Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: sensor
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kajian Crown Subsidence dan Horizontal Displacement pada Lubang BMK 14 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. Bara Mitra Kencana, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambang bawah tanah memerlukan pemantauan terhadap kestabilan batuan di sekitar terowongan, karena batuan yang dibongkar akan mengalami perubahan terhadap kekuatan dan bentuk batuan itu sendiri. Kestabilan pada terowongan adalah satu hal yang harus dipantau, hal ini diperlukan agar dapat meminimalisir terjadinya ambrukan atau kecelakaan pada tambang. Pada tambang batubara bawah tanah di lubang BMK 14 CV. Bara Mitra Kencana terdapat beberapa penyangga yang retak atau patah. Dibeberapa cabang penambangan terjadi runtuhan atau ambrukan, hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi para pekerja. Untuk mencegah terjadinya ambrukan perlu tindakan untuk memantau pergerakan atap terowongan, dari data pergerakan tersebut dapat diambil langkah cepat kapan saatnya dilakukan penyangga dan jenis penyannga apa yang sesuai dengan pergerakan atap terowongan tersebut, sehingga ambrukan tambang dapat di antisipasi. Salah satu cara agar dapat mendeteksi pergerakan atap dan dinding terowongan itu adalah dengan membuat alat menggunakan sensor, yaitu sensor ultrasonik ping.Sensor ultrasonik ping ini dapat digunakan untuk mengukur jarak lebih dari 3 cm dan kurang dari 300 cm. Hasil pengukuran pergerakan crown subsidence dan horizontal displacementpada CV. Bara Mitra Kencana selama 5 hari yaitu, untuk pengukuran horizontal displacement pada stasiun 1 tidak terjadi pergerakan sedangkan pada stasiun 2 terjadi pergerakan sebesar 1mm. Pada pengukuran pergerakan crown subsidencestasiun 1 terjadi pergerakan sebesar 1 mm di pengukuran ke 2 pagi , 1 mm pada pengukuran ke 3 pagi, 1 mm pada pengukuran 3 sore, 1 mm pada pengukuran ke 4 sore , 1 mm pada pengukuran ke 5 pagi dan terjadi runtuhan pada pengukuran ke 5 sore. Untuk stasiun 2 pergerakan terjadi pada pengukuran ke 2 pagi sebesar 1 mm, 1 mm pada pengukuran ke 2 sore dan 1 mm pada pengukuran ke 3 pagi, namun untuk pengukuran selanjutnya tidak ada pergerakan.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Ground Vibration Terhadap Jarak dan Jumlah Isian pada Kegiatan Peledakan Menggunakan Alat Sensor Getaran YMS11 pada Front Peledakan di PT. Semen Padang Bukit Karang Putih, Indarung, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Semen padang adalah salah satu prusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, dengan memakai sistem tambang terbuka. Kegiatan penambangan menggunakan sistem peledakan dalam proses penambangannya. Pada kegiatan peledakan ditemukan beberapa masalah. Getaran yang tinggi menyebabkan material-material lereng yang runtuh, jumlah isian yang tidak dikontrol akan menghasilkan getaran yang besar. selain itu belum adanya pengecekan getaran tersebut untuk setiap kali peledakan, oleh karna itu perlunya pengontrolan getaran pada kegiatan peledakan PT. Semen padang. Dalam penelitian ini dilakukan rancangan alat yang berbasis arduino uno untuk mendeteksi getaran pada kegiatan peledakan. Untuk mengukur getaran dilakukan 3 lokasi pengamatan yang memiliki jarak berbeda 100 m, 200 m, dan 300 m dari sumber getaran selain itu juga memvariasikan jumlah isian bahan peledak yang berbeda. Setelah dilakukan pengontrolan menggunakan alat arduino uno didapatkan pengaruh jarak tehadap getaran. Pada jarak 100 m didapatkan nilai PPV sebesar 3.02 mm/s, SD= 1.66 m/kg, konstanta 0.1421 dan jarak 200 m didapatkan nilai PPV sebesar 0.03 dan SD=5 m/kg pada jarak 300 didapatkan nilai PPV sebesar 1.13 mm/s dan SD=5.47 m/kg. adapun pengaruh isian peledakan terhadap getaran (PPV) yaitu dengan isian 3600 kg didapatkan nilai PPV sebesar 3.01 mm/s sedangkan pada isian 1600 kg didapatkan PPV sebesar 1.13 mm/s dan isian 3000 kg di dapat PPV sebesar 0.33 mm/s menggunakan hasil perhitungan peak particel velocity dan grafik logaritma dari perbandingan jarak terhadap PPV di dapat persamaan empiris adalah y = -2.598In(x) + 14.728 dan R2 0.8602 nilai ini memiliki hubungan kuat karna nilai tersebut mendekati 1 (satu). Sedangkan perbandingan isian terhadap PPV persamaan empiris y = 2.8488In(x) – 21.261 dan R2 0.5456. nilai ini memiliki hubungan yang sedang karna nilai tersebut menjauhi dan mendekati 1 (satu).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Konsentrasi Gas CO dan Temperatur Udara pada Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gas CO (Karbon monoksida) adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun bila terhirup dalam jumlah yang cukup besar atau dalam waktu yang lama juga mudah terbakar. apabila tidak adanya kajian khusus untuk Gas CO dan temperatur udara maka sewaktu-waktu bisa terjadi nya kecelakaan bagi para pekerja di dalam tambang tersebut dan akan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan itu sendiri dan bahkan kematian bagi para pekerjanya. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dirancang dan dibangun alat yang mampu memantau dan memonitoring gas CO dan temperatur udara yaitu alat sensor gas CO dan Temperatur udara pada tambang bawah tanah berbasis Arduino Mega, sehingga didapatakan Gas CO terhadap waktu yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y= -0.042x + 11.03 dan R² = 0.208. dan waktu terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = -0.035x + 23.55 dan R² = 0.051. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap waktu yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = -0.036x + 9.701 dan R² = 0.015 dan waktu terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 0.046x + 21.69 dan R² = 0.028. Gas CO terhadap kecepatan angin yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y = 3.938x + 7.152 dan R² = -4E-1. dan kecepatan angin terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = 19.33x + 5.867 dan R² = -3E-1. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap kecepatan angin yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = 3.740x + 5.298 dan R² = 8E-15 dan kecepatan angin terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 7.491x + 13.82 dan R² = 4E-14

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pemantauan Pergeseran Bidang Diskontinuitas Menggunakan Crack Meter Sensor 2D VF_STTIND PT. Allied Indo Coal Jaya Kota Sawahlunto

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gerakan tanah adalah tidak kuatnya gaya lekat antar lapisan tanah untuk menambah perubahan massa dalam struktur tanah tersebut, gerakan tanah sangat berpengaruh di dalam dunia pertambangan khususnya gerakan tanah terhadap lereng yang memiliki bidang diskontinuitas yaitu rekahan (crack), apabila tidak adanya kajian khusus untuk lereng maka sewaktu-waktu bisa terjadi longsor dan akan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan itu sendiri. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dirancang dan dibangun alat yang mampu memantau displacement lereng yaitu alat crack meter sensor 2D VF_STTIND berbasis komputer, alat ini mampu mengetahui displacement horizontal dan displacement vertikal. Penggunaan alat ini dengan cara monitoring langsung lereng dengan alat crack meter sensor 2D VF_STTIND sehingga didaptakan displacement horizontal dan displacement vertikal. Pada penelitian ini, alat crack meter sensor 2D VF_STTIND telah diuji coba di PT. Allied Indo Coal Jaya dimana hasil yang didapatkan dari monitoring selama 10 hari dengan 2 stasiun yaitu pada stasiun 1 didapatkan displacement horizontal sebesar 27 mm dan displacement vertikal sebesar 9 mm. Sedangkan pada stasiun 2 didapatkan displacement horizontal sebesar 38 mmdan displacement vertikal sebesar 17 mm. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh adanya aktivitas penambangan seperti; pemuatan, pengangkutan, pengeboran, peledakan. Selanjutnya, dianalisis dengan regresi nonlinear yaitu polynomial sehingga menghasilkan persamaan y =±x2±x±c dan nilai R2 dengan y adalah displacement horizontal dan x adalah banyak nya melakukan pengukuran.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancangan Teknis Alat Sensor Suhu STTINDMINE13 dalam Pencegahan Secara Dini Terjadinya Swabakar pada Stockpile Batubara

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya swabakar dan cara pencegahan terjadinya swabakar yang terjadi pada areal stockpile batubara. Salah satu cara pencegahannya adalah dengan melakukan pengukuran suhu pada tumpukan batubara menggunakan alat sensor suhu, alat sensor suhu yang digunakan ialah sensor suhu STTINDMINE13 yang dirancang untuk mengukur suhu pada tumpukan batubara. Sampel penelitian ini ialah data hasil pengukuran suhu yang dilakukan pada tumpukan batubara, kemudian hasil pengukuran dimasukkan kedalam sebuah grafik untuk mengamati laju pergerakan suhu dan selanjutnya dilakukan analisa pergerakan suhu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pergerakan suhu yang diukur pada areal stockpile PT. Dasrat Sarana Arang Sejati dan PT. Allied Indo Coal Jaya menunjukkan suhu yang berbeda, dimana suhu tersebut berada pada kisaran 30ºC - 36°C. Kondisi suhu ini dipengaruhi oleh lamanya penumpukan, jenis batubara, manajemen stockpile dan cuaca.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail