ROMY MULYADI
2017 · Book · Open Access
Kegiatan yang berkaitan dengan penambangan biasanya identik dengan kerusakan lingkungan bila tidak dikelola dengan baik, oleh karena itu perlu dilakukannya kegiatan reklamasi dimana suatu kegiatan penataaan lahan untuk mengembalikan lahan bukaan tambang agar dapat digunakan kembali sesuai dengan peruntukannya. Setiap perusahaan wajib menyediakan dana jaminan reklamasi pada saat mengajukan permohonan IUP operasi produksi perihal tersebut tertuang PP No. 78 Tahun 2010 tentang reklamasi dan/Pascatambang dan Permen ESDM 07 tahun 2014 tentang pelaksanaan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara. Oleh karena itu perlu perencanaan yang baik dan sempurna agar keberhasilan reklamasi dapat terwujud. Rencana reklamasi yang akan dilakukan yaitu berada di inpit dump blok B PT Minemex Indonesia dengan luas lahan yang telah dilakukan evaluasi pengukuran pada alat ukur digital planimeter KP-90N yaitu seluas 3,8813 hektar ditanami menggunakan tanaman sengon, kegiatan reklamasi yang akan dilaksanakan yaitu mulai dari penataan lahan hingga revegetasi. Dari tahapan-tahapan kegiatan reklamasi tersebut dapat ditentukan biaya langsung dan biaya tidak langsungnya. Berdasarkan rancangan teknis kegiatan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia yang diantaranya adalah kegiatan penataan guna lahan meliputi (penanganan material overburden dan penanganan material top soil) serta kegiatan revegetasi meliputi (penebaran LCC, Pengajiran, penggalian lubang tanam, penyediaan bibit dan pemupukan/perawatan). dari rancangan teknis kegiatan tersebut diperoleh biaya langsung dan tidak langsung, dimana biaya langsung diperoleh dari kegiatan meliputi biaya penataan guna lahan sebesar Rp4.829.341.850,00,- biaya revegetasi sebesar Rp 65.887.000,00,- serta biaya tidak langsung yang diperoleh dari persen biaya langsung yaitu sebesar Rp.954.553.770 maka total biaya keseluruhan reklamasi pada inpit dump Blok B PT Minemex Indonesia adalah sebesar Rp 5.849.701.311,00,-.
MAWARDI
2017 · Book · Open Access
PT Guguk Tinggi Coal adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan lokasi penambangan berada di Desa Salak, Kecematan Sijiantang Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat. Kegiatan penambangan batubara PT. Guguk Tinggi Coal melakukan beberapa rangkaian kegiatan diawali dengan pengupasan tanah pucuk (top soil), pembongkaran tanah penutup (overburden), dan kegiatan penggalian (extraction) batubara. Pada rangkaian kegiatan tersebut akan terbentuk lereng-lereng (slope) yang menunjang kegiatan aktifitas penambangan, di PT. Guguk Tinggi Coal terdapat deformasi struktur yang cukup besar seperti temukan patahan, lipatan, dan kekar. Deformasi struktur ini harus dipantau untuk menjaga kestabilan lereng pada tambang terbuka. Selain itu perusahaan juga belum melakukan pengukuran kelas massa batuan dan faktor keamanan pada lereng tambang terbuka. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan pendekataan klasifikasi massa batuan (Rock Mass Rating) dimana terdiri dari beberapa parameter. Parameter-parameter tersebut adalah Uniaxial Compressive Strength (UCS) melalui pengujian point load index, Rock Quality Designation (RQD) melalui scanline sepanjang 10 m, Jarak antar spasi kekar (Spacing of discontinuities), Kondisi kekar (Condition of discontinuities), Kondisi air tanah (Groundwater conditions) dan Orientasi kekar. Diperoleh kelas massa batuan berdasarkan klasifikasi Bieniawski 1989, tergolong batuan baik dengan bobot 65 yaitu terletak pada range 80-61, dengan material penyusun ialah batulanau (siltstone). Berdasarkan perhitungan dan analisis tentang kestabilan lereng menggunakan data seperti sudut geser dalam, kohesi, bobot isi batuan, ketinggian dan kemiringan lereng, menunjukan nilai faktor keamanan ialah F= 5,9 dan F= 6,87, nilai tersebut tergolong aman, dengan safety factor F>1,25.
YURIKE PUTY
2017 · Book · Open Access
Abstrak :Energi listrik salah satunya dihasilkan dari energi kinetik uap yang menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya. Penggunaan batubara menghasilkan hasil samping yaitu limbah abu dalam jumlah banyak yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan benar. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menangani limbah abu salah satunya yaitu menjadikan limbah abu menjadi bahan koagulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat bahan koagulan dengan cara mengekstrak abu terbang dengan menggunakan asam sulfat dengan variasi konsentrasi 1%,2%,3%,4%,5%,10%, dan 15%. Pengujian kualitas koagulan fly ash ini dilakukan dengan cara dilakukan pengujian pada laboratorium dengan menguji nilai pH, turbidity, dan pengujian jar test guna melihat kualitas dari koagulan fly ash. Hasil dari pengujian laboratorium yaitu didapatkan koagulan pada konsentrasi 4% merupakan hasil terbaik yaitu didapatkan nilai pH 6,98, conductivity 221,8 µS/cm, tubidity 3,50 NTU dari hasil tersebut menyatakan bahwa koagulan fly ash bisa digunakan sebagai bahan alternatif pengganti alum karena sifat yang dimiliki relatif sama dan dari uji jar test hasil pengujian sampel yang menggunakan koagulan fly ash mampu membuat sampel kedalam range standard kualitas air PLTU Ombilin. Karena menjadi bahan alternatif pengganti alum maka dengan menggunakan koagulan fly ash ini juga dapat menguntungkan secara materi.
None
2017 · Book · Open Access
PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI NAGARI PARAMBAHAN KEC LIMO KAUM KAB TANAH DATAR Nama : Andre Ristio Amsyar NPM : 1310024428029 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT RINGKASAN Abstrak : Nagari Parambahan, Kecamatan Limo Kaum, kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Desa ini terletak di ketinggian 500-850 meter diatas permukaan laut dengan luas 499 Ha. Nagari Parambahan ini di huni sebanyak 615 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 3001 jiwa pada tahun 2016. Pada kondisi sekarang, sebagian wilayah di nagari Parambahan penyediaan air bersihnya bersumber dari mata air dan 1 unit sumur bersama. Ada tiga sumur pribadi, atau dengan kata lain warga belum teraliri akses air bersih sehingga warga harus berjalan kaki beberapa meter untuk mendapatkan akses air bersih. Pada musim panas sumber air ini mengalami penurunan yang besar sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan air bersih warga. Oleh karena itu dilakukan perencanaan penyediaan air bersih di daerah tersebut, sehingga pada masa mendatang masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih. Dari hasil pemeriksaan kualitas sumber air baku dan dibandingkan dengan standar kualitas air bersih yaitu PP. No 82 Tahun 2001 dan KepMenKes RI No 907 Th 2002 dapat kita tentukan pengolahan yang digunakan adalah dengan penambahan desinfektan. Dengan perkiraan perkembangan penduduk yang terjadi sekitar 20 tahun mendatang sebesar 43,82% dan jumlah penduduk sebesar 5342 jiwa, maka banyaknya kebutuhan air bersih warga di Nagari Parambahan adalah sebesar 3,9 liter/detik.
PERDANA AFDHAL
2017 · Book · Open Access
Aplikasi Teori Antrian (Queueing Theory) Terhadap Pelayanan Teller Pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Dhamasraya
ROBBY RAHMAT
2017 · Book · Open Access
EVALUASI SISTEM VENTILASI TUNNEL 1 DAN TUNNEL 2 PADA PT. ALLIED INDO COAL JAYA, DESA SALAK, KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Robby Rahmat NPM : 1210024427047 Pembimbing I : Rusnoviandi, ST, MM Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT ABSRAK PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel 1 dan tunnel 2 PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 6,76 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 1,52 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, Front B1-J2 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 1,82 m3/s, Front B1-J3 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 0,90 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel 1 dan tunnel 2 yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel 1 dan tunnel 2 adalah dari (27-31 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menggunakan sofware kazemaru setelah di pasang main fan (sistem hisap) arah aliran udara lebih besar dari crosscut I dan lubang utama tunnel II yang sebaiknya dipasang pintu angin untuk mengatur arah udara menuju crosscut II menuju main fan.
LINDA DEFIANTI
2017 · Book · Open Access
ABSTRAK
Analisis Briket Limbah Tempurung Kelapa Dan Minyak Tanah Ditinjau Dari Nilai Kalori dan Keekonomisan Di Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai
Nama : Linda Defianti
NPM : 1210024428002
Pembimbing I : Yaumal Arbi, ST. MT
Pembimbing II : Sri Yanti Lisha, ST. M.Si
Kelapa adalah tumbuhan yang hampir semua bagiannya bisa dimanfaatkan, terutama oleh masyarakat pesisir pantai. Sebagai daerah kepulauan, sebagian besar pesisir pantai Mentawai ditumbuhi oleh pohon kelapa. Menurut data dari pemerintahan daerah Mentawai tahun 2016, luas perkebunan tanaman kelapa di Mentawai adalah sebesar 7.910,75 ha dengan jumlah produksi 7.634 ton. Kelapa yang dihasilkan diolah menjadi kopra dan sebagian digunakan untuk konsumsi rumah tangga, limbah tempurung yang dihasilkan biasanya ditinggal begitu saja dan sampah rumah tangga dibuang ke laut, sehingga merusak perairan kelautan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk pengolahan limbah ini adalah mengelolanya menjadi briket. Briket dapat dijadikan sebagai bahan bakar, dengan hal ini permasalahan kelangkaan bahan bakar yang selama ini terjadi, bisa sedikit teratasi. Briket yang dibuat dari limbah tempurung kelapa memiliki nilai kalori yang tinggi. Dari hasil penelitian lapangan didapatkan nilai kalori untuk 1 kg briket 2.048 Kal/g dengan waktu pembakaran selama 3 jam 20 menit sedangkan nilai kalori untuk 1 L minyak tanah 3.193,75 Kal/g dengan waktu pembakaran selama 3 jam 19 menit. Hasil penelitian yang didapatkan dengan menggunakan bom calorimeter nilai kalori briket 7.486,5 Kal/g dan minyak tanah 11.039,5 Kal/g. Pada percobaan yang dilakukan di lapangan 1 kg briket bisa mendidihkan ± 33 L air dengan biaya Rp 50/L air sedangkan 1 L minyak tanah bisa mendidihkan ± 47 L air dengan biaya Rp 212,76/L air. Walaupun nilai kalori minyak tanah lebih tinggi briket tetapi dari segi harga dan ketersediaan bahan baku briket lebih ekonomis daripada minyak tanah. Apabila penggunaan briket diaplikasikan ke masyarakat maka banyak masalah yang teratasi seperti permaslahan sampah dan kelangkaan bahan bakar yang sering terjadi.
RANDI PERMANA PUTRA
2017 · Book · Open Access
Pemanfaatan Limbah Batang Talas (Colocasia Esculenta) Menjadi CMC (Carboxy Methyl Cellulose)
Nama : Randi Permana Putra
NPM : 1310024428028
Pembimbing I : Andi Irawan, MT
Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd
RINGKASAN
Batang talas merupakan limbah, dimana mengandung selulosa dengan kadar 1 % yang pada umumnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan selulosa dalam limbah batang talas sebagai bahan baku pembuatan karboksimetil selulosa (Na-CMC), serta karakteristik CMC seperti perolehan, kemurnian, kadar NaCl, derajat substitusi (DS), kekentalan, pH, kadar air, kemiripan gugus fungsi dengan pengujian menggunakan FTIR. Dalam prosesnya, limbah batang talas mula-mula dibuat menjadi tepung/ serbuk batang talas dengan jalan penghancuran dan pengeringan. Kemudian serbuk/ tepung batang talas tersebut mengalami proses alkalisasi. Alkalisasi dilakukan dengan mereaksikan selulosa dengan NaOH 10 - 40% dengan pelarut isopropil alkohol pada suhu 30 °C selama 90 menit, dilanjutkan eterifikasi dengan natrium kloroasetat 1-5 g pada suhu 50-80 °C selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan rendemen dari CMC batang talas yakni 7,7% dan karakteristik CMC yaitu : kemurnian 95,57%; kadar NaCl 4,43%; DS 0,13; kekentalan 2 cP; pH 8; kadar air 5,1% dan kemiripan gugus fungsi dengan CMC dari Wako Pure Chemical Industries, Ltd. Berdasarkan hasil analisa laboratorium diatas termasuk dalam grade kedua menurut SNI 06-3736-1995.
AGUSTRA FIRNANDO
2017 · Book · Open Access
ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA PENGUPASAN BATUBARA PADA PIT SUBAHAN PT. NAN RIANG KECAMATAN MUARA TAMBESI KABUPATEN BATANGHARI PROVINSI JAMBI Nama : Agustra Firnando NPM : 1110024427005 Pembimbing I : Teguh Ariefianto, ST Pembimbing II : Tri Ernita, ST. MP ABSTRAK Kegiatan operasi produksi pada pit Subahan PT. Nan Riang menggunakan banyak peralatan mekanis dan jumlah tenaga kerja yang banyak. Perhitungan anggaran biaya pada pengupasan batubara pada pit Subahan dapat mewakili pit-pit yang lain. Perhitungan anggaran biaya yang dilakukan oleh PT. Nan Riang masih bersifat umum. Kondisi ekonomi yang belum stabil dengan rendahnya harga jual batubara sehingga perlu diperlukan analisis mengenai biaya. Pada penelitian ini akan menganalisis perhitungan biaya pengupasan batubara dengan realisasi selama satu bulan yaitu April 2016. Dari pengolahan data, target produksi batubara 30.000 ton/bulan yang direncanakan belum tercapai. Berdasarkan realisasi April 2016 produksi batubara hanya sebesar 39.392,08 ton. Biaya pengupasan batubara pada April 2016 adalah Rp 1.072.786.000,00. Biaya pengupasan batubara per ton adalah Rp 27.300,00
SHELIA ZENI WINARA
2017 · Book · Open Access
PENGARUH TINGKAT KEBISINGAN DENGAN RENCANA TATA BANGUNAN DI PANTAI CAROCOK PAINAN
Nama : Shelia Zeni Winara
NPM : 1310024428023
Pembimbing I : Ir. Candrianto, M.Pd
Pembimbing II : Yaumal Arbi, MT
ABSTRAK
Polusi tidak hanya terjadi pada udara, tanah, maupun air, tetapi juga termasuk polusi suara yang berupa kebisingan. Kebisingan diartikan sebagai suara yang tidak dinginkan atau suara keras yang tidak menyenangkan. Kebisingan dapat memberikan dampak berbahaya bagi kesehatan yaitu dapat menyebabkan tuli, gangguan saraf, gangguan menal, masalah jantung, tekanan darah tinggi, pusing dan bahkan insomnia. Penelitian terhadap pengaruh tingkat kebisingan dengan rencana tata bangunan di Pantai Carocok Painan dilakukan di Sekitar daerah Pantai Carocok. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh tingkat kebisingan dengan Rencana Tata Bangunan di Pantai Carocok Painan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Soud Level Meter dan wawancara dengan masyarakat di sekitar Pantai Carocok Painan. Dari hasil yang peneliiitian didapatkan yaitu tingkat kebisingan di Area Parkir Pantai Carocok, di Perumahan Penduduk yang berjarak ±300 m, di Perumahan Penduduk yang berjarak ±650 m dan di Perumahan Penduduk yang berjarak ±900 m pada saat hari libur maupun pada saat hari biasa melebihi baku mutu yang telah di tetapkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan bahwasanya untuk daerah Rekreasi adalah 70 db(A)
M. IRSYAD
2017 · Book · Open Access
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Briket Arang Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Nama : M. Irsyad
NPM : 1210024428003
Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT
Pembimbing II : Hendri Sawir, ST, MSi
ABSTRAK
Pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan dan kehutanan sangat perlu dilakukan karena limbah ini sangat berharga dan bernilai ekonomi tinggi bila dimanfaatkan. karena apabila di olah limbah tersebut bisa menjadi salah satu energI terbarukan. Energi terbarukan itu adalah pemanfaatan energi biomassa. Biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan salah satunya limbah perkebunan yaitu limbah cangkang kelapa sawit. Limbah kelapa sawit ini menimbulkan adanya masalah lingkungan seperti: estetika lingkungan, penyempitan lahan dan bisa menjadi sumber penyakit. Pengolahan limbah cangkang kelapa sawit dapat dilakukan dengan menjadikan limbah cangkang menjadi briket. Briket dapat menggantikan minyak tanah, pembuatan briket menggunakan bahan perekat yang mengandung pati, selain tepung tapioka bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi perekat salah satunya adalah tepung kanji. Pembuatan briket arang ini di lakukan dengan beberapa variasi Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah gravimetri untuk pengujian kadar air dan abu, metoda Bomb Calorimeter untuk pengujian nilai kalori. Dari penelitian ini dengan 3 macam variasi komposisi campuran yaitu 95%:5%, 90%:10%, 85%:15% dengan urutan arang cangkang : tepung kanji. Maka didapatkan semua komposisi briket ini masih dibawah atau lebih bagus dari standar kualitas briket sesuai SNI 01-6325-2000. Masing-masing campuran briket memiliki pengaruh terhadap kualitas briket untuk kadar air, kadar abu dan nilai kalori pada briket kulit kakao tersebut. Briket yang paling bagus dilihat dari parameter diatas adalah dengan campuran 90% arang cangkang dan 10% perekat.
FITRI GUSMI
2017 · Book · Open Access
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN NAGARI PARIT MALINTANG KABUPATEN PADANG PARIAMAN NGAN MENGGUNAKAN BAHAS PEMROGRAMAN JAVA
Nama : Fitri Gusmi
NPM : 1010024262003
Pembimbing I : Veni Wedyawati, M. Kom
Pembimbing II : Eko Emri Jaya, M. Kom
ABSTRAK
Nagari Parit Malintang merupakan salah satu dari enam puluh nagari (60) yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Saat ini Nagari Parit Malintang menggunakan sistem konvensional dalam pembuatan laporan keuangan yaitu pencatatan pada sebuah buku, kemudian direkap kembali untuk membuat laporan keuangan. Sistem tersebut mempunyai banyak kekurangan diantaranya memungkinkan adanya kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem informasi untuk mempermudah Nagari Parit Malintang dalam pembuatan laporan keuangan. Dengan adanya sistem informasi ini diharapkan dapat mempermudah Nagari Parit Malintang dalam Pengelolaan laporan keuangan yang lebih cepat, tepat efektif dan efisien sehingga dapat menimalisir kesalahan dan mengoptimalkan keamanan data.
None
2017 · Book · Open Access
KAJIAN TEKNIS KEMAMPUAN PRODUKSI CRUSHER PLANT DALAM MEMENUHI TARGET PRODUKSI BATUGAMPING PT. SEMEN PADANG DI BUKIT KARANG PUTIH KOTA PADANG SUMATERA BARAT Nama : Abdullah Fikri NPM : 1110024427003 Pembimbing I : Drs. Murad, MS, MT Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, MEng RINGKASAN PT. Semen Padang melakukan penambangan batugamping dan silika di Bukit Karang Putih dan Bukit Ngalau dengan metode tambang terbuka (quarry), dimulai dari perintisan (pioneering), pembersihan areal pengeboran (dozing), pengeboran (drilling), peledakan (blasting), pemuatan (loading), pengangkutan (hauling), peremukan (crushing), sampai ke pembuatan semen. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaksanaan kegiatan mengalami sedikit permasalahan, ini dikarenakan belum tercapainya target produksi yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pabrik tahun 2015 yaitu 23.598,96 ton/hari, sedangkan batugamping yang diproduksi crusher hanya 22.131,71 ton/hari. Penggunaan mobile crusher II, hammer crusher LSC III A dan III B, pada unit rangkaian alat peremuk masih kurang efektif, hal ini dikarenakan jumlah feeding yang masuk masih relatif kecil. Untuk mosher II baru sebesar 1.237,90 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 2.000 ton/jam, hammer crusher LSC III A baru sebesar 1.045,58 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.500 ton/jam dan untuk hammer crusher LSC III B baru sebesar 1.194,43 ton/jam padahal kapasitas teoritisnya bisa mencapai 1.700 ton/jam. Pencapaian sasaran produksi tahun 2016 sebesar 23.556,72 ton/hari dapat dilakukan melalui alternatif perbaikan, yaitu dengan cara membuat waktu gilir pada masing-masing alat peremuk yaitu mobile crusher II selama 12 hari, hammer crusher LSC III A selama 8 hari dan LSC III B selama 9 hari dan dengan menambah jumlah umpan yang masuk ke alat peremuk masing-masing sebesar 264 ton/jam. Efektivitas dari setiap crusher setelah dilakukan alternatif perbaikan mengalami peningkatan untuk penambahan umpan pada feeder hoopernya. Dari mobile crusher II yaitu dari 61,89 % menjadi 75,09 %, hammer crusher LSC III A dari 69,70 % menjadi 87,30 % dan hammer crusher LSC III B dari 70,26 % menjadi 85,79 %. Produksi batugamping pecah menjadi lebih besar setelah melakukan proses jalan bergilir dan penambahan jumlah feeding dari ketiga crusher tersebut. Jumlah produksi yang dihasilkan sebesar 832.506,2 ton/bulan atau sama dengan 28.707,11 ton/hari dari target produksi sebesar 23.556,72 ton/hari. Selisih yang didapat yaitu 5.150,39 ton/hari atau meningkat 21,86 % dari target.
FADLI AULIA
2017 · Book · Open Access
ANALISIS GEOMETRI PELEDAKAN UNTUK MENCAPAI TARGETPRODUKSI OVERBURDEN TAMBANG TERBUKA PADA PT. ALLIED INDO COAL DESA PARAMBAHAN KECAMATAN TALAWIKOTA SAWAHLUNTO PROVINSI SUMATERA BARAT
Nama : Fadli Aulia
NPM : 1310024427034
Pembimbing I : Drs. Murad MS. MT
Pembimbing II : Yahdi Azzuhri, A.md.ST.MEng
ABSTRAK
PT. Allied Indo Coal merupakan salah satu perusahaan tambang batubara swasta yang berlokasi Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat. Dengan luas wilayah izin usaha pertambangan 372,3 Ha. Produksinya dalam memenuhi kebutuhan batubara di PLTU Sijantang yang terletak di Kota Sawahlunto.
Proses peledakan tambang terbuka PT. Allied Indo Coal tidak mencapai target produksi pada Juni–Juli 2015 overburden yang diinginkan. Yang mana dari target yang diharapkan di bulan Juni sebesar 13.025 BCM dan untuk bulan Juli 8.323 BCM hanya tercapai 8.173 BCM di bulan Juni dan 5.605 BCM di bulan Juli serta banyaknya terjadi ketidaksesuaian geometri peledakan pada pelaksanaan di lapangan.
Berdasarkan hasil perhitungan yg mencapai target produksi adalah metode rumusan ICI–Explosive, Geometri peledakan usulan yang baik diterapkan dengan diameter lubang bor 3 inchi adalah burden 3 meter, spasi 4 meter, kedalaman lubang ledak 5 meter, stemming 2 meter, subdrilling 0,6 meter, PC 3 meter, dan PF yang diterapkan 0,18 kg/m3.Volume peledakan yang dihasilkan dari geometri usulan dengan metode ICI–Explosive sebesar 14.700 bcm. Sehingga target produksi yang ditetapkan oleh perusahan tercapai.
AKASENDO SUJATMIKA
2017 · Book · Open Access
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA FRONT PENAMBANGAN BATUBARA BAWAH TANAH PT. DASRAT SARANA ARANG SEJATI, SAWAHLUNTO, SUMATERA BARAT
Nama : Akasendo Sujatmika
NPM : 1310024427130
Pembimbing I : Ir. H. Suhendrik Hanwar, MT
Pembimbing II : Ir. Asep Neris B, Msi, M.Eng
ABSTRAK
Wilayah IUP PT. Dasrat Sarana Arang Sejati secara geografis daerah penambangan tersebut terletak pada koordinat 1000 47’ 32” BT – 1000 47’ 32” BT dan 000 36’ 59” LS – 000 37’ 07,0” LS. Secara administratif daerah tersebut terletak di Daerah Parambahan, Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat.Dalam kegiatan penambangan batubara bawah tanahnya, CV. Tahiti memiliki masalah dengan air yang selalu mengganggu proses produksi batubara. Air tesebut berasal dari lantai, dinding dan atap terowongan.
Dalam menangani masalah air di dalam lubang D23, PT. Dasrat Sarana Arang Sejati menggunakan pompa celup dengan diameter pipa sebesar 2,5 inchi dan 2 inch, dengan total jumlah pompa yang dipakai di dalam terowongan adalah 7 buah pompa yang di letakkan dan dioperasikan secara estafet.
Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan di lapangan, berdasarkan dari head pompa yang tersedia, penulis menyimpulkan bahwa pompa yang sebelumnya dipakai 7 buah pompa, bisa dipakai 4 buah pompa saja. Selain menghemat pemakaian pompa, juga menghemat pemakaian daya dilistrik yang dibutuhkan oleh pompa untuk mengoperasikannya.
LANI MEGAWATI
2017 · Book · Open Access
ANALISIS CADANGAN TIMAH ALLUVIAL DI BLOK RENCANA KERJA PADA KAPAL ISAP PRODUKSI TIMAH 16 (Studi Kasus PT. Timah (Persero) Tbk)
Nama : Lani Megawati
NPM : 1210024427030
Pembimbing I : Drs. Tamrin Kasim, MT
Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST. MT
ABSTRAK
PT. Timah (Persero) Tbk merupakan perusahaan penambangan Timah terbesar di Bangka Belitung yang juga perusahaan penambangan timah terbesar di Indonesia. Sebagai perusahaan penambangan Timah terbesar di Indonesia dan juga sekaligus eksportir Timah terbesar dunia, PT. Timah (Persero), Tbk menguasai hak penambangan Timah seluas 473.800,06 hektar di daratan dan laut Bangka Belitung yang dikenal dengan Izin Usaha Penambangan (IUP).
Berdasarkan perhitungan dengan melihat litologi yang ada pada blok rencana kerja diperoleh cadangan yang tersedia yaitu dengan volume 234087 m3 dengan grade 0,722 kg/m3 akan mendapatkan timah 169010,8 kg.
Perhitungan dengan menggunakan rumus kerucut terpancung terbalik diperoleh cadangan yang terambil pada blok RK KIP timah yaitu dengan volume 111882,7 m3 dengan grade 0,722 kg/m3 akan mendapatkan timah 80779,3 kg. Lama waktu yang dibutuhkan untuk menggali volume 1 yaitu 7,06 hari kerja, untuk volume 2 yaitu 4,74 hari kerja dan untuk volume 3 yaitu 16,18 hari kerja. Jadi, jumlah waktu penggalian timah yang ada pada blok RK KIP timah 16 adalah 27,8 hari kerja.
