Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Temperatur
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Keterkaitan Kendaraan Bermotor dan Suhu Udara dengan Konsentrasi Particulate Matter (PM) di MAN 2 Kota Padang

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sumber terbesar dari pencemaran udara berasal dari gas buang kendaraan. Salah satu jenis pencemaraan udara adalah particulate matter (PM), yaitu PM10 dan PM2,5. Jalan Gajah Mada, khususnya MAN 2 Kota Padang, setiap harinya dipenuhi oleh kendaraan. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan jumlah kendaraan dan temperatur udara terhadap konsentrasi PM10 dan PM2,5. Pengukuran PM10 dan PM2,5 menggunakan Multifunction Air Detector Digital. Pengukuran jumlah kendaraan secara manual menggunakan counter. Pengukuran temperatur udara menggunakan anemometer. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata harian jumlah kendaraan, temperatur udara, konsentrasi PM10 dan konsentrasi PM2,5 yang didapat di depan MAN 2 Jalan Gunung Pangilun yaitu 625,76 unit, 28,88ºC, 39,37 µg/m3, dan 35,49 µg/m3. Jumlah kendaraan bermotor dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5 di udara ambien depan MAN 2 Jalan Gajah Mada memiliki hubungan sedang. Sedangkan kecepatan kendaraan di Jalan Gajah Mada tidak memiliki hubungan atau tidak mempengaruhi konsentrasi PM10 dan PM2,5. Kecepatan kendaraan tidak selalu berpengaruh terhadap konsentrasi PM10 dan PM2,5 dikarenakan konsentrasi PM10 dan PM2,5 terdispersi di udara yang disebabkan oleh faktor lain seperti kecepatan dan arah angin. Variabel temperatur udara dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5 di udara ambien Jalan Gajah Mada tidak memiliki hubungan karena alat penelitian tidak ter kalibrasi sehingga data tidak dapat digunakan untuk uji lebih lanjut. Sedangkan menurut jurnal dan penelitian sebelumnya, variabel temperatur udara memiliki hubungan dengan konsentrasi PM10 dan PM2,5.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kuantitas dan Kualitas Udara pada Lubang Bukaan dan Lubang Produksi di THC 04 CV. Tahiti Coal Sawahlunto

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian di CV. Tahiti Coal ini dilakukan karna melihat kenyataan di lapangan bahwasannya temperatur pada lubang produksi sebesar 29,6⁰C, banyaknya debu yang dihasilkan akibat proses produksi dan terdapat beberapa percabangan,belokan dan jalur pemisah pada jalur ventilasinya. Hal ini bertentangan dengan KEPMEN 1827K dan akan mengakibatkan terjadinya penurunan kuantitas udara pada suatu front tambang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Dimana penelitian ini akan menghasilkan perbandingan antara kuantitas dan kualitas udara yang ada pada lubang bukaan dan lubang produksi dan menganalisis panjang jalur udara yang dapat di suplai oleh blower utama dan penggiring yang ada di lokasi serta mengetahui kehilangan udara akibat hambatan pada jalur udara lurus dari lubang bukaan ke lubang produksi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kuantitas dan kualitas udara pada lubang produksi telah melewati batas yang telah di tentukan dalam KEPMEN 1827K. Sementara Hambatan yang terjadi akibat Resistensi sebesar 2739,543 N.s/m⁸ hal ini disebabkan oleh persimpangan pada duct, pemisah pada duct dan panjang jalur udara itu sendiri.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelembaban Relatif dan Temperatur Efektif pada Lubang THC-02 dan THC-03 CV. Tahiti Coal Desa Sikalang Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 dan THC- 03 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-02, menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-03. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Nilai kelembapan paling tinggi di lubang THC-02 yaitu 87,1% dan di THC-03 yaitu 91,8% yang melewati nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembapan paling rendah di THC-02 yaitu 82,6% dan di THC-03 yaitu 75,3%. Untuk nilai temperatur paling tinggi di lubang THC-02 adalah 26,03°C dan di THC-03 adalah 26,73°C, sedangkan temperatur paling rendah di THC-02 adalah 22,60C dan di THC-03 adalah 23,78°C. Dengan kelembapan total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 22 - 25°C dan pada saat siang hari 24 - 26°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sistem Ventilasi pada Kemajuan Lubang Tambang Bawah Tanah THC 04 CV.Tahiti Coal Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara bawah tanah di Kota Sawahlunto yang menerapkan metode penambangan room and pillar. Sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hembus (forcing system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hembus tidak diikuti dengan pemasangan blower hisap, sehingga udara kotor tidak segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu front dipompakan kembali ke front berikutnya dan mengakibatkan peningkatan kepekatan debu dan temperature. Dari hasil pengukuran temperatur di dalam Lubang Utama (LU) 28,6 0C dan di Lubang 04 Cabang (LC) 26,9 0C. Kelembaban rata-rata di yakni 90,54 %. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah dalam KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yang menyebutkan “Temperatur udara di dalam tambang bawah tanah harus dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 24 derajat celcius dengan kelembaban relatif maksimum 85 persen”, sehingga harus dilakukan evaluasi.Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang diperbolehkan oleh KEPMEN 1827K/30/MEM/2018. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Manfaat Eceng Gondok untuk Air Asam Tambang di PT. Statika di Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Air Asam Tambang merupakan air asam yang terbentuk karena adanya mineral sulfida yang terjadi akibatmineral sulfida bereaksi dengan udara khususnya oksigen dengan adanya air maka terjadilah pembentukan Air Asam Tambang. Air Asam Tambang biasanya dijumpai pada hasil penambangan salah satunya yaitu penambangan batu split. Penambangan batu split secara terbuka dapat mencemari lingkungan sekitar, salah satunya aktivitas air sungai. Aktivitas air sungai bisa meningkatkan, nilai pH, temperature, TDS, TSS, dan nilai EC pada sungai. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi pencemaran air sungai dengan memanfaatkan tumbuhan yaitu eceng gondok. Metode yang digunakan untuk mengurangi pencemaran air asam tambang dengan penanaman eceng gondok pada sumber air asam tambang. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan nilai pH, dari angka 8,58 ke 8,51, 8,64 ke 8,61, 8,64 ke 8,44 8,62 ke 8,38, untuk nilai temperature dari 38-40°C ke suhu yang sama yaitu 30°C, untuk nilai TDS dari 44 ke 17, 44 ke 14, 40 ke 24, 41 ke 27, untuk nilai EC 94 ke 34, 93 ke 29, 90 ke 52, 92 ke 56, dan untuk nilai TSS yaitu 48 ke 21, 48 ke 18, 44 ke 28, dan 45 ke 31.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Temperatur dan Kelembaban Udara Pada Lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, Desa Sikalang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. CV. Tahiti Coal menggunakan alat manual, seperti sekop. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan udara untuk pekerja, mesin, dan untuk mendilusi gas methan di lubang lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis nilai temperatur udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis kelembaban udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Kebutuhan udara pekerja setiap front 0,03 m3/s. dan kebutuhan udara alat untuk setiap front penambangan 0,09 m3/s. FK Cb1 0,173 m3/s , FK Cb2 0,196 m3/s dan FK Cb3 0,21 m3/s, Cb4 adalah 0,21m3/s, dan Cb5 adalah 0,173m3/s. Nilai temperatur paling rendah adalah 21°C dan temperatur tinggi pada front adalah 27,50C pada fk cb2. Dengan kelembaban total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 23,90c dan pada saat siang hari 25,04°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari. Terdapat kelembaban paling tinggi 97 % yang melewati ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembaban paling rendah adalah 65%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kualitas dan Kuantitas Udara pada Lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari Kec. Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Nusa Alam Lestari adalah perusahaan tambang yang bergerak dalam produksi batubara bawah tanah yang terletak di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tambang bawah tanah lubang C2B PT. Nusa Alam Lesatri menggunakan satu blower utama dengan sistem hembus dengan tipe DF56-4. Lubang C2B merupakan lubang bukaan baru dengan panjang 80 meter terdapat satu front kerja aktif dan dua cabang bak kotrol serta cabang penambangan yang belum aktif. Pada saluran udara lubang C2B terdapat banyak kebocoran. Perlu dilakukan analisis tekanan udara dan hambatan udara pada lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari. Dalam penelitian ini membahas tentang kualitas dan kuantitas udaran pada lubang C2B PT. Nusa Alam Lestari. Berdasarkan hasil pengamatan lubang C2B, jumlah udara di front kerja sangat baik dan memenuhi kebutuhan untuk pernapasan bagi pekerja, mendilusi gas methan dan peralatan mesin untuk panjang lubang 80 meter dan masih memungkinkan untuk melanjutkan kemajuan penambangan. Akan tetapi, Lubang C2B mempunyai kelembaban dan temperatur yang tinggi 86% - 99,7% untuk kelembaban dan 28,10C – 29,10C untuk temperatur, itu sudah melebihi nilai ambang batas berdasarkan buku Hartman 1991 yaitu 85% untuk kelembaban dan 18 -280 C untuk temperatur, tetapi tidak di front kerja yang mempunyai temepratur yang baik. Pengkuran kuantitas dan kualitas udara dilakukan pada setiap percabangan dan front kerja dengan mengukur kecepatan udara menggunakan alat anemometer, gas detector untuk kandungan gas dalam lubang tambang dan sling psykometer untuk mengukur kelembaban dan temperatur.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Konsentrasi Gas CO dan Temperatur Udara pada Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gas CO (Karbon monoksida) adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun bila terhirup dalam jumlah yang cukup besar atau dalam waktu yang lama juga mudah terbakar. apabila tidak adanya kajian khusus untuk Gas CO dan temperatur udara maka sewaktu-waktu bisa terjadi nya kecelakaan bagi para pekerja di dalam tambang tersebut dan akan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan itu sendiri dan bahkan kematian bagi para pekerjanya. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dirancang dan dibangun alat yang mampu memantau dan memonitoring gas CO dan temperatur udara yaitu alat sensor gas CO dan Temperatur udara pada tambang bawah tanah berbasis Arduino Mega, sehingga didapatakan Gas CO terhadap waktu yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y= -0.042x + 11.03 dan R² = 0.208. dan waktu terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = -0.035x + 23.55 dan R² = 0.051. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap waktu yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = -0.036x + 9.701 dan R² = 0.015 dan waktu terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 0.046x + 21.69 dan R² = 0.028. Gas CO terhadap kecepatan angin yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y = 3.938x + 7.152 dan R² = -4E-1. dan kecepatan angin terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = 19.33x + 5.867 dan R² = -3E-1. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap kecepatan angin yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = 3.740x + 5.298 dan R² = 8E-15 dan kecepatan angin terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 7.491x + 13.82 dan R² = 4E-14

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Monitoring Temperatur untuk Mencegah Terjadinya Swabakar pada Temporary Stockpile PT. Miyor Pratama Coal Parambahan Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Miyor Pratama Coal merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Untuk memenuhi kebutuhan para konsumen, produksi harus sesuai dengan permintaan maupun prasyarat yang diinginkan pihak konsumen, terutama kualitas batubara harus sesuai dengan standar yang telah disepakati. Kurang efektifnya cara penanganan batubara pada stockpile, penumpukan batubara pada stockpile dalam jangka waktu yang cukup lama sering mengalami swabakar (spontaneuos combustion) dan batubara kwalitas rendah rentan mengalamiswabakar. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini, dilakukan suatu cara untuk mencegah terjadinya swabakar dengan melakukan monitoring temperatur pada tumpukan batubara perharinya, menggunakan alat pengukur temperatur (Thermo couple TM—902C Range -50˚C - 1300˚C), melakukan analisis dengan ambang titik nyala glow point batubara sesuai dengan kelasnya dan faktor yang mempengaruhi terjadinya gejala swabakar. Titik sampel tertinggi temperatur batubara tumpukan (A) Kalori 6500- 6800 hanya mencapai 60,6°C dan 60,9°C, titik sampel ini sudah melewati standar pengukuran suhu tumpukan batubara namun belum mengalami ignition point atau titik pembakaran dan gejala swabakar belum terjadi, titik ini mempunyai rata-rata temperatur timbunan yaitu 49°C dan 46°C. Namun pada tumpukan (B) Kalori 3000-4000 pada titik ini batubara telah terbakar dengan temperatur mencapai 132,4°C dan 160,4°C, titik sampel ini mempunyai rata- rata temperatur timbunan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan titik-titik sampel lainnya dan titik tersebut telah mengalami ignition point sehingga gejala swabakar terjadi pada titik ini. Gejala swabakar umumnya terjadi pada sisi kaki dari timbunan batubara. Hal ini terjadi karena ukuran butir yang relatif besar akan berada di sisi kaki timbunan batubara. Selain pada sisi kaki timbunan batubara, gejala swabakar juga terjadi di sela-sela penumpukan batubara akibat penanganan yang kurang sempurna pada saat melakukan penimbunan batubara.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Temperatur Efektif dan Kelembapan Relatif pada Lubang Tambang Bawah Tanah BMK 35 CV. Bara Mitra Kencana Sawahlunto

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Bara Mitra Kencana (CV. BMK) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan bawah tanah yang terletak di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Temperatur udara efektif dan kelembaban relatif pada lubang tambang BMK-35 melebihi nilai ambang batas (NAB) yang di atur oleh KEPMEN 555K yaitu temperatur udara efektif 26oC dengan kelembaban relatif sebesar 95,4%, sedangkan temperatur udara efektif yang di perbolehkan berkisar antara 18-24oC dengan kelembaban relatif maksimum sebesar 85%. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengaturan sistem ventilasi yang baik yaitu memasang ventilasi hisap pada jalan keluar dengan pertimbangan desain lubang tambang yang ada pada CV. BMK. Hasil analisa yang dilakukan dengan pemasangan ventilasi hisap pada lubang tambang BMK-35, didapatkan nilai temperatur udara efektif pada lokasi lubang bukaan (kanopi) 19,9-21oC dengan kelembaban relatif sebesar 78-83%. Pada lokasi percabangan, temperatur udara efektif 22,5-23,8oC dengan kelembaban relatif sebesar 83-85%. Pada lokasi front kerja, temperatur udara efektif 23-23,5oC dengan kelembaban relatif sebesar 83,5-85,1%. Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan NAB yang di perbolehkan oleh KEPMEN 555K. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kuantitas dan Kualitas Udara pada Kegiatan Penambangan Batubara Bawah Tanah Front Kerja Lubang Bukaan Tambang BMK35 CV. Bara Mitra Kencana Job Site Tanah Kuning Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail