Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: pupuk cair
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembuatan Dan Analisa Pupuk Cair Dari Lumpur Telaga Koto Baru (Studi Kasus di Kenagarian Koto Baru Kabupaten Tanah Datar)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Telaga Koto Baru merupakan semacam danau kecil yang terletak di Desa Koto Baru Kabupaten Tanah DatarProvinsi Sumatera Barat. Penelitian ini didasari oleh kondisi yang dapat dilihat secara visual pada Telaga Kotobaru terdapat indikasi terjadinya eutrofikasi yang kaya akan unsur hara pada perairan. Kandungan lumpur pada telaga Koto Baru yakni N= 6,93% P=1,79%, K=1,52%, C=15,50%. banyaknya unsur hara dalam sedimen bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan dan analisis pupuk cair dengan menggunakan teknik random sampling. pengukuran parameter-parameter yaitu: N, P, K, C, pH, dan Fe. Hasil analisis pupuk cair akan dibandingkan dengan SNI kualitas pupuk. Hasil analisis yang di dapatkan pada hari ke-14 kadar N 0,00008 % dan 0,00013%, kadar P 0,000012% dan 0,000014%, kadar K 0,00005% dan 0,000072%, kadar C 0,00012% dan 0,00016%, pH 6,9 dan 7,39, kadar Fe 0,000005% dan 0,000009%, sedangkan pada hari ke-21 kadar N 0,0001% dan 0,00009%, kadar P 0,000015% dan 0,000011%, kadar K 0,00006% dan 0,00007%, kadar C 0,00009% dan 0,00013%, pH 6,8 dan 7,39, kadar Fe 0,000006% dan 0,000008%. hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan SNI kualitas pupuk. Rendahnya kandungan dalam pupuk cair disebabkan bahan yang digunakan untuk membuat pupuk berpengaruh pada hasil pupuk serta pada saat pembuatan pupuk tidak menggunakan bahan organik lain seperti molases atau sampah pasar. Sehingga bakteri yang bertugas menguraikan senyaw dalam pupuk cair tidak bekerja dengan semestinya dikarenakan tidak adanya bahan organik lain untuk dijadikan makanan bakteri.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfataan Pupuk Cair dari Ampas Kopi dan Teh Pada Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea L.) Dengan Metode Hidroponik

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sumatera Barat merupakan daerah menghasilkan kopi, sehingga kopi merupakan komoditi penyegar bagi penduduk. Selain kopi, teh juga bagian yang banyak diminati untuk di konsumsi oleh masyarakat. Cara menanggulangi dari ampas - ampas tersebut adalah dengan memanfaatkan ampas untuk dijadikan sebagai pupuk cair yang akan di uji langsung ke tanaman. Tanaman yang dipilih dalam penelitian ini adalah tanaman sawi (Brassica juncea L.). Untuk pembuatan pupuk cair ke media tanaman ini adalah dengan menggunakan metode hidroponik.Media yang digunakan dengan memilih tiga perlakuan, yakni dengan komposisi tanpa pupuk cair; pupuk AB Mix, dan pupuk cair dari ampas kopi dan teh. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan pupuk cair dan menunjukkan bahwa perlakuan yang dilakukan oleh perlakuan III lebih memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan sawi (Brassica juncea L. ), yakni dengan komposisi pupuk cair 10 ml dan air 1000 ml. Analisa yang dilakukan meliputi tinggi batang, jumlah daun, dan panjang daun. Dari hasil uji yang didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposi sioptimum. Dari hasil tersebut didapatkan pada hari ke 14 tinggi batang sawi 1,8 cm; jumlah daun 6 helai; dan panjang daun rata - rata 1 cm yang memberikan pengaruh positif pada pertumbuhan sawi ( Brassica juncea L. ).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas Pupuk Cair dari Ampas Kopi dan Teh

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semakin meningkatnya cafe kopi dan teh di Kota Padang dari tahun ke tahun akan berbanding lurus dengan produktivitas dari ampas kopi dan teh ini. Salah satu upaya terbaik untuk pengolahan ampas-ampas tersebut adalah dengan cara menjadikan pupuk organik/kompos. Untuk proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos serta pupuk cair, diperlukan bahan dekomposer. Bahan dekomposer yang umum digunakan adalah Effective Mikroorganisme (EM-4). Proses pengomposan dilakukan dengan metode anaerob. Komposter yang digunakan ada 8 macam (P1, P2, P3, P4, P5, P6, P7, P8) dengan volume yang sama, komposisi berbeda. Dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik penggunaan ampas kopi dan teh sebagai pupuk cair yang optimum dan menunjukkan bahwa campuran antara ampas kopi dan teh (P2) lebih efektif menjadi pupuk cair daripada komposter lain, yakni dengan komposisi ampas kopi 375 gram + teh 125 gram + 250 larutan EM-4. Analisa yang dilakukan meliputi Nitrogen (N), Timbal (Pb), pH, C-Organik (Bahan Organik), dan Jumlah Total Koloni (Mikroba). Dari hasil uji laboratorium didapatkan pengaruh signifikan dan didapatkan komposisi optimum. Dari hasil tersebut didapatkan nilai kandungan Nitrogen (N) 1,12%; Timbal (Pb) 0,089 ppm; pH 5,67; C-Organik (Bahan Organik) 21,80%; dan Jumlah total koloni 154x103 cfu/ml, sehingga dari hasil tersebut jika dibandingkan dengan standart SNI 19-7030-2004 hasil dari pengomposan dan pupuk cair sudah memenuhi standart.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemanfaatan Limbah Daun Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair di Daerah Alahan Panjang Kabupaten Solok

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok adalah salah satu daerah penghasil tanaman bawang merah. Produktivitas bawang merah dari tahun ketahun mengalami peningkatan terutama di daerah Alahan Panjang pada tahun 2013 menurut data pusat informasi pertanian 2013 sebesar 28.897,8 ton/tahun. Tingginya produktivitas bawang merah setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organik cair. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pupuk organik cair dari limbah daun bawang merah dengan komposisi bahan berfariasi yaitu sampel I sebanyak 250 gr, sampel II 500 gr dan sampel III 750 gr dengan bantuan bioaktivator EM4 masing masing sampel I 150 ml, sampel II 250 ml,dan sampel III 350 ml dan penambahan air masing masing 850 ml, 500 ml, dan 150 ml didapatkan kualitas kandungan N, P dan K tertinggi pada sampel II masingmasing 0,947 %, 0,147 % dan 2,832 % dan beberapa logam fe,Mn dan Zn masingmasing 0,012 %, 0,234 %, 0,028% yang mendekati standar peraturan mentri pertanian no 70 tahun 2011. Daun bawang merah bisa di jadikan pupuk organik cair namun belum layak digunakan sebagai pupuk organik cair karena belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail