Profil penulis
Marlina
3 karya publik ditemukan.
Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair di Daerah Alahan Panjang Kabupaten Solok
Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masingmasing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masingmasing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair di Daerah Alahan Panjang Kabupaten Solok
Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masingmasing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masingmasing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.