Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: kuantitas udara
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kuantitas dan Kualitas Udara pada Lubang Bukaan dan Lubang Produksi di THC 04 CV. Tahiti Coal Sawahlunto

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian di CV. Tahiti Coal ini dilakukan karna melihat kenyataan di lapangan bahwasannya temperatur pada lubang produksi sebesar 29,6⁰C, banyaknya debu yang dihasilkan akibat proses produksi dan terdapat beberapa percabangan,belokan dan jalur pemisah pada jalur ventilasinya. Hal ini bertentangan dengan KEPMEN 1827K dan akan mengakibatkan terjadinya penurunan kuantitas udara pada suatu front tambang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dimana penelitian ini akan menghasilkan perbandingan antara kuantitas dan kualitas udara yang ada pada lubang bukaan dan lubang produksi dan menganalisis panjang jalur udara yang dapat di suplai oleh blower utama dan penggiring yang ada di lokasi serta mengetahui kehilangan udara akibat hambatan pada jalur udara lurus dari lubang bukaan ke lubang produksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kuantitas dan kualitas udara pada lubang produksi telah melewati batas yang telah di tentukan dalam KEPMEN 1827K. Sementara Hambatan yang terjadi akibat Resistensi sebesar 2739,543 N.s/m⁸ hal ini disebabkan oleh persimpangan pada duct, pemisah pada duct dan panjang jalur udara itu sendiri.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kebutuhan Udara Pada Front Kerja A1C Tambang Bawah Tanah PT. Guguk Tinggi Coal (GTC), Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Guguk Tinggi Coal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel A1C PT. PT. Guguk Tinggi Coal menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 0,085 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,035 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, dengan nilai head loss pada dinding ventilasi sebesar16.521,73 pa, dengan nilai tahanan ventilasi sebesar11.622.840 pa Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel A1C yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel A1C adalah dari (2731 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menunjukkan kebutuhan udara dalam front kerja masih belum menucukupi, karena banyaknya terdapat kebocoran disepanjang airways, dan agar udara tidak tercampur sebaiknya PT. Guguk Tinggi Coal membuat pintu angin dan menggunakan metode overlap untuk mengeluarkan udara dan gas pengotor.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Sistem Ventilasi Tunnel 1 Dan Tunnel 2 Pada PT. Allied Indo Coal Jaya, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI SISTEM VENTILASI TUNNEL 1 DAN TUNNEL 2 PADA PT. ALLIED INDO COAL JAYA, DESA SALAK, KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Robby Rahmat NPM : 1210024427047 Pembimbing I : Rusnoviandi, ST, MM Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT ABSRAK PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel 1 dan tunnel 2 PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 6,76 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 1,52 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, Front B1-J2 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 1,82 m3/s, Front B1-J3 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 0,90 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel 1 dan tunnel 2 yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel 1 dan tunnel 2 adalah dari (27-31 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menggunakan sofware kazemaru setelah di pasang main fan (sistem hisap) arah aliran udara lebih besar dari crosscut I dan lubang utama tunnel II yang sebaiknya dipasang pintu angin untuk mengatur arah udara menuju crosscut II menuju main fan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail