Profil penulis
None
427 karya publik ditemukan.
Cerdas Belajar Fisika
Praktis Belajar Fisika
Get Success UN + SPMB Fisika
Asas-asas Fisika
FISIKA Interaktif Kls.X IPA
Fisika Sma Xi Ipa
Fisika SMP/MTs Kls IX (KTSP)
Fisika Kelompok Teknologi
Analisa Faktor-Faktor Yang MempengaruhiI Produktivitas Tenaga Kerja di PT. Wilmar Nabati Indonesia
Analisa Geometri Peledakan Tambang Bawah Tanah Di PT. Allied Indo Coal Jaya, Nagari Parambahan Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
Pemodelan Sistem Jaringan Ventilasi Menggunakan Software Kaezemaru pada Lubang C 2A01 Tambang Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari
Analisis Pengaruh Geometri Peledakan terhadap Getaran Tanah (Ground Vibaration) di PT. Bintang Sumatera Pacifik, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat
Analisis Ventilasi Tambang untuk Mengetahui Kebutuhan Operasional Penambangan pada Lubang Bukaan CV. Tahiti Coal
Evaluasi Saluran Drainase Jl. Raya Padang - Bukittinggi KM 17 KM di Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman
Drainase adalah sesuatu yang dimanfaatkan untuk mengalirkan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu kawasan agar tidak terjadi banjir atau genangan. Sering terjadinya genangan dan tidak optimalnya lagi fungsi saluran drainase di Kecamatan Lubuk Alung dikarenakan inlet drainase yang tidak evektif dalam menangkap hujan (Koefisien Run Off) menuju ke sungai. Dengan itu dilakukan evaluasi drainase di Kecematan Lubuk Alung dengan mengetahui debit banjir rencana di jorong Sungai Abang dengan mengunakan data curah hujan 10 tahun dan menganalisis rata rata curah hujan dan menentukan curah hujan rencana dari data yang ada dengan cara uji parameter distribusi yang sesuai dengan parameter statistic. Jenis distribusi yang di gunakan adalah Metode Log Pearson III dan periode ulang yang digunakan dalam metoda ini adalah 5 tahun. Debit rencana yang di dapat dari saluran 1 adalah Q= 0,696 𝑚3/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘 dan saluran 2 adalah Q= 0,295 𝑚3/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘. Dan untuk kapasitas saluran drainase yang ada adalah dengan tinggi= 80 cm dan lebar= 80 cm dengan 𝑄𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 1= 0,838 𝑚3/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘 dan tinjauan saluran 2 dengan tinggi= 80cm dan leba r= 75 cm 𝑄𝑘𝑎𝑝𝑎𝑠𝑖𝑡𝑎𝑠 2= 0,75 𝑚3/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘. Dari hasil evaluasi kapasitas penampang yang ada lebih besar dari debit yang di rencanakan hasilnya drainase tidak bermasalah yang jadi masalah inlet kurang mampu menangkap Run Off yang ada karena di sebabkan inlet tertutupi oleh material kecil, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan menjaga saluran drainase
Analisis Biaya Operasional Penambangan Batubara Tambang Bawah Tanah PT. Nusa Alam Lestari Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan mengunakan metode tambang bawah tanah. yang berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kabupaten Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Yang memiliki cadangan batubara sebesar 11.183.661 pada Januari 2009. Pada Januari-Setember tahun 2018 PT. Nusa Alam Lestari melakukan penambangan batubara dengan rencana produksi 38.613,15 ton batubara, dengan realisasi produksi yang tercapai sebesar 28.899,99tonbatubara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya operasional penambangan PT. Nusa Alam Lestari untuk mengetahui berapa biaya operasional pada Januari-Sebtember 2018 dan mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh PT. Nusa Alam Lestari. Dari hasil pengolahan data komponen biaya yang dihitung untuk kegiatan operasional penambangan di PT. Nusa Alam Lestari danBiaya Logistik dan BBM, Biaya Alat Perlindungan Diri, Biaya Pengangkutan Bahan Galian Gaji Karyawan, Biaya Overhead, Biaya Pajak Dan Non Pajak,dengan total keseluruhan biaya sebesar Rp. 32.914.328.79 dan total keuntungan yang di peroleh pada Januari-September 2018 sebesar Rp. Rp.7.812.528.432. Total penjualan batubara pada bulan Januari-September tahun 2018 sebesar Rp. 38.761.510.643.
Perencanaan Desain PIT Utara Tambang Terbuka Batubara PT. Bara Prima Pratama, Site Batu Ampar, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau
PT. Bara Prima Pratama adalah salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang pertambangan. Akan merencanakan penambangan di pit utara dengan perhitungan cadangan menggunakan metode poligon didapatkan nilai volume overburden 6.043.350,02m3, volume batubara 258.450,82m3, tonase batubara 335.986,06 ton dan striping ratio 1:17,98. Selanjutnya pembuatan desain pitdidapatkan volume overburden 4.711.754m3, volume batubara 256.325m3, tonase batubara 333.222 ton, dan striping ratio 1:14,13. Berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan untuk penambangan di pit utara didapatkan umur tambang selama 24 bulan atau 2 tahun untuk itu lakukan pembuatan sequence atau tahap penambangan. Pada sequence pertama dengan luas area bukaan 62.607,132 m2, volume overburden 1.196.069 m3, volume batubara 64.102m3, tonase batubara 83.332,6 ton dan striping ratio 1:14,3, sequence kedua dengan luas area 70.279,945 m2didapatkan volume over burden 1.168.016 m3, volume batubara 64.081 m3, tonase batubara 83.305,3 ton dan nilai striping ratio 1:14, sequence ketiga dengan luas area 64.639,275 m2 didapatkan volume over burden 1.172.747 m3, volume batubara 64.055 m3, tonase batubara 83.271,5 ton dan nilai striping ratio 1:14, dan sequence keempat didapatkan dengan luas area 66.640,47m2 volume over burden 1.174.781 m3, volume batubara 64.072 m3, tonase 83.293,6 ton dan nilai striping ratio 1:14,1, dan total luas area bukaan adalah 264.166,822m2
Analisis Kebutuhan Udara Pada Front Kerja A1C Tambang Bawah Tanah PT. Guguk Tinggi Coal (GTC), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat
PT. Guguk Tinggi Coal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel A1C PT. PT. Guguk Tinggi Coal menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 0,085 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,035 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, dengan nilai head loss pada dinding ventilasi sebesar16.521,73 pa, dengan nilai tahanan ventilasi sebesar11.622.840 pa Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel A1C yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel A1C adalah dari (2731 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menunjukkan kebutuhan udara dalam front kerja masih belum menucukupi, karena banyaknya terdapat kebocoran disepanjang airways, dan agar udara tidak tercampur sebaiknya PT. Guguk Tinggi Coal membuat pintu angin dan menggunakan metode overlap untuk mengeluarkan udara dan gas pengotor.
Analisis Pengujian Brazilian Test untuk Memprediksi Nilai Hubungan Antara Blok Punch Index (BPI), Point Load Index (PLI) dan Analisis Stand Up Time Lubang BMK 34 CV. Bara Mitra Kencana
Uji Brazilian test (BTS) adalah uji untuk mengetahui kapasitas tarik dari material getas seperti beton dan batuan. Sampel yang digunakan dalam pengujian Brazilian test yaitu sandstone dan clay yang terdapat pada lokasi BMK 34 CV. Bara Mitra kencana. Tujuan penelitian yaiitu menentukan nilai hubungan Brazilian Test ( BTS ) Dengan Blok Punch Index, Point Load Index, dan analisis stand up time lubang bukan BMK 34 di karenakan pada lokasi tersebut belum pernah dilakukanya analisis tersebut akibatnya sering terjadi ambrukan. Hasil analisa didapatkan hubungan nilai BTS dengan BPI sampel sandstone y = -166,15x + 244.44 dengan Nilai regresi (R2) 0,2183 dan clay y = 554,8x + 52.779 dengan Nilai regresi (R2) 0.5801 selanjutnya analisa hubungan BTS dengan PLI sampel sandstone y = 0.9936x + 0.3174 Nilai regresi (R2) 0,9995 dan clay y = 1.16x + 0.2852 Nilai regresi (R2) 0,9962. stand up time BMK 34 untuk sandstone dengan nilai RMR 40 stand up time selama 4 hari dengan jarak bukaan kemajuan (roof span) 2 meter dan Clay dengan nilai RMR 32,5 peroleh nilai stand up time selama 10 jam dengan jarak bukaan kemajuan (roof span) 2 meter.
Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating Pada Lereng Zona 1 Tambang Andesit PT. Bintang Sumatera Pasific Kab. Lima Puluh Kota
PT. Bintang Sumatera Pasific merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Kenagarian Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 88o, terdapat kekar dan longsoran kecil disekitar lereng dimana aktivitas tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng, seperti. Menentukan bobot massa batuan menggunakan Rock mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Slope Mass Rating (Romana, 1985), Menentukan FK lereng aktual dan menentukan kemiringan ideal yang sesuai dengan Kepmen 555K pasal 241 tahun 1995. Standar nilai faktor keamanan menurut Bowles ditetapkan ≥ 1,25 (stabil).. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian ulang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di Zona 1 memiliki nilai Rock Mass Rating 75, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 350 kN/m2, sudut geser dalam 40o. dan nilai Slope Mass Rating 76, berada di kelas II, keadaan stabil. Dan untuk analisis kestabilan pada Slide V.6.0 menggunakan Janbu diperoleh FK 5,052 dan analisis menggunakan Bishop diperoleh FK 3,622. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 88o menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil, maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri kemiringan lereng. Kalaupun dilakukan bisa dengan memperkecil tinggi dan sudut kemiringan lereng.