Analisis Manajemen Stockpile Batubara Untuk Mencegah Terjadinya Swabakar di Stockpile PLTU Desa Teluk Sirih Provinsi Sumatera Barat
PLTU Teluk Sirih merupakan suatu perusahaan pembangkit listrik dengan sumber bahan bakar utama batubara. Permasalahan yang muncul pada Stockpile PLTU Teluk Sirih ini, sering terjadinya swabakar yang disebabkan karena kurang efektifnya penerapan sistem manajemen stockpile. Hal ini bisa dilihat pada kurangnya penerapan sistem manajemen FIFO (Frist In Frist Out), kurangnya penanganan terhadap lama timbunan yang lebih dari 3 bulan, ketinggian timbunan mencapai 10,87 meter yang seharusnya tidak lebih dari 6 meter untuk umur batubara lebih dari 1 bulan dan sudut kemiringan timbunan 56,48° yang melebihi angle of repose 38°, serta kurangnya pengontrolan suhu pada stockpile batubara PLTU Teluk Sirih. Maka perlu ditentukan nilai pengaruh dimensi timbunan terhadap suhu dan menentukan nilai pengaruh lama timbunan terhadap suhu. Upaya yang dapat dilakukan untuk perbaikan adalah menerapkan sistem manajemen FIFO dengan baik tanpa menyisakan batubara yang dapat diolah pada stockpile untuk mengurangi lama timbunan serta mengurangi batubara yang lama tertimbun kembali. Mengurangi ketinggian dan sudut kemiringan dengan cara melakukan pemadatan pada bagian atas dan samping setiap ketebalan 2 meter sekaligus mengurangi pori-pori timbunan dan melakukan pengontrolan suhu secara berkala minimal 1 kali sehari agar dapat diketahui titik timbunan yang sudah mendekati suhu kritis swabakar 50°C.