Didapatkan Break Event Point (BEP) dari Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 16 pada bulan Juli yaitu 55.45 ton. Break Event Grade (BEG) pada blok RK KIP Timah 16 adalah 0.504 kg/m3.
ALFI RAHMAN
2017 · Book · Open Access
Evaluasi Geometri Peledakan Menggunakan Perangkat Lunak Pada Penambangan Batu Andesit PT. Koto Alam Sejahtera
Nama : Alfi Rahman
NPM : 1210024427009
Pembimbing I : Rifky Adi Nata, S.T., M.T.
Pembimbing II : Dian Hadiyansyah, M.T.
ABSTRAK
PT. Koto Alam Sejahtera merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang penambangan batu andesit, salah satu kegiatan penambangan yang berada di Jorong Polong Duo Nagari Koto Alam Kecamatan Pangkalan Lima Puluh Koto, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Saat ini PT. Koto Alam Sejahtera melakukan pengambilan bahan galian batu andesit dengan cara peledakan. Sebelum operasi peledakan terlebih dahulu dilakukan persiapan lubang tembak dengan cara pemboran.
Kegiatan peledakan sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas penambangan. Dimana produksi batu andesit sebelum dipasarkan harus diolah dulu pada bagian crusher, maka hasil fragmentasi batuan peledakan sangat berpengaruh terhadap produksi batu andesit. fragmentasi hasil peledakan dipengaruhi oleh geometri peledakan dan nilai powder factor. Sementara bahan peledak yang digunakan adalah ANFO (Ammonium Nitrat Fuel Oil).
Berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran di lapangan didapatkan rata-rata nilai powder factor dan fragmentasi hasil peledakan masing-masing sebesar 0.27 kg/m3 dan 30,50 cm, dan distribusi fragmentasi yang berukuran ≤ 50 cm masih tinggi, sehingga perlu dilakukan perhitungan geometri peledakan dengan menggunakan beberapa metode, agar didapatkan geometri peledakan yang tepat untuk mengahasilkan rata-rata framentasi hasil peledakan sesuai yang dikehendaki.
Berdasarkan hasil analisa geometri peledakan mengunakan metode R. L. Ash dan CJ. Konya didapatkan nilai powder factor masing-masing sebesar 0,40 kg/m3 dan 0,44 kg/m3. Serta rata-rata fragmentasi masing-masing sebesar 24,32 cm dan 21,35 cm.
Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan kedua metode diatas, geometri peledakan yang tepat digunakan adalah hasil analisa metode C.J. Konya, yaitu: burden (B) = 2 m, spasi (S) = 2,3 m, stemming (T) = 1,4 m, subdrilling (J) = 0,6 m, kedalaman (H) = 5,17 m, tinggi jenjang (L) = 4.57 m, panjang kolom isian (PC) = 3.77 m dan diameter (D) = 3 inchi.
MUHAMMAD IQBAL
2017 · Book · Open Access
RANCANGAN PELEDAKAN PADA RENCANA OPERASI PRODUKSI ANDESIT PT. BUKIT SARI INVESTAMA JORONG LUBUK JANTAN, NAGARI MANGGILANG, KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, PROVINSI SUMATERA BARAT. Nama : Muhammad Iqbal NPM : 1210024427035 Pembimbing I : Drs. Murad MS. MT Pembimbing II : Teguh Ariefianto, ST ABSTRAK PT. Bukit Sari Investama merupakan perusahaan tambang yang bergerak dibidang batuandesit dan memiliki luas 211 Ha. Perushaan ini baru melakukan kegiatan eksplorasi dan dalam tahap untuk mendapatkan izin operasi produksi. PT. Bukit Sari Investama akan melakukan produksi dengan cara pembongkaran batuan menggunakan peledakan, sebelum melakukan kegiatan peledakan yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah membuat rancangan peledakan agar kegiatan peledakan dapat terlaksana serta harus memperhitungkan biaya pemboran dan peledakan yang ekonomis. Skripsi ini yang mengkaji evaluasi biaya peledakan dengan dua metode serta beberapa alternatif serta kebutuhan bahan peledak sesuai dengan yang dibutuhkan. Perhitungan rancangan peledakan menggunakan rancangan Richar L. Ash dengan diameter 3 inchi, burden 2 m, spacing 2.4 m, stemming 1.4 m, subdrilling 0.6 m, kedalaman 4 m, jenjang 3.4 m dan jumlah bahan peledak 7172 kg perbulan. Diameter 4 inchi burden 2.7 m, spacing 3.24 m, stemming 1.89 m, subdrilling 0.91 m, kedalaman 5.4 m, jenjang 4.5 m dan jumlah bahan peledak 5880 kg perbulan. Diameter 5 inchi burden 3.4 m, spacing 4.08 m, stemming 2.38 m, subdrilling 1.02 m, kedalaman 6.8 m, jenjang 5.7 m dan jumlah bahan peledak 7160 kg perbulan. Untuk perhitungan biaya peledakan diameter lubang 3 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp 655.457.589,5/ bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 19.529,97/ton. Diameter lubang 4 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp. 429.452.880.7/bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 14.120,00/ ton. Diameter lubang 5 inchi perolehan biaya pemboran dan peledakan adalah sebesar Rp 388.920.716.9/ bulan serta dengan biaya peledakan Rp. 11.205,24/ton.
FATMA WINATA
2017 · Book · Open Access
APLIKASI PEMBELAJARAN TIK INTERAKTIF KELAS IX MENGGUNAKAN MACROMEDIA DIRECTOR (STUDI KASUS SMP NEGERI 14 PADANG)
Nama : Fatma Winata
NPM : 1210024262015
Pembimbing 1 : Nofriadiman, ST, M.Kom
Pembimbing II : Elmawati, M.Kom
ABSTRAK
Masalah dalam penelitian ini, pada proses pembelajaran guru yang kurang menggunakan media pembelajaran yang menarik, guru cenderung menggunakan metode ceramah saja, siswa merasa jenuh dan membosankan mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan supaya guru membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Macromedia Director dan mampu mengunakannya dalam pembelajaran TIK kelas IX di SMP N 14 Padang. Bentuk penelitian ini adalah studi kasus, jenis penelitian lapangan dan penelitian perpustakaan. Lokasi penelitian dilakukan di SMP N 14 Padang. Variable penelitian adalah guru TIK yang belum menggunakan media interaktif dalam mengajar. Hasil penelitian
lapangan yang dikumpulkan di gambarkan dalam bentuk Aliran Sistem Informasi (ASI) yang sedang berjalan dan dianalisis serta dijelaskan dalam bentuk Aliran Sistem Informasi (ASI) baru yang diusulkan yang menggambarkan sistem informasi yang dirancang beserta Flowchart Desain Sistem cara menjalankan media pembelajaran, Context Diagram dan Storyboard. Hasil penelitian ini, guru TIK menerapkan dalam pembelajaran sebagai media untuk pembelajaran dan menjadi pembelajaran yang menarik bagi siswa di SMP N 14 Padang.
ADEKA RANDI MAHIDRA
2017 · Book · Open Access
RANCANGAN JALAN OPERASI PRODUKSI TAMBANG ANDESIT PT. BUKIT SARI INVESTAMA NAGARI KOTO ALAM KECAMATAN PANGKALAN KOTO BARU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT
Nama : Adeka Randi Mahidra
NPM : 1210024427010
Pembimbing I : Dian Hadiyansyah, MT
Pembimbing II : Yahdi Azzuhry, ST, M.Eng
ABSTRAK
PT. Bukit Sari Investama memiliki luas wilayah IUP Operasi produksi seluas 136 Ha, dan sumberdaya andesit seluas 91,09 Ha yang terbagi atas dua blok penambangan. Penelitian dilakukan di blok 1 yang memiliki luas 42,48 Ha. PT. Bukit Sari Investama belum melakukan kegiatan operasi produksi (belum memiliki skema untuk kegiatan operasi produksi), dan belum memiliki rancangan jalan untuk menunjang kegiatan operasi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan menganalisis rancangan geometri jalan operasi produksi, galian dan timbunan pada pembuatan jalan operasi produksi.
Berdasarkan hasil perhitungan rancangan geometri jalan operasi produksi dengan menggunakan spesifikasi dump truk 220 Ps 6x4, panjang jalan 565 m, dengan lebar jalan lurus 8,4 m, lebar jalan belokan 14,5 m, jari jari tikungan 17,7 m, superelevasi sebesar 0,39 mm/m, kemiringan rata-rata pada tanjakan dan turunan sebesar 10-11 %, untuk ketinggian jalan bagian tengah (cross slope) sebasar 16,8 cm. Untuk perhitungan galian dan timbunan (cut and fill) material yang digunakan untuk timbunan 3.760,8 m3 dan untuk galian yaitu sebanyak 5.279,4 m3.
Daya dukung material berdasarkan perhitungan beban yang akan diterima oleh tanah atau material yaitu sebesar 12.876 lb/ft². Berdasarkan penelitian yang dikutip dari buku Yanto Indonesianto (2011 : III.62) daya dukung material yang digunakan di atas 16.000 lb/ft² sehingga berdasarkan perhitungan itu maka untuk daya dukung material tersebut bisa dilalui dengan beban sebesar 12.876 lb/ft².