tidak mempunyai khas perusahaan, sehingga perusahaan akan mengalami krisis keuangan (menurun) apabila perusahaan terkena dampak dari perekonomian dunia yang sedang drop atau jatuh dan kedua, tidak menggunakan jasa promosi atau iklan baik visual maupun non visual. Peluang terbesar yang mungkin dapat diperoleh Roti Beringin Kuning yaitu dapat menguasai pasar monopolistik. Ancaman terbesar yang dihadapi Roti Beringin Kuning yaitu daya beli konsumen menurun dan kecenderungan masyarakat terhadap supermarket. Analisis SWOT faktor internal IFAS (Internal Factors Analysis Summary) Kekuatan (Strength) total skor 3,28 sedangkan Kelemahan (Weakness) total skor 1,75. Total skor semuanya 5,03. Faktor Eksternal EFAS (Eksternal Factors Analysis Summary) Peluang (Opportunities) total skor 3,14 sedangkan Ancaman (Threat) total skor 2,4. Total skor seluruhnya 5,54. Pabrik Roti Beringin Kuning berada pada posisi pengembangan (Growth) dengan Strategi SO (S) meningkatkan Kekuatan (O) untuk mencapai tujuan.

Analisis Kestabilan Terowongan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element) di Terowongan THC-01 dan THC-02 Tambang Batubara CV. Tahiti Coal Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

MUHAMMAD HASBI
2019 · Thesis · Open Access

CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.

Analisis Kinerja Crushing Plant Pada Tambang Batugamping Untuk Mencapai Target Produksi di PT. Nabil Surya Persada Kabupaten Solok Sumatera Barat

AULIANA RAHMA
2019 · Thesis · Open Access

PT. Nabil Surya Persada merupakan perusahaan tambang yang bergerak di bidang pengolahan bahan galian batugamping. Batugamping diolah dengan menggunakan crushing plant sehingga menghasilkan produk seperti batu split dan abu batu. Berdasarkan data produksi batugamping di PT. Nabil Surya Persada pada bulan Maret 2019, target produksi batu split yang ditetapkan perusahaan sebesar 5.000 ton/bulan tidak tercapai. Sedangkan produksi aktual yang didapat yaitu sebesar 4.569,44 ton/bulan. Hal ini disebabkan karena banyaknya gangguan waktu repair selama kegiatan pengolahan batugamping dan kehabisan bahan baku yang akan diolah, sehingga dari gangguan tersebut menyebabkan waktu kerja efektif menjadi berkurang. Dari masalah tersebut perlu dilakukan perbaikan untuk meningkatkan target produksi batugamping. Perbaikan yang dilakukan yaitu pengurangan terhadap gangguan waktu repair seperti pergantian plat impact crusher yang sering rusak dan perbaikan pada genset sehingga pengolahan tidak dapat dilakukan. Hasil yang didapat setelah dilakukannya usulan perbaikan yaitu terjadi pengurangan pada gangguan waktu repair sehingga waktu kerja efektif menjadi meningkat, nilai efesiensi alat unit crushing plant meningkat dan nilai ketersediaan alat dari jaw crusher juga meningkat. Adapun produksi batugamping meningkat dari 4.569,44 ton/bulan menjadi 5.430,10 ton/bulan.

Perbaikan Sikap Kerja untuk Mengatasi Keluhan Akibat Beban Kerja Pada Proses Panas Vulkanisir Ban di PT. Inti Vulkatama

