DEVI ANGGRAINI
2018 · Book · Open Access
Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.
REFI MARTHA
2018 · Book · Open Access
Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. SIG bisa membantu memetakan tekanan air di suatu wilayah, contohnya menampilkan informasi tentang peta sebaran tekanan air distribusi PDAM Kota Padang untuk Kecamatan Padang Utara. Peta ini dipergunakan untuk mempermudah pengelompokan data tekanan air distribusi untuk tiap kelurahan yang ada di dalam kecamatan Padang Utara, sehingga dapat diketahui kelurahan dengan tekanan air distribusi paling tinggi dan kelurahan dengan tekanan air distribusi paling rendah.
Kata
BENI NOVRIYANTO
2018 · Book · Open Access
Secara umum transportasi memegang peranan penting dalam dua hal yaitu pembangunan ekonomis dan pembangunan non ekonomis.Perusahaan yang menjadikan model transportasi sebagai alat strategi akan mempunyai keunggulan dalam merebut persaingan dengan perusahaan- perusahaan lain yang sejenis. Hal ini karena tidak semua perusahaan mampu melakukan penghematan biaya operasional khususnya distribusi barang. Dalam hal ini perusahaan di tuntut untuk meminimalkan total biaya transportasi.Transportasi dapat didefinisikan sebagai perpindahan barang atau jasa dari satu tempat ketempat lain (tempat asal ke tempat tujuan), oleh sebab itu dalam kajian ini akan dibahas tentang bagaimana cara pengiriman barang atau jasa dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan meminimumkan biaya transportasi.Dari tujuan penelitian merencanakan pendistribusian barang dengan menentukan biaya transportasi yang optimal dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penerapan model transportasi yang cocok adalah model VAM dan MODI diperoleh biaya pendistribusian barang yang optimal yaitu dari Rp 17.100.000 menjadi Rp 16.475.000 sehingga terjadi penurunan biaya sebesar Rp 625.000,- atau 3,65%.
MARDIYANTO
2017 · Book · Open Access
Dalam melakukan operasi produksi batubara PT. Minemex Indonesia menggunakan alat mekanis yang terdiri atasExcavatorKobelco SK 300 PC 1 unit, bulldozer D65 DX 1 unit, Grader G930 1 unit, Dump Truck Fusso 220 PC 5 unit.Pada bulan Agustus tahun 2017PT. Minemex Indonesia menetapkan target produksi batubara mencapai 100.000 ton/bulan dan pengupasan overburden mencapai 380.000 bcm bulandengan stripping ratio sebesar 2. Maka sekiranya perlu diadakan analisa teknik terhadap kebutuhan alat muat ExcavatorKobelco SK 330 dan alat angkut Dump Truck Fusso 220 PCpada penambangan batubara pada PT. MMI Indonesia. Hal ini dikarenakan berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan masih sering terjadinya tidak keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut dikarenakan adanya peralatan yang tidak bekerja dengan efisien.Faktor keserasian alat yang tidak serasi (Macth Factor) lebih kecil dari 1 menyebabkan alat muat menunggu. Berdasarkan perhitunganya, faktor keserasian eexcavator cobelco SK 330 dan dump truck fusso 220 PC untuk produksi batubara pada PT. Minemex Indonesia adalah sebesar 0,71. Jumlah alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan untuk mencapai faktor keserasian adalah 1 unit untuk alat muat dan 7 unit untuk alat angkut.Produksi Dump Truck Fusso 220 PC sebesar 31.549,2 ton/bulan dengan jumlah alat angkut sebnayak 5 unit. Setelah dilakukan penambahan alat angkut menjadi 7 unit maka produksi menjadi 44.168,88 ton/bulan
DEBBY TAUFIA SHALES
2017 · Book · Open Access
PT. Bakapindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batukapur dengan target produksi 15.000 ton/bulan, dengan sistem tambang terbuka yaitu metode quarry. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengeboran serta peledakan batukapur, mencapai fragmentasi yang optimal dan menghitung biaya yang dikeluarkan untuk pengeboran serta peledakan batukapur. Untuk melakukan pemberaian batuan PT. Bakapindo melakukan pengeboran serta peledakan batukapur. Data yang diambil pada penelitian ini terdiri dari dua aspek yaitu aspek teknis dan ekonomis. Aspek teknis yaitu burden, spasi, kedalaman lubang ledak, panjang isian, stemming, subdrilling. Sedangkan aspek ekonomisnya data harga perlengkapan pengeboran serta peledakan dan data upah operator. Untuk pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung ke lapangan terutama mengenai biaya dari kegiatan pengeboran serta peledakan. Berdasarkan perhitungan geometri aktual, fragmentasi batuan ukuran 40 cm yang dihasilkan adalah sebesar 71,45 % dan geometri menurut persamaan RL Ash berukuran 40 cm adalah sebesar 80,67 %. Untuk biaya operasional pengeboran dan peledakan aktual adalah Rp. 83.847.650.- /bulan. Sedangkan biaya operasional pengeboran dan peledakan menurut persamaan RL Ash adalah Rp. 81.041.420.- /bulan.
IQBAL HAPSAUQI
2017 · Book · Open Access
Tidak adanya bentuk penanganan yang dilakukan oleh PT. Sinamarinda Lintas Nusantara sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat sekitar dari aktifitas kegiatan pascatambang batubara. Oleh sebab itu dilakukan penelitian mengenai bentuk penataan kesesuaian lahan kegiatan pascatambang di PT. Sinamarinda Lintas Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk kesesuaian lahan yang dapat dilakukan terhadap lahan bekas pertambangan batubara dengan menggunakan metode AHP dan SMCE. Proses yang dilakukan dalam penelitian yakni, menyebarkan kuesioner ke Dinas ESDM, Pertanian, Tata Kota, Pariwisata dan Kehutanan untuk dilakukan penataan lahan menjadi wilayah pembuangan akhir OB, pertanian, pemukiman, pariwisata dan hutan. Berdasarkan hasil kuesioner dari responden dan diolah menggunakan metoda AHP, SMCE didapatkan hasil yaitu lebih sesuai dilakukan penataan lahan kegiatan pascatambang batubara pada PT. SLN menjadi wilayah pariwisata
BENNY YUHENDRA
2017 · Book · Open Access
Penelitian dilakukan di timur, PT. Kuansing Inti Makmur yang berlokasi di desa Tanjung Belit, Muara bungo, Jambi. Peledakan yang dilakukan belum dapat dikatakan berhasil, karena masyarakat disekitar tambang terganggu dengan ground vibration. PT. KIM menetapkan nilai Peak Particle Velocity (PPV) 1 mm/s. Syarat tersebut belum terpenuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi geometri untuk memenuhi syarat tersebut. Pada tahap awal, dilakukan pengukuran lapangan terhadap nilai PPV yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan di pit timur. Pengamatan terhadap jarak pengukuran nilai PPV dari lokasi peledakan dan jumlah bahan peledak yang meledak per delay. Hasil pengukuran lapangan terhadap nilai PPV selanjutnya dapat digunakan untuk nilai PPV pada peledakan selanjutnya di pit timur. Hasil evaluasi geometri pada kegiatan peledakan yang dilakukan di PT. MNK terdapat perubahan burden, spasing, stemming, kolom isian. Untuk geometri pertama dilakukan perubahan burden 5 m, spasing 6 m, stemming 4,5 m, kolom isian 3,5 m, mendapatkan nilai PPV 1,39 mm/s. Geometri kedua burden 4,5 m, spasing 5 m, stemming 4 m, kolom isian 3 m mendapatkan nilai PPV 1,08 mm/s. Geometri ketiga burden 4 m, spasing 4,6 m, stemming 3,6 m, kolom isian 3 m, mendapatkan nilai PPV 0,91 mm/s. Jumlah isian untuk menurunkan getaran tanah akibat peledekan bervariasi untuk jarak 950 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 20,81kg, untuk jarak 900 m memiliki isian bahan peledak sabanyak 18, 53 kg, untuk jarak 850 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 16, 39 kg, untuk jarak 800 m memiliki isian bahan peledak sebanyak 14, 39 kg. Faktor-faktor untuk menurunkan getaran tanah akibat peledakan diantaranya: jumlah isian, geometri peledakan (burden, spasing, stemming, kedalaman kolom isian).
EVI TARIA
2017 · Book · Open Access
PT. Nusa Alam Lestari (PT. NAL) merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan batubara bawah tanah. (underground mining), dengan tujuan penelitian menganalisis berapa kekuatan penyangga di lubang bukaan C1G dan menganalisis nilai Faktor Keamanan (Safety Factor) sistem penyanggaan di lubang bukaan C1G. PT. NAL melakukan upaya menjaga kestabilitasan lubang bukaan atau tunnel dengan menggunakan penyangga kayu, pada penyanggaan kayu sendiri terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kekuatannya seperti kelembaban dan temperatur. Penelitian ini dilakukan pada lubang bukaan C1G karena pada lubang bukaan tersebut masih terdapat 2 (dua) kayu penyangga yang patah dan penggunaan kayu penyangga yang sudah lama dan rapuh sehingga sudah tidak layak lagi, posisi tiang penyangga yang tidak pada tempatnya, dan jarak antar penyangga yang berbeda-beda karena jarak yang seharusnya adalah jarak antar penyangga yang sama, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan penyangga dalam menahan beban massa batuan yang berada di sekitar penyangga. Berdasarkan perhitungan, kekuatan penyangga kayu di lubang bukaan C1G pada PT. NAL dengan menggunakan persamaan Protodyakonov dengan menggunakan sistem penyangga three piece sets, yaitu a. Beban persatuan panjang yang dihasilkan (qt) dengan jarak yang berbeda-beda adalah 8,097 t/m, 11,432 t/m, 10,478 t/m, 11,907 t/m, 10,954 t/m, 11,716 t/m, 9,811 t/m, 12,383 t/m, 10,288 t/m, dan 11,240 t/m. b. Tinggi parabolik sebagai tinggi beban (h) 4,396 m. c. Tekanan pada penyangga (σt) 16,446 t/m2. d. Beban maksimal yang diizinkan pada penyangga (Pmax) 21,75 ton. Serta untuk nilai Faktor Keamanan (FK) sistem penyanggan C1G pada PT. NAL memiliki nilai rata-rata 0,390 (FK1), maka penyangga dapat dikatakan tidak aman untuk digunakan dalam sistem penyanggaan.
YULIANA AZRAH
2017 · Book · Open Access
PT. Nusa Alam Lestari, (PT. NAL) merupakan perusahaan pertambangan dengan melakukan sistem penambangan bawah tanah, menggunakan metode room and pillar. Penambangan bawah tanah di PT. NAL dilakukan pada 8 lubang bukaan utama, dengan kondisi dalam lubang yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan pada lubang bukaan C1D, dengan tujuan penelitian menganalisis kebutuhan udara yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan udara para pekerja di lokasi C1D dan menganalisis bagaimana kondisi kualitas dan kuantitas udara di lokasi C1D udara. Berdasarkan perhitungan, kuantitas udara yang diperlukan pada tambang bawah tanah PT. NAL adalah untuk kebutuhan pernafasan, kebutuhan udara pada front kerja dan kebutuhan udara untuk penetralan gas methan. Jadi jumlah kebutuhan udara yang diperlukan di lokasi lubang bukaan C1D untuk 6 orang pekerja sebesar (0,18 m3/detik), udara yang dibutuhkan dalam front kerja sebesar (0.38 m3/detik) dan untuk menetralkan gas methan (0,198 m3/detik) dengan kuantitas udara keseluruhan (3,32 m3/detik). Untuk kualitas udara yang ada pada lubang bukaan C1D yaitu oksigen (O2) 20,7-20,9% dan untuk (CO, H2S, CH4 ) 0% untuk kondisi saat ini baik dan kadar gas-gas pengotor yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan. Sedangkan untuk temperatur efektif sebesar 22-34oC dan untuk kelembaban relatif 60-99 % untuk kelembaban kurang efektif karena masih ada yang melewati NAB maksimum yang tertulis dalam Kepmen 555K-1995.
LINDA SARI
2017 · Book · Open Access
PT.Intan Borneo Internasional adalah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan mineral yaitu pertambangan bijih tembaga, yang terletak di nagari sibarambang kecamatan x koto di ateh kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. PT.Intan Borneo Internasional belum melakukan kegiatan penambangan pada saat ini, pada perencanaan penambangan nanti PT.Intan Borneo Internasional akan melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan mengikuti arah dan kemiringan batuan. dari hasil eksplorasi wilayah IUP pertambangan bijih tembaga seluas 6.745 Ha, yang memiliki luas area pit penambangan 966 Ha.terdapat dua pit penambangan pit 1 seluas 859 Ha,pit 2 seluas 107 Ha dengan total jumlah cadangan kedua pit 2.467.416.00M³. Cadangan tersebut belum ditambang untuk proses produksi, kondisi itu kelihatan harus adanya jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut yang akan digunakan. Untuk itulah dalam penelitian ini dilakukan analisis mengenai perencanaan pengadaan alat muat dan alat angkut untuk menentukan jumlah alat muat dan alat angkut yang akan digunakan dalam kegiatan penambangan nanti, untuk memenuhi sasaran produksi yang ditetapkan perusahaan, perlu ditentukannya faktor keserasian kerja antara alat muat dan alat angkut agar target produksi dapat tercapai.
JULIANA
2017 · Book · Open Access
Optimasi Pelaksanaan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) untuk Meningkatkan Saving Kwh dan Menekan Susut Non Teknis di PT. B'Right PLN Batam
ULIL MUSLIMIN
2017 · Book · Open Access
Percobaan Pembuantan Partikel Board dengan Menggunakan Limbah Pengolahan Kulit Kayu Manis
SEPTIAN DWI PUTRA
2017 · Book · Open Access
Pengolahan minyak nilam merupakan usaha yang mampu memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi pada pasar ekspor.Dalam pengolahan minyak nilam hal yang paling utama adalah pada proses penyulingan minyak nilam akhir, disini proses penyulingan menggunakan separator yang tidak transparan,biasanya separator ini digunakan untuk pemisah minyak dan air. Separator yang ada pada saat ini terlalu menyulitkan pengrajin untuk melakukan pemisahan minyak, karena masih membutuhkan pengawasan dari seorang pengrajin untuk melihat setiap saat pada separator supaya minyak yang sudah terpisah bisa diambil. Untuk itu perlu dilakukannya perancangan separator hasilakhir penyulingan minyak nilam yang transparan dan terukur dan mengoptimalkan proses penyulingan minyak nilam pada separator. Dari hasil penelitian didapatkan separator yang transparan dan terukur dengan proses penyulingan minyak nilam yang optimal.
ZAIVA VALEVI USLAMARTA
2017 · Book · Open Access
Perancangan Aplikasi Data Siswa SMA Pertiwi 1 Padang Menggunakan Bahasa Pemrograman Java Netbeans 7.1.1
OKTA SUHENDRA
2017 · Book · Open Access
Analisa Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dalam Maminimalisir Tingkat Kecelakaan Kerja pada Lantai Produksi di PT. Gunung Naga Mas, Kecamatan Pauh Padang
SEPRI MAHDI
2017 · Book · Open Access
Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Komponen - Komponen Meja Belajar dengan Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP)
INDAH SULISTIA NINGSIH
2017 · Book · Open Access
Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).
DIA SARI PERMATA
2017 · Book · Open Access
Penggunaan Kitosan dari Cangkang Keong Sawah (Pila Ampullacea) sebagai Biokogulan dalam Penurunan Kadar BOD, COD, TSS dan Nitrogen Total pada Limbah Cair Pabrik Tahu
FERDIAN PUTRA
2017 · Book · Open Access
Tingkat Kebisingan Lalu Lintas Kendaraan di Gedung I Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang
INTAN PURNAMA SARI
2017 · Book · Open Access
Analisis Tingkat Kelelahan terhadap Pengemudi PT. Sarah Nursyifa Transport Menggunakan Reaction Time