Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Sistem ventilasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sistem Ventilasi pada Kemajuan Lubang Tambang Bawah Tanah THC 04 CV.Tahiti Coal Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara bawah tanah di Kota Sawahlunto yang menerapkan metode penambangan room and pillar. Sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hembus (forcing system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hembus tidak diikuti dengan pemasangan blower hisap, sehingga udara kotor tidak segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu front dipompakan kembali ke front berikutnya dan mengakibatkan peningkatan kepekatan debu dan temperature. Dari hasil pengukuran temperatur di dalam Lubang Utama (LU) 28,6 0C dan di Lubang 04 Cabang (LC) 26,9 0C. Kelembaban rata-rata di yakni 90,54 %. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah dalam KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yang menyebutkan “Temperatur udara di dalam tambang bawah tanah harus dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 24 derajat celcius dengan kelembaban relatif maksimum 85 persen”, sehingga harus dilakukan evaluasi.Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang diperbolehkan oleh KEPMEN 1827K/30/MEM/2018. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Korelasi Antara Headloss dan Duct Resistance Terhadap Air Volume Pada Sistem Ventilasi Terowongan Manual C2-Cabang 1 PT. Nusa Alam Lestari Kota Sawahlunto

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan Batubara dengan metode tambang bawah tanah, dan memanfaatkan metode Room and Pillar. Dalam proses penambangan bawah tanah diperlukan sistem ventilasi tambang bawah tanah agar dapat mengalirkan udara dari luar menuju terowongan tambang dan membawa udara kotor dari dalam terowongan menuju keluar terowongan tambang. Perencanaan Sistem Ventilasi tidak menimbulkan permasalahan. Permasalahan dalam penambangan sering terjadi akibat tidak sempurnanya pemasangan sistem ventilasi tambang bawah tanah, dan suhu didalam terowongan yang terlalu tinggi yang mana dapat menyebabkan turunnya produktifitas penambangan. Dari hasil pengolahan data didapat jumlah total udara masuk adalah senilai 25,116 m3/s, dan suhu efektif rata-rata 29,7ᵒC dengan kelembaban relative rata-rata 99,9%. Dengan perhitungan Korelasi Headloss dan Duct Resistance terhadap Air Volume adalah R2 0,950 untuk Headloss R2 0,876 untuk Ducth Restistance. Nilai R2 untuk korelasi Headloss dan Duct Resistance membuktikan bahwa antara Headloss dengan Air Volume, sedangkan untuk Duct Resistance dengan Air Volume hubungan korelasinya tidak sebesar Headloss dengan Air Volume memiliki hubungan yang kuat. Maka dari itu untuk pemasalahan suhu dan kelembaban relatif dibutuhkan penambahan jumlah debit udara segar kedalam terowongan tambang bertujuan untuk menurunkan suhu terowongan agar produktifitas pekerja tidak terganggu.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kebutuhan Udara Pada Front Kerja A1C Tambang Bawah Tanah PT. Guguk Tinggi Coal (GTC), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Guguk Tinggi Coal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel A1C PT. PT. Guguk Tinggi Coal menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 0,085 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,035 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, dengan nilai head loss pada dinding ventilasi sebesar16.521,73 pa, dengan nilai tahanan ventilasi sebesar11.622.840 pa Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel A1C yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel A1C adalah dari (2731 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menunjukkan kebutuhan udara dalam front kerja masih belum menucukupi, karena banyaknya terdapat kebocoran disepanjang airways, dan agar udara tidak tercampur sebaiknya PT. Guguk Tinggi Coal membuat pintu angin dan menggunakan metode overlap untuk mengeluarkan udara dan gas pengotor.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Ventilasi Tunnel 1 Dan Tunnel 2 Pada PT. Allied Indo Coal Jaya, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI SISTEM VENTILASI TUNNEL 1 DAN TUNNEL 2 PADA PT. ALLIED INDO COAL JAYA, DESA SALAK, KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Robby Rahmat NPM : 1210024427047 Pembimbing I : Rusnoviandi, ST, MM Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT ABSRAK PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel 1 dan tunnel 2 PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 6,76 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 1,52 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, Front B1-J2 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 1,82 m3/s, Front B1-J3 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 0,90 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel 1 dan tunnel 2 yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel 1 dan tunnel 2 adalah dari (27-31 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menggunakan sofware kazemaru setelah di pasang main fan (sistem hisap) arah aliran udara lebih besar dari crosscut I dan lubang utama tunnel II yang sebaiknya dipasang pintu angin untuk mengatur arah udara menuju crosscut II menuju main fan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail