Evaluasi Sistem Ventilasi Tunnel 1 Dan Tunnel 2 Pada PT. Allied Indo Coal Jaya, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
EVALUASI SISTEM VENTILASI TUNNEL 1 DAN TUNNEL 2 PADA PT. ALLIED INDO COAL JAYA, DESA SALAK, KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Robby Rahmat NPM : 1210024427047 Pembimbing I : Rusnoviandi, ST, MM Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT ABSRAK PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel 1 dan tunnel 2 PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 6,76 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 1,52 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, Front B1-J2 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 1,82 m3/s, Front B1-J3 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 0,90 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel 1 dan tunnel 2 yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel 1 dan tunnel 2 adalah dari (27-31 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menggunakan sofware kazemaru setelah di pasang main fan (sistem hisap) arah aliran udara lebih besar dari crosscut I dan lubang utama tunnel II yang sebaiknya dipasang pintu angin untuk mengatur arah udara menuju crosscut II menuju main fan.