Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Gas
DaftarKartu
ArticleOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sistem Cerdas Perawatan Tanaman Berbasis Arduino

2022•Artikel Penelitian dan Pengabdian

Penggunaan teknologi tepat guna dapat mengurangi biaya produksi, penggunaan sistem irigasi tetes atau sistem irigasi menggunakan sprinkler dapat membantu petani menjaga kelembaban tanah tetapi diperlukan campur tangan manusia untuk mengoperasikannnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem irigasi menggunakan sprinkler yang dapat bekerja secara otomatis sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga manusia. Sistem ini merupakan sistem cerdas yang dikendalikan oleh mikrokontroler sehingga dapat bekerja secara berkesinambungan dengan sedikit bantuan manusia. dengan adanya sistem ini, proses perawatan tanaman dapat dilakukan lebih optimal, menghemat air, waktu, tenaga dan biaya. Peneilitian ini merupakan penelitian terapan dengan memikirkan infrastruktur yang dibutuhkan (perangkat keras, perangkat lunak dan perangkat sumber daya manusia), kemudian membuat desain gambar dengan teknik siklus daur ulang yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, uji coba dan evaluasi. Analisa kebutuhan diperlukan untuk melihat apa saja yang dibutuhkan oleh sistem agar dapat bekerja sesuai yang di inginkan, pembuatan gambar skematik, menguji coba rancangan pada program simulasi (Proteus). Kemudian pada saat implementasi dilakukan pemasangan komponen sesuai dengan gambar skematik. Terakhir pada tahapan testing, dilakukan pengujian unjuk kerja sistem dengan melakukan tahapan evaluasi.

104 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Pembakaran Terbuka Limbah Batang Jagung Terhadap Kualitas Udara di Jorong Surabayo Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembakaran limbah batang jagung secara terbuka (Open Burning) merupakan alternatif pengelolaan limbah sisa pertanian yang banyak dipilih oleh para petani, karena metode ini mudah dan murah. Pembakaran limbah sisa panen merupakan cara yang sangat efektif untuk mempersiapkan masa tanam selanjutnya. Namun disisi lain pembakaran terbuka limbah ini memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dimana pembakaran menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan emisi gas rumah kaca serta gangguan terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas udara dan kosentrasi pencemar di pemukiman penduduk yang terdekat dari lokasi pembakaran terbuka serta mengetahui hubungan pembakaran dengan peningkatan gas rumah kaca (GRK). Parameter-parameter kualitas udara yang di uji adalah TSP, PM2.5, NO2, SO2 dan gas CO. Nilai hasil pengujian ketika tidak ada pembakaran dan ketika ada pembakaran dibandingkan kemudian disandingkan dengan nilai baku mutu PP No. 41/1999 dan dianalisis untuk mengetahui dampak pembakaran terhadap lingkungan, emisi terhadap gas rumah kaca (GRK) dan terhadap kesehatan warga sekitar perkebunan. Dari hasil pengujian terhadap parameter uji didapatkan konsentrasi polutan pencemar masih dibawah baku mutu PP No. 41/1999, baik pada sebelum pembakaran dan ketika ada pembakran terbuka. Dan hasil analisis untuk emisi GRK dari fraksi N2O menyumbangkan 3,6×(10)-7Gg N2O/Tahun. Analisa hasil wawancara didapatkan dari beberapa warga yang mengalami dampak saat terpapar asap pembakaran.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Konsentrasi Gas CO dan Temperatur Udara pada Tambang Bawah Tanah PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gas CO (Karbon monoksida) adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun bila terhirup dalam jumlah yang cukup besar atau dalam waktu yang lama juga mudah terbakar. apabila tidak adanya kajian khusus untuk Gas CO dan temperatur udara maka sewaktu-waktu bisa terjadi nya kecelakaan bagi para pekerja di dalam tambang tersebut dan akan mengakibatkan kerugian terhadap perusahaan itu sendiri dan bahkan kematian bagi para pekerjanya. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dirancang dan dibangun alat yang mampu memantau dan memonitoring gas CO dan temperatur udara yaitu alat sensor gas CO dan Temperatur udara pada tambang bawah tanah berbasis Arduino Mega, sehingga didapatakan Gas CO terhadap waktu yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y= -0.042x + 11.03 dan R² = 0.208. dan waktu terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = -0.035x + 23.55 dan R² = 0.051. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap waktu yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = -0.036x + 9.701 dan R² = 0.015 dan waktu terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 0.046x + 21.69 dan R² = 0.028. Gas CO terhadap kecepatan angin yang tinggi pada stasiun 1 yaitu sebesar 11,17 ppm dan yang rendah 9,80 ppm dengan persamaan y = 3.938x + 7.152 dan R² = -4E-1. dan kecepatan angin terhadap temperatur udara yang nilai tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang terendah yaitu 22 derajat celcius dengan persamaan y = 19.33x + 5.867 dan R² = -3E-1. pada stasiun 2 di dapatkan gas CO terhadap kecepatan angin yang paling tinggi yaitu 11,35 ppm dan yang rendah 6.90 ppm dengan persamaan y = 3.740x + 5.298 dan R² = 8E-15 dan kecepatan angin terhadap temperatur udara pada stasiun 2 yang tinggi yaitu 24 derajat celcius dan yang rendah yaitu 20 derajat celcius dengan persamaan y = 7.491x + 13.82 dan R² = 4E-14

