2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kegiatan penambangan batu kapur di PT. Semen Padang merupakan bagian penting dalam proses produksi semen, di mana tahap loading dan hauling berkontribusi besar terhadap total biaya produksi. Efisiensi dalam kegiatan ini sangat menentukan pencapaian target produksi dan penghematan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan biaya produksi kegiatan loading dan hauling batu kapur di PT. Semen Padang, yang merupakan salah satu tahap krusial dalam proses penambangan. Biaya produksi yang tinggi pada tahap ini berkontribusi signifikan terhadap total biaya penambangan dan berdampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis data primer berupa cycle time alat gali dan angkut, serta data sekunder seperti spesifikasi alat, harga bahan bakar, biaya operasional, dan target produksi. Analisis dilakukan terhadap satu unit fleet yang terdiri dari 1 excavator Komatsu PC-850 dan 5 dump truck Scania-410, dengan target produksi
165.000 ton per bulan. Namun, realisasi produksi aktual hanya sebesar 154.740 ton per bulan dengan biaya produksi Rp7.103/ton. Penelitian ini membandingkan dua skenario optimasi: penambahan satu unit dump truck dan perbaikan waktu hambatan teknis, guna menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi kombinasi alat dan pengurangan hambatan kerja dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya per ton batu kapur. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dan manajerial untuk pengambilan keputusan investasi alat mekanis serta perbaikan sistem operasional guna mencapai efisiensi biaya produksi maksimal dalam kegiatan loading dan hauling.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
PT. Pengembangan Investasi Riau merupakan salah satu perusahaan tambang dengan menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Lereng tambang dapat menimbulkan masalah kestabilan lereng berupa longsor dan gangguan operasional kegiatan penambangan. Kajian geoteknik menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia perlerengan terutama lereng yang ada pada tambang. Kajian ini dapat menetukan aman atau tidaknya suatu lereng dengan mengetahui tekanan dan kekuatan dari material pembentuk lereng, dan data pendukung lainnya. Menganalisa faktor keamanan lereng setelah nilai bobot isi, sudut geser dalam, dan kohesi didapatkan dari pengolahan data dengan mengacu pada SNI 1964, 1966, dan 1967 serta 2008. Berdasarkan pengujian sampel di laboratorium didapatkan nilai bobot isi 15,092 KN/m3, S2 18,36 KN/m3, S3 18,856 KN/m3. Nilai sudut geser dalam S1 53,3, S2 40,75, S3 70,49. Nilai kohesi S1 9,1, S2 9,40, S3 8,93. Nilai Faktor Keamanan lereng di pit PT. Pengembangan Investasi Riau yang dianalisis menggunakan software Rocscience Slide V6.0 diperoleh sebesar 2,4 dengan metode Bishop. Artinya lereng berada dalam kondisi stabil (≥1,5) untuk lereng batuan (Hoek, 2002).
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pengembangan Investasi Riau merupakan salah satu perusahaan tambang dengan menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Lereng tambang dapat menimbulkan masalah kestabilan lereng berupa longsor dan gangguan operasional kegiatan penambangan. Kajian geoteknik menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia perlerengan terutama lereng yang ada pada tambang. Kajian ini dapat menetukan aman atau tidaknya suatu lereng dengan mengetahui tekanan dan kekuatan dari material pembentuk lereng, dan data pendukung lainnya. Menganalisa faktor keamanan lereng setelah nilai bobot isi, sudut geser dalam, dan kohesi didapatkan dari pengolahan data dengan mengacu pada SNI 1964, 1966, dan 1967 serta 2008. Berdasarkan pengujian sampel di laboratorium didapatkan nilai bobot isi 15,092 KN/m3, S2 18,36 KN/m3, S3 18,856 KN/m3. Nilai sudut geser dalam S1 53,3, S2 40,75, S3 70,49. Nilai kohesi S1 9,1, S2 9,40, S3 8,93. Nilai Faktor Keamanan lereng di pit PT. Pengembangan Investasi Riau yang dianalisis menggunakan software Rocscience Slide V6.0 diperoleh sebesar 2,4 dengan metode Bishop. Artinya lereng berada dalam kondisi stabil (≥1,5) untuk lereng batuan (Hoek, 2002).