DWIKI MAHENDRA YEZA
2019 · Thesis · Open Access

PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Vulkanisir ban adalah salah satu proses daur ulang terhadap ban yang sudah gundul melalui beberapa tahapan seperti inspeksi/pemeriksaan, pemarutan (buffing), knifing, repair, cementing, building, envelope (pada proses dingin), rim dan flange (pemasangan velg), curring (memasukan ban dalam masing-masing cetakan, baik proses panas maupun dingin) dan pemeriksaan akhir. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek pekerjaan yang dinilai sebagai parameter risiko ergonomi berdasarkan postur tubuh, tekanan beban yang digunakan, jenis pergerakan atau aksi, pengulangan posisi tangan saat bersentuhan dengan objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data bagian tubuh yang berisiko terjadinya musculoskeleteal dan risiko cidera yang dominan terjadi pada pekerja dalam melakukan pekerjaan yang sama dengan menggunakan metode QEC (Quick Expossure Checklist). Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan lembar exposure score maka bagian tubuh yang mengalami risiko terjadinya musculoskeleteal adalah tubuh bagian punggung dan leher dengan tingkat exposure level very high. Dalam melakukan pekerjaan yang sama, resiko cedera yang dominan terjadi pada dua orang pekerja atau lebih adalah pada action level 4. Yang artinya semua pekerja akan mengalami resiko cedera tingkat tinggi. Hal ini dikarenakan sikap kerja yang di lakukan berulang dan beban kerja yang berat yang di emban oleh pekerja PT. Inti Vulkatama. Karena semakin lama resiko cidera akan semakin tinggi terhadap pekerja.

Analisis Pengaruh Penambangan Batubara di PT. Nusa Alam Lestari Terhadap Kualitas Air Tanah di Desa Salak Kecamatan Talawi Sawahlunto

MIRA ANJELLYNA
2019 · Thesis · Open Access

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu, yang menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukaannya. Pencemaran bisa terjadi pada air permukaan (surface water) dan air tanah (groundwater). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui indeks pencemaran pada air tanah daerah lingkungan sekitar tambang PT NAL berdasarkan Kepmen Lingkungan Hidup No 115 Tahun 2003 dan mendapatkan peta arah aliran air tanah dangkal PT NAL Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Pengujian sampel air tanah dengan cara uji langsung di lapangan dan uji laboratorium, dengan parameter yang di uji adalah pH, TDS, Mn, dan Fe. Untuk menganalisa datanya menggunakan metode Storet dan Kepmen Lingkungan Hidup No 115 Tahun 2003 serta menggunakan metode SIG (Sistem Informsi Geologi) untuk mengetahui arah aliran air tanah daerah tersebut. Berdasarkan hasil dari analisa termasuk ke golongan air kelas C yang artinya adalah air tersebut cemar sedang dan tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat tetapi hanya bisa digunakan untuk kebutuhan perikanan dan pertanian. Arah aliran air tanah PT Nusa Alam Lestari mengarah ke Desa Salak, dimana daerah tersebut memiliki elevasi lebih rendah dari daerah yang lainnya.

Evaluasi Manajemen Stockpile Batubara Untuk Mencegah Terjadinya Swabakar di PT. Bukit Asam. Tbk Tanjung Enim Provinsi Sumatera Selatan

ANDIKO
2019 · Thesis · Open Access

Daerah penelitian (PT. Bukit Asam, Tbk) berada di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi manajemen stockpile batubara untuk mencegah terjadinya swabakar. Permasalahan yang sering di lapangan adanya swabakar pada stockpile batubara yang disebabkan oleh lamanya umur tumpukan batubara pada stockpile, Tingginya dimensi tumpukan batubara pada stockpile serta kurang baiknya penanganan batubara masuk dan keluar pada stockpile yang menyebabkan terajadi swabakar pada stockpile batubara di PT. Bukit Asam,Tbk. Swabakar ialah proses terbakar dengan sendirinya batubara akibat reaksi oksidasi eksotermis yang terus menyebabkan kenaikan temperatur. Metode yang digunakan pada penelitan ini ialah mendesain dimensi stockpile batubara yang ideal pada PT. Bukit Asam, Tbk serta menggunakan sistem manajemen FIFO (First In First Out) untuk manajemen penumpukan batubara pada stockpile batubara. Hasil dari penelitian ini didapatkan rancangan desain dimensi stockpile batubara dibuat dengan tinggi 7 meter sesuai dengan tinggi rekomendasi, sudut kemiringan tumpukan 35º dibawah dari sudut angle of repose dari tumpukan batubara serta untuk rancangan manajemen stockpile batubara menggunakan sistem manajemen FIFO (First In Frist Out) dimana batubara yang pertama kali masuk ke stockpile maka batubara itu harus dikeluarkan terlebih dahulu. Selain itu perlu adanya pengukuran temperatur secara berkala pada area stockpile batubara guna mengetahui kapan batubara akan terjadinya swabakar

Analisis Pengendalian Kualitas Pada Prameter Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Statistical Process Control (SPC) (Studi Kasus di PT. Agro Wira Ligatsa (AWL))

DONI AFRIANTO
2019 · Thesis · Open Access

Pengendalian kualitas pada produk yang baik merupakan persyaratan penting bagi perusahaan untuk memperoleh daya saing produk di pasaran. Untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat ini. Setiap perusahaan dituntut untuk perlu melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap kualitas produk .PT. Agro Wira Ligatsa (AWL) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur yang memproduksi minyak kelapa sawit. Permasalahan yang sering terjadi yaitu, produk yang tidak memenuhi standar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Statiscal process Control, dengan alat bantu fishbone, Pareto, peta kendali X dan R dan perbaikan menggunakan 5W +1 H. Dari hasil diperoleh pada pareto terlihat kerusakan yang terjadi di bagian pengolahan kerusakan terbesar adalah adanya kadar ALB yang tinggi (91,68%), dan diikuti dengan kadar air 7,8% dan kadar kotoran 0,52%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapati kerusakan yang paling besar adalah adanya kadar ALB yang tinggi. %. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi penurunan mutu CPO berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 5 faktor utama yaitu: Material, manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.

Analisis Kestabilan Lereng dengan Menggunakan Metode Morgenstern-Price di Tambang Batubara PT. Surya Global Makmur Desa Rangkiling Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi

NURUL HUDA
2019 · Thesis · Open Access

PT Surya Global Makmur merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yangmenggunkan sistem tambang terbuka dengan open-cut backfilling. PT Surya Global Makmur juga memiliki masalah pada lereng karena pada lereng tersebut sering terjadi reruntuhan kecil, tinggi lereng PT Surya Global Makmur mencapai 24 meter dan belum diketahuinya faktor keamanan pada lereng tersebut. Analisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode Morgenstern-Price karena metode ini sangat cocok digunakan untuk lereng yang terbentuk dari tanah atau batuan yang lunak salah satunya lereng PT Surya Global Makmur. Adapun standar nilai faktor keamanan ditetapkan ≥ 1.3( KEPMEN, No 1827 K/30/MEM/ 2018). Dalam menganalisis kestabilan lereng tidak lepas dari material properties tanah yaitu berupa cohesi, sudut geser dalam dan berat isi tanah. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka dilakukan perbaikan dengan mungubah tinggi dan kemiringan lereng. Hasil analisi menyimpulkan bahwa lereng di PT Surya Global Makmur memiliki material Top Soil, Lempung, Batupasir dan Batubara. Tinggi lereng PT Surya Global Makmur memiliki ketinggian (per bench) 3,2 sampai 6,6 meter dan ketinggian seluruhnya 25,8 meter dengan kemiringannya (per slope) 22° sampai 51° dan kemiringan rata-rata seluruhnya 44,4°. Untuk nilai material properties cohesi, sudut geser dalam dan berat isi tanah yaitu Top Soil 01 c = 0.12 kN/m2, ϕ = 3.05°, γ = 15.97 kN/m3. Lempung 02 c = 0.12 kN/m2, ϕ = 2.94°, γ = 17.24 kN/m3. Batu Pasir 03 c = 0.13 kN/m2, ϕ = 3.01°, γ = 18.03 kN/m3. Lempung 04 c = 0.11 kN/m2, ϕ = 3.42°, γ = 17.77 kN/m3. Nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode Morgenstern-price =0.32 dan Rocscience Slide = 0.062.Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≤ 1.3 maka lereng tersebut dapat dinyatakan tidak stabil pada lapisan lempung slope ke tiga. Adapun perbaikan yang dapat dilakukan dengan merubah kemiringan lereng 49° maka diperoleh paktor keamanan 1.6 ≥ 1.3 maka lereng tersebut dapat dikatakan aman atau stabil.

Analisis SWOT Pendidikan dan Latihan Avsec di Trust Aviation Training Center

BESTIN MUHARNO
2019 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi mengenai Analisis SWOT Pendidikan dan Latihan Avsec di Trust Aviation Training Center. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan untuk mengetahui analisis SWOT pendidikan dan latihan avsec angkatan ke 46 di Trust Aviation Training Center dengan cara menganalisis faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman) dan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan matriks EFAS dan IFAS. Matriks EFAS (External Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa peluang dan ancaman yang dihadapi. Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui total nilai tertimbang matriks IFAS sebesar 3,432. Total nilai tertimbang EFAS pengunjung sebesar 3,374. Faktor internal yang dimiliki yaitu Tenaga kependidikan dan staf adminstrasi Ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas sarana prasarana (lingkungan belajar), Program pelatihan dan pengembangan IPTEK, Lokasi tempat lembaga pendidikan berada Kurangnya pengetahuan sosialisasi lembaga pendidikan. Lulusan yang kurang berkompeten, Kuota penerimaan siswa yang terbatas, Masih sulitnya pelaksanaan ujian negara AVSEC yang dilaksanakan oleh DIKAMPEN dan Perlengkapan pelatihan simulasi belum optimal Sedangkan faktor eksternal yaitu lulusan terbaik akan mengikuti DIK-LAT yang dibiayai negara, Mengikuti pelatihan ICAO (Institude civil aviation organization), dan Membantu pemerintah untuk menghasilkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas

Analisis Stand-Up Time Menggunakan Metode Rock Mass Rating Pada Lubang Tambang PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

DEWI PUSPITA
2019 · Thesis · Open Access

PT. AICJ terletak di kecamatan talawi, kota sawahlunto, provinsi sumatera barat. Masalah yang sering terjadi pada tambang bawah tanah adalah terjadi amrukan pada lubang tambang salah satu faktor terdapatnya rekahan dan adanya jatuhan batuan dari atap terowongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan uji laboratorium dengan tujuan menganalisis stand-up time dan faktor keamanan lubang tambang. Metode yang dipakai dalam pengolahan data yaitu klasifikasi massa batuan dari Bieniawski 1989 yaitu Rock Mass Rating (RMR) yang terdiri dari 5 parameter utama dan 1 parameter pengontrol. Finite elemen diketahui dengan menggunakan perangkat lunak phase 2 yang terdiri dari Displacement horizontal, displacement vertical, total displacement, dan strength factor. Dari Hasil analisis stand-up time didapatkan jarak antara penyangga, dan lamanya batuan bertahan. Batubara dengan RMR 61, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 1500 jam atau 3 bulan dengan span 8 m. Batupasir memiliki RMR 64, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m. Setelah di olah menggunakan sotware phase 2 maka dapat disimpulkan bahwa standup time selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m, serta nilai faktor keamanan sebesar 1,04 dapat dikategorikan aman.

Analisis Pengukuran Produktivitas dengan Metode American Productivity Center (APC) Pada CV. Roland Kencana

FIKI DARMA YANTI
2019 · Thesis · Open Access

CV. Roland Kencana merupakan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi furniture. CV. Roland Kencana menyediakan berbagai furniture untuk kebutuhan pelanggannya mencakup perumahan, reseller bagi usaha kecil dan menengah, sekolah (pendidikan) maupun pemerintahan. Untuk mengetahui tingkat produktivitas CV. Roland Kencana, apakah mengalami peningkatan atau penurunan maka perlu dilakukan pengukuran produktivitas dengan menggunakan metode The American Produktivity Center (APC model). Data yang diperlukan untuk analisa produktivitas ini diambil dari periode 1 sebagai periode dasar sampai periode 3 selama tahun 2018. Hasil analisis pengukuran produktivitas yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat produktivitas CV. Roland Kencana pada periode 2 turun sebesar -4,8% dan periode 3 turun sebesar -11,3%, Sedangkan untuk tingkat profitabilitasnya juga mengalami penurunan yaitu periode 2 sebesar -1,3% dan periode 3 sebesar -6,1%. Adapun indeks perbaikan harga mengalami kenaikan pada tiap periodenya periode 2 sebesar 1,03% dan periode 3 sebesar 1,05%.

Analisa Sumberdaya Terunjuk Batubara Menggunakan Metode Penampang (Cross Section) dan Metode Segitiga (Triangulasi) CV. Afrindo Technical di Lapangan X

ARI NUR AMRI
2019 · Thesis · Open Access

Sebelum melakukan kegiatan operasi produksi, harus melalui beberapa tahap salah satunya kegiatan eksplorasi, tahapan eksplorasi ini terbagi menjadi empat yaitu survey tinjau, prospeksi, eksplorasi pendahuluan dan eksplorasi rinci. kegiatan eksplorasi yang dilakukan Aftech adalah kegiatan pengeboran eksplorasi batubara untuk mendapatkan data subsurface, data-data subsurface ini meliputi litologi batuan kedalaman permeter, roof dan floor batubara serta total kedalaman pengeboran batubara, data yang didapatkan berguna untuk mengetahui kuantitas (tonnase batubara, volume overburden serta nilai stripping ratio) dan kualitas serta model endapan tiga dimensi dari batubara. Untuk mengetahui berapa besar kuantitas dari batubara dapat melakukan kegiatan estimasi sumberdaya meggunakan metode cross section dan metode triangulasi. Prinsip dari metode cross section dengan pedoman rule of gradual change yaitu, dengan menghubungkan titik pengamatan terluar, data yang dihubungkan sebanyak empat puluh section, sedangkan metode triangulasi mengikat tiga titik pengeboran sehingga membentuk segitiga dan merata-ratakan ketebalan dari setiap titik pengeboran, blok-blok triangulasi yang didapatkan sebanyak enam puluh satu. Berdasarkan hasil estimasi yang dilakukan menggunakan metode cross section pedoman rule of nearest point didapatkan tonnase batubara 13,378,923.58 ton/m³ dengan volume overburden 133,801,817.75 m³ didapatkan nilai stripping rationya 10.21:1 BCM/Ton, sedangkan hasil estimasi menggunakan metode triangulasi didapatkan tonnase batubara 3,789,012.76 ton/m³ dengan volume i overburden 38,914,077.13 m³ didapatkan nilai dari stripping rationya 10.27:1 BCM/Ton

Analisis Beban Kerja Dengan Pendekatan Metode Full Time Equivalent (FTE) (Studi Kasus: CV. Roland Kencana Pasir Sebelah, Padang)

WITRI JUNITA
2019 · Thesis · Open Access

CV. Roland Kencana merupakan sebuah industri permebelan yang menyediakan berbagai furniture untuk kebutuhan pelanggannya. Adapun Pelanggan CV. Roland Kencana mencakup perumahan, reseller bagi usaha kecil dan menengah, sekolah (pendidikan), maupun pemerintahan. Bahan baku utama yaitu kayu jenis meranti export yang sudah dioven yang diperoleh dari perusahaan pengolahan kayu di daerah sijunjung dan Solok Selatan. Sementara untuk pembuatan meja biro perusahaan menggunakan multiplek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa waktu baku pada produksi meja biro dan beban kerja yang diterima oleh operator pada produksi meja biro dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), suatu metode analisis beban kerja yang mengukur lama waktu penyelesaian kerja Dalam proses produksi meja biro ada 10 proses yang dilakukan operator. Mulai dari Tahap awal sampai pemasangan aksesoris. Pembuatan 1 meja biro dilakukan oleh 2 operator. Berdasarkan hasil pengolahan data waktu baku yang diperlukan dalam proses produksi meja biro adalah 13 jam 53 menit dan beban kerja masing masing operator diluar proses pengeringan adalah 1.11, masih dalam kategori beban kerja normal.

Analisa Perhitungan Sumberdaya Batubara Terunjuk Menggunakan Metode Cross Section dan Metode Kerucut Terpancung di PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara

DANI HIDAYAT
2019 · Thesis · Open Access

PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara merupakan perusahan tambang swasta yang berlokasi di Desa Sumber Batu Kecamatan Mereuboe Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Secara geografis terletak pada koordinat 04011'14,7” LU dan 96015’58,4” BT. PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara memegang hak Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi pada Tambang Batubara seluas 3.134 Ha. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya batubara pada pit B Blok BS 2019 dengan luas area 4 Ha dengan metode penampang (cross section) dan metode kerucut terpancung dengan mengunakan software rockworks dan autodesk land desktop dilakukan di PT. Cipta Kridatama Job Site PT. Mifa Bersaudara. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terunjuk batubara dengan metode cross section sebesar 115.313.334 ton dan metode kerucut terpancung didapatkan sumberdaya terunjuk batubara sebesar 67.423.4755,6 ton.

Rancangan Kincir Angin Five Blade Untuk Penerangan Jalan Tambang CV. Bara Mitra Kencana Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

MUHAMMAD RIHAN
2019 · Thesis · Open Access

Energi angin adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik. Kelebihan energi angin ini ada beberapa macam yang pertama energi ini tidak akan habis, energi angin tidak menimbulkan emisi, ramah lingkungan dan tidak banyak memakan tempat seperti pembangkit listrik lainnya. Adapun kelemahan energi ini tidak mudah diprediksi, memerlukan biaya yang tinggi, dan membutuhkan turbin yang banyak. Dari hasil selama 4 hari terhitung mulai tanggal 11-14 Maret 2019 di peroleh area penangkapan angin rata-rata 2m², rata-rata daya angin 26,98 Watt, rata-rata torsi 0,3678 Nm, rata-rata daya kincir 1,839 Watt, dan rata-rata kinerja kincir 8,76 %. Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-1 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,7222x-2,7464 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9879, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat. Dan untuk hubungan antara arus terhdapa daya menghasilkan persamaan empiris Y= 0,0163x-2,8322 sedangkan dari grafik tersebut juga diperoleh nilai R²=0,9839, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan variabel kuat.Hubungan tegangan terhadap daya hari ke-2 menghasilkan persamaan empiris Y= 0,6628x-2,2465 sedangkan dari grafik tersebut juga di peroleh niali R²= 0,9811, nilai ini mendekati atau R²=1 sehingga hubungan kedua variabel kuat

Analisis Biaya Operasional Penambangan Pada PT. Atika Tunggal Mandiri di Jorong Lubuk Jantan, Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

YULIA JAMASTUTI
2019 · Thesis · Open Access

PT. Atika Tunggal Mandiri merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, yang lokasi Izin Usaha Penambangan operasi produksi batu Andesit dengan luas wilayah yang akan dilakukan usaha pertambangan ±99.50 hektar. Pada bulan Agustus tahun 2018 PT. Atika Tunggal Mandiri membuka pit ke 2, setelah dilakukan pengolahan data menggunakan software surpac 6.3.2 diketahui jumlah overburden di pit 2 pada PT. Atika Tunggal Mandiri sebanyak 174.232 ton/m3 dan volume batu Andesit yang dapat ditambang adalah 1.148.048 ton/m3, sehingga lama waktu penggalian berdasarkan kemampuan produktivitas alat berat yang digunakan adalah 5 bulan untuk pengupasan overburden dan 3 tahun untuk penggalian batu Andesit. Dalam perhitungan ekonomi biaya-biaya yang diperlukan dalam kegiatan penambangan secara umum yaitu biaya sewa alat, biaya perbaikan alat, dan biaya tenaga kerja dihitung terpisah dengan biaya overhead. Metode Full costing adalah metode penentuan harga pokok produk dengan memasukkan seluruh komponen biaya produksi sebagai unsur harga pokok yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik tetap. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Full Costing didapatkan biaya operasional penambangan yang dikeluarkan di pit 2 pada PT. Atika Tunggal Mandiri setiap bulannya adalah Rp 887.008.000,-/bulan, sehingga didapatkan total biaya produksi Rp 1.395.376.929,- dan harga pokok batu Andesit adalah Rp 39.867,912,-/ton dengan target produksi 35.000 ton/bulan.