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Detektor Konsentrasi Gas Metana Berbasis Sensor MQ2

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambang bawah tanah adalah suatu tambang yang kegiatan kerjanya di bawah tanah atau tidak secara langsung berhubungan dengan udara luar, oleh karena itu tambang bawah tanah memilki tingkat resiko yang sangat besar terjadinya kecelakaan dibandingkan dengan tambang terbuka. Kecelakaan pada tambang bawah tanah disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecelakaan yang salah satu faktornya adalah gas metana, gas jenis ini memiliki karakteristik tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mudah meledak. Hampir setiap kejadian kecelakan yang terjadi di tambang batubara khususnya di Sawahlunto umumnya disebabkan oleh gas metana yang mengakibatkan terjadinya ledakan di dalam lubang tambang, oleh sebab itu gas metana harus dipantau setiap saat dan untuk memperkecil tingkat kecelakan ledakan tambang kita bisa melakukan pengecekan setiap saat dengan cara membuat atau merancang alat pendeteksi konsentrasi gas metana yang dapat dipasang atau ditempatkan disetiap front penambangan. Alat detektor konsentrasi gas metana ini menggunakan beberapa komponen elektronika yang diantranya dalah sensor yang bertipe MQ2 sebagai pendeteksi konsentrasi gas metana, arduino nano sebagai otak atau pengatur, LCD sebagai menampilkan konsentrasi gas metana yang berupa angka, LED sebagai indikator tingkat konsentrasi gas metana dimana dalam alat ini menggunakan tiga buah LED yang terdiri dari warna biru apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 0%-1%, warna hijau apabila konsentrasi gas metana berkisar antara 2%-4%, warna merah apabila konsentrasi gas metana 5% ke atas.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp) Nama : Yulia Septriani NPM : 1310024428026 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, M.Si Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang disebut limbah. Sumber sampah berasal dari perumahan, pasar, beberapa kegiatan pertanian dan juga dari laut. Pemanfaatan sampah antara lain sebagai pupuk organik, misalnya kompos maupun bahan pembuat biogas dengan fermentasi anaerob oleh mikroorganisme. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbahan baku dari bahan organik. Sampah organik merupakan sampah dari bahan-bahan yang dapat terurai. Alga merupakan tanaman laut yang keberadaannya masih banyak kita jumpai ditepi pantai. Teknologi biogas diproduksi melalui proses fermentasi bahan organik secara anaerobik oleh bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methan (CH4). Proses ini tidak hanya menghasilkan gas tapi juga menghasilkan pupuk. Bahan baku dalam penelitian ini adalah sampah organik dan alga (Sargassum sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah campuran dari sampah organik dan alga (Sargassum sp) dapat memproduksi biogas dan melihat komposisi yang tepat dalam perolehan biogas. Percobaan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C, dengan rasio sampah organik dan air 100 ; 50, 100 ; 100, 100 ; 150, 100 ; 200, 100 ; 250. Tahap kedua yaitu dengan variabel penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C dengan rasio sampah organik dan alga 100 ; 0, 90 ; 10, 80 ; 20, 70 ; 30, 60 ; 40, 50 ; 50. Dengan pengamatan dilakukan setiap hari dilihat dari penambahan volume dalam pipet takar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biogas yang dihasilkan paling banyak adalah 50 ; 50 (sampah organik dan alga) pada hari kelima sebanyak 3,8 ml.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Reaktor Biogas di UPTD Pasar Ternak Palangki

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERANCANGAN REAKTOR BIOGAS DI UPTD PASAR TERNAK PALANGKI Nama : Ashadi Rizki Zumaro NPM : 1210024428001 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT ABSTRAK Sektor peternakan menyumbang 37% metana dan 65% nitro oksida (lebih kuat dari CO2), gas metana adalah sebuah gas yang dihasilkan dari proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton/tahun dan metana yang terlepas dari kotoran hewan mencapai 18 juta ton/tahun. (Laporan LIVESTOCKS, FAO tahun 2007). Apabila disederhanakan, tulisan diatas menerangkan bahwa limbah kotoran yang dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa ikut memberikan andil terhadap pemanasan global (Global Warming) hal itu disebabkan tidak adanya perlakuan yang tepat dan kotoran disimpan di area terbuka sehingga terkena sinar matahari langsung akibatnya gas metan yang dihasilkan dari kotoran hewan menguap. Salah satu sumber dari kotoran hewan yang ada di Indonesia adalah pasar ternak. UPTD Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak terbesar se-Sumatera Barat, Pasar Ternak ini berada di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, rata-rata setiap tahun (2011 – 2016) hewan yang masuk ke UPTD ini mencapai 22215 ekor, salah satu solusi teknologi untuk mengatasi kotoran hewan adalah biogas.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail