Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

671 item publik

Publikasi

Halaman 31 dari 34

Kajian Teknis Sistem Penyangga Kayu pada Lubang C1G Tambang Batubara Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari (NAL) Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

EVI TARIA
2017 · Thesis · Open Access

PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.

Evaluasi Geometri Peledakan untuk Mendapatkan Nilai Peak Particle Velocity (PPV) < 1 mm/s di PT. Multi Nitrotama Kimia Mining Services Jobs Site PT. Kuansing Inti Makmur, Kab. Muara Bungo, Jambi

BENNY YUHENDRA
2017 · Thesis · Open Access

Penelitian dilakukan di timur, PT. Kuansing Inti Makmur yang berlokasi di desa Tanjung Belit, Muara bungo, Jambi. Peledakan yang dilakukan belum dapat dikatakan berhasil, karena masyarakat disekitar tambang terganggu dengan ground vibration. PT. KIM menetapkan nilai Peak Particle Velocity (PPV) 1 mm/s. Syarat tersebut belum terpenuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi geometri untuk memenuhi syarat tersebut. Pada tahap awal, dilakukan pengukuran lapangan terhadap nilai PPV yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan di pit timur. Pengamatan terhadap jarak pengukuran nilai PPV dari lokasi peledakan dan jumlah bahan peledak yang meledak per delay. Hasil pengukuran lapangan terhadap nilai PPV selanjutnya dapat digunakan untuk nilai PPV pada peledakan selanjutnya di pit timur. Hasil evaluasi geometri pada kegiatan peledakan yang dilakukan di PT. MNK terdapat perubahan burden, spasing, stemming, kolom isian. Untuk geometri pertama dilakukan perubahan burden 5 m, spasing 6 m, stemming 4,5 m, kolom isian 3,5 m, mendapatkan nilai PPV 1,39 mm/s. Geometri kedua burden 4,5 m, spasing 5 m, stemming 4 m, kolom isian 3 m mendapatkan nilai PPV 1,08 mm/s. Geometri ketiga burden 4 m, spasing 4,6 m, stemming 3,6 m, kolom isian 3 m, mendapatkan nilai PPV 0,91 mm/s. Jumlah isian untuk menurunkan getaran tanah akibat peledekan bervariasi untuk jarak 950 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 20,81kg, untuk jarak 900 m memiliki isian bahan peledak sabanyak 18, 53 kg, untuk jarak 850 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 16, 39 kg, untuk jarak 800 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 14, 39 kg. Faktor-faktor untuk menurunkan getaran tanah akibat peledakan diantaranya: jumlah isian, geometri peledakan (burden, spasing, stemming, kedalaman kolom isian).

Analisis Kesesuaian Penataan Lahan Kegiatan Pascatambang Batubara pada PT. Sinamarinda Lintas Nusantara di Kabupaten Dharmasraya Menggunakan Metode SMCE

IQBAL HAPSAUQI
2017 · Thesis · Open Access

Tidak adanya bentuk penanganan yang dilakukan oleh PT. Sinamarinda Lintas Nusantara sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat sekitar dari aktifitas kegiatan pascatambang batubara. Oleh sebab itu dilakukan penelitian mengenai bentuk penataan kesesuaian lahan kegiatan pascatambang di PT. Sinamarinda Lintas Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk kesesuaian lahan yang dapat dilakukan terhadap lahan bekas pertambangan batubara dengan menggunakan metode AHP dan SMCE. Proses yang dilakukan dalam penelitian yakni, menyebarkan kuesioner ke Dinas ESDM, Pertanian, Tata Kota, Pariwisata dan Kehutanan untuk dilakukan penataan lahan menjadi wilayah pembuangan akhir OB, pertanian, pemukiman, pariwisata dan hutan. Berdasarkan hasil kuesioner dari responden dan diolah menggunakan metoda AHP, SMCE didapatkan hasil yaitu lebih sesuai dilakukan penataan lahan kegiatan pascatambang batubara pada PT. SLN menjadi wilayah pariwisata

Perancangan Aplikasi Pengarsipan Surat Program Studi Sistem Informasi pada Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Menggunakan VB.NET 2010

KHAERUL IZMIL AKHIR
2017 · Thesis · Open Access

Arsip merupakan tempat menyimpan naskah atau dokumen penting. Secara umum adalah wujud tulisan dalam bentuk dokumen dalam semua media yang mempunyai nilai historis atau hukum sehingga dapat disimpan secara permanen. Pengarsipan surat secara manual dan rekap laporan belum terstruktur mengakibatkan sulitnya melakukan pencarian ulang surat tersebut dan membutuhkan waktu. Maka dari itu dirancang suatu aplikasi untuk mempermudah Ketua Program Studi dalam proses pencarian laporan surat masuk dan surat keluar yang dibutuhkan, agar mempermudah Ketua Program Studi dalam melakukan pencarian laporan surat masuk dan surat keluar dibutuhkan aplikasi pengarsipan surat masuk dan surat keluar dalam bentuk aplikasi desktop sehingga mempermudah proses pengarsipan surat menjadi lebih baik

Perhitungan Sumberdaya Terukur Batugamping dengan Menggunakan Metode Mean Area dan Kerucut Terpancung pada Blok II PT. Anugrah Halaban Sepakat di Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat

ADHA REGISKA
2017 · Thesis · Open Access

PT. Anugrah Halaban Sepakat merupakan perusahaan tambang batubara swasta yang beroperasi di Nagari Halaban Kecamatan Lareh Sago Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis terletak pada koordinat 100o45'31,83"– 100o45'46,87" Bujur Timur (BT) dan 00o20'21,85"– 00o20'7,69" Lintang Selatan (LS). PT. Anugrah Halaban Sepakat memiliki dua blok penambangan yaitu blok I dan blok II. Pada blok I dengan luas 4,93 Ha dengan sumberdaya terukur 7.290.000 ton dan pada blok II dengan luas 7,30 Ha dengan sumberdaya terunjuk 3.900.000 ton. Pada blok I dengan luas 4,93 Ha memiliki sumberdaya terukur yang lebih besar dari blok II sedangkan pada blok II memiliki area yang lebih luas dibandingkan dengan blok II dengan klasifikasi sumberdaya terunjuk. Penelitian ini akan menghitung sumberdaya terukur pada blok II dengan menggunakan metode mean area dengan jarak antar penampang 25 meter dan metode kerucut terpancung dengan luas area perhitungan 7,30 Ha. Dari hasil pengolahan data didapatkan sumberdaya terukur dengan menggunakan metode mean area sebesar 18.435.936,23 ton (ρ = 2,7 ton /m3) dengan batas elevasi bawah 511 mdpl dan batas elevasi atas 678 mdpl dan dengan menggunakan metode kerucut terpancung didapatkan sumberdaya terukur sebesar 16.573.199,34 ton (ρ = 2,7 ton /m3) dengan batas elevasi bawah 511 mdpl dan batas elevasi atas 655 mdpl.

Perancangan Separator Hasil Akhir Penyulingan Minyak Nilam Pak Akmal di Desa Rimbo Binuang Kab. Pasaman Barat

SEPTIAN DWI PUTRA
2017 · Thesis · Open Access

Pengolahan minyak nilam merupakan usaha yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar ekspor.Dalam pengolahan minyak nilam hal yang paling utama adalah pada proses penyulingan minyak nilam akhir, disini proses penyulingan menggunakan separator yang tidak transparan,biasanya separator ini digunakan untuk pemisah minyak dan air. Separator yang ada pada saat ini terlalu menyulitkan pengrajin untuk melakukan pemisahan minyak, karena masih membutuhkan pengawasan dari seorang pengrajin untuk melihat setiap saat pada separator supaya minyak yang sudah terpisah bisa diambil. Untuk itu perlu dilakukannya perancangan separator hasilakhir penyulingan minyak nilam yang transparan dan terukur dan mengoptimalkan proses penyulingan minyak nilam pada separator. Dari hasil penelitian didapatkan separator yang transparan dan terukur dengan proses penyulingan minyak nilam yang optimal.

Analisis Faktor Keserasian Alat dalam Perencanaan Pengadaan Alat Muat dan Alat Angkut pada Rencana Kegiatan Penambangan Bijih Tembaga PT. Intan Borneo Internasional di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

LINDA SARI
2017 · Thesis · Open Access

PT.Intan Borneo Internasional adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan bijih tembaga, yang terletak di nagari sibarambang kecamatan x koto di ateh kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. PT.Intan Borneo Internasional belum melakukan kegiatan penambangan pada saat ini, pada perencanaan penambangan nanti PT.Intan Borneo Internasional akan melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan mengikuti arah dan kemiringan batuan. dari hasil eksplorasi wilayah IUP pertambangan bijih tembaga seluas 6.745 Ha, yang memiliki luas area pit penambangan 966 Ha.terdapat dua pit penambangan pit 1 seluas 859 Ha,pit 2 seluas 107 Ha dengan total jumlah cadangan kedua pit 2.467.416.00M³. Cadangan tersebut belum ditambang untuk proses produksi, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai perencanaan pengadaan alat muat dan alat angkut untuk menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan nanti, untuk memenuhi sasaran produksi yang ditetapkan perusahaan, perlu ditentukannya faktor keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut agar target produksi dapat tercapai.

Pengembangan Sistem Informasi Administrasi Keuangan Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP MySQL

MARDHATILLAH
2017 · Thesis · Open Access

Perkembangan dunia komputer yang semakin kompleks mendorong setiap individu atau kelompok mau tidak mau harus menerapkannya dalam segala aktifitas. Disadari atau tidak setiap sistem yang ada seakan kurang lengkap ketika masih menggunakan model ataupun pengelolaan secara manual, disamping sangat banyak energi dan sumber daya yang akan terbuang dan akan memakan waktu lebih banyak. Administrasi Keuangan biasanya difungsikan sebagai sarana membangun kerja sama untuk mengelola keuangan yang bertujuan untuk memberikan informasi. Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah banyak administrasi keuangan yang masih menggunakan Microsoft excel dalam pembuatan laporan maupun sarana informasinya, begitu juga dengan administrasi keuangan STTIND Padang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem informasi yang dapat mempermudah dalam pembuatan data laporan keuangan dan membuat database agar lebih efektif dalam penerapannya pada saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi administrasi keuangan dibangun dengan PHP dan MySQL dapat bekerja dengan kemampuan dapat melakukan proses input dan penyimpanan lebih cepat, file data lebih kecil dikarenakan menggunakan database mysql, dan dapat dioperasikan dengan mudah

Optimalisasi Alat Muat dan Alat Angkut pada Penambangan Andesit PT. Koto Alam Sejahtera Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat

M. BAIDOWI
2017 · Thesis · Open Access

PT. Koto Alam Sejahtera (KAS) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan andesit, berlokasi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Perusahaan menargetkan produksi andesit 30.000 ton perbulan, sedangkan produksi lapangan hanya 20.000 ton perbulan. Hal ini dikarenakan adanya boulder andesit sehingga dalam proses pemuatan dan pengangkutan peralatan mekanis kurang efisien dalam bekerja. Sehubungan dengan hal tesebut, maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat, angkut, pada penambangan andesit PT. Koto Alam Sejahtera Berdasarkan data lapangan yang diperoleh dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan dari pengamatan yang dilakukan antara lain:Produksi alat muat excavator hitachi 330 adalah sebesar 22923,81 ton perbulan setelah adanya perbaikan dari efisiensi kerja dan waktu hambatan kerja maka produksi excavator hitachi 330 menjadi 28522,18 ton perbulan. Produksi alat angkut dump truck mitsubishi fuso intercollar 6X4 HD 220 sebanyak 3 unit sebelum perbaikan adalah 28598,32 ton perbulan, setelah dilakukan pengoptimalan alat angkut maka produksinya menjadi 41499,88 ton perbulan. Penyebab tidak tercapainya target produksi sebelum perbaikan adalah waktu kerja yang tidak efektif disebabkan oleh hambatan material pada alat seperti bongkahan andesit yang terlalu besar, dipengaruhi oleh cuaca, pengalaman dan skill dari operator serta adanya waktu standby yang disebabkan oleh waktu perbaikan alat

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

INDAH SULISTIA NINGSIH
2017 · Thesis · Open Access

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

Rancangan Teknis dan Perhitungan Biaya Reklamasi Lahan Bekas Penambangan (Inpit Dump) Blok B PT. Minemex Indonesia, Desa Talang Serdang, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

ROMY MULYADI
2017 · Thesis · Open Access

Kegiatan yang berkaitan dengan penambangan biasanya identik dengan kerusakan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan reklamasi dimana suatu kegiatan penataaan lahan untuk mengembalikan lahan bukaan tambang agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya. Setiap perusahaan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi pada saat mengajukan permohonan IUP operasi produksi perihal tersebut tertuang PP No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan/Pascatambang dan Permen ESDM 07 tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Oleh karena itu perlu perencanaan yang baik dan sempurna agar keberhasilan reklamasi dapat terwujud. Rencana reklamasi yang akan dilakukan yaitu berada di inpit dump blok B PT Minemex Indonesia dengan luas lahan yang telah dilakukan evaluasi pengukuran pada alat ukur digital planimeter KP-90N yaitu seluas 3,8813 hektar ditanami menggunakan tanaman sengon, kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan yaitu mulai dari penataan lahan hingga revegetasi. Dari tahapan-tahapan kegiatan reklamasi tersebut dapat ditentukan biaya langsung dan biaya tidak langsungnya. Berdasarkan rancangan teknis kegiatan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia yang diantaranya adalah kegiatan penataan guna lahan meliputi (penanganan material overburden dan penanganan material top soil) serta kegiatan revegetasi meliputi (penebaran LCC, Pengajiran, penggalian lubang tanam, penyediaan bibit dan pemupukan/perawatan). dari rancangan teknis kegiatan tersebut diperoleh biaya langsung dan tidak langsung, dimana biaya langsung diperoleh dari kegiatan meliputi biaya penataan guna lahan sebesar Rp4.829.341.850,00,- biaya revegetasi sebesar Rp 65.887.000,00,- serta biaya tidak langsung yang diperoleh dari persen biaya langsung yaitu sebesar Rp.954.553.770 maka total biaya keseluruhan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia adalah sebesar Rp 5.849.701.311,00,-.

Perancangan Website Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang Berbasis Kewirausahaan

SOETRISNO EKA PUTRA
2017 · Thesis · Open Access

Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang adalah unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas pokok dan fungsi STTIND Padang di bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Belum adanya wadah atau website untuk memperkenalkan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat, dan belum tersimpannya rekapitulasi penelitian dan pengabdian masyarakat secara terstruktur, serta belum dipasarkannya produk hasil penelitian yang ada pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat. Maka dari itu dibutuhkan sebuah website untuk memperkenalkan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang ke masyarakat serta memasarkan produk hasil penelitian yang ada pada Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) STTIND Padang.

Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Batubara (Fly Ash) di PLTU Ombilin sebagai Bahan Koagulan

YURIKE PUTY
2017 · Thesis · Open Access

Abstrak :Energi listrik salah satunya dihasilkan dari energi kinetik uap yang menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Penggunaan batubara menghasilkan hasil samping yaitu limbah abu dalam jumlah banyak yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah abu salah satunya yaitu menjadikan limbah abu menjadi bahan koagulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat bahan koagulan dengan cara mengekstrak abu terbang dengan menggunakan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 1%,2%,3%,4%,5%,10%, dan 15%. Pengujian kualitas koagulan fly ash ini dilakukan dengan cara dilakukan pengujian pada laboratorium dengan menguji nilai pH, turbidity, dan pengujian jar test guna melihat kualitas dari koagulan fly ash. Hasil dari pengujian laboratorium yaitu didapatkan koagulan pada konsentrasi 4% merupakan hasil terbaik yaitu didapatkan nilai pH 6,98, conductivity 221,8 µS/cm, tubidity 3,50 NTU dari hasil tersebut menyatakan bahwa koagulan fly ash bisa digunakan sebagai bahan alternatif pengganti alum karena sifat yang dimiliki relatif sama dan dari uji jar test hasil pengujian sampel yang menggunakan koagulan fly ash mampu membuat sampel kedalam range standard kualitas air PLTU Ombilin. Karena menjadi bahan alternatif pengganti alum maka dengan menggunakan koagulan fly ash ini juga dapat menguntungkan secara materi.

Rancang Bangun Alat Detektor Konsentrasi Gas Metana Berbasis Sensor MQ2

ARI ARIFA
2017 · Thesis · Open Access

Tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak secara langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu tambang bawah tanah memilki tingkat resiko yang sangat besar terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan tambang terbuka. Kecelakaan pada tambang bawah tanah disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan yang salah satu faktornya adalah gas metana, gas jenis ini memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mudah meledak. Hampir setiap kejadian kecelakan yang terjadi di tambang batubara khususnya di Sawahlunto umumnya disebabkan oleh gas metana yang mengakibatkan terjadinya ledakan di dalam lubang tambang, oleh sebab itu gas metana harus dipantau setiap saat dan untuk memperkecil tingkat kecelakan ledakan tambang kita bisa melakukan pengecekan setiap saat dengan cara membuat atau merancang alat pendeteksi konsentrasi gas metana yang dapat dipasang atau ditempatkan disetiap front penambangan. Alat detektor konsentrasi gas metana ini menggunakan beberapa komponen elektronika yang diantranya dalah sensor yang bertipe MQ2 sebagai pendeteksi konsentrasi gas metana, arduino nano sebagai otak atau pengatur, LCD sebagai menampilkan konsentrasi gas metana yang berupa angka, LED sebagai indikator tingkat konsentrasi gas metana dimana dalam alat ini menggunakan tiga buah LED yang terdiri dari warna biru apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 0%-1%, warna hijau apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 2%-4%, warna merah apabila konsentrasi gas metana 5% ke atas.