Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Biogas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp) Nama : Yulia Septriani NPM : 1310024428026 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, M.Si Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang disebut limbah. Sumber sampah berasal dari perumahan, pasar, beberapa kegiatan pertanian dan juga dari laut. Pemanfaatan sampah antara lain sebagai pupuk organik, misalnya kompos maupun bahan pembuat biogas dengan fermentasi anaerob oleh mikroorganisme. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbahan baku dari bahan organik. Sampah organik merupakan sampah dari bahan-bahan yang dapat terurai. Alga merupakan tanaman laut yang keberadaannya masih banyak kita jumpai ditepi pantai. Teknologi biogas diproduksi melalui proses fermentasi bahan organik secara anaerobik oleh bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methan (CH4). Proses ini tidak hanya menghasilkan gas tapi juga menghasilkan pupuk. Bahan baku dalam penelitian ini adalah sampah organik dan alga (Sargassum sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah campuran dari sampah organik dan alga (Sargassum sp) dapat memproduksi biogas dan melihat komposisi yang tepat dalam perolehan biogas. Percobaan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C, dengan rasio sampah organik dan air 100 ; 50, 100 ; 100, 100 ; 150, 100 ; 200, 100 ; 250. Tahap kedua yaitu dengan variabel penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C dengan rasio sampah organik dan alga 100 ; 0, 90 ; 10, 80 ; 20, 70 ; 30, 60 ; 40, 50 ; 50. Dengan pengamatan dilakukan setiap hari dilihat dari penambahan volume dalam pipet takar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biogas yang dihasilkan paling banyak adalah 50 ; 50 (sampah organik dan alga) pada hari kelima sebanyak 3,8 ml.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Reaktor Biogas di UPTD Pasar Ternak Palangki

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERANCANGAN REAKTOR BIOGAS DI UPTD PASAR TERNAK PALANGKI Nama : Ashadi Rizki Zumaro NPM : 1210024428001 Pembimbing I : Yaumal Arbi, MT Pembimbing II : Andi Irawan, MT ABSTRAK Sektor peternakan menyumbang 37% metana dan 65% nitro oksida (lebih kuat dari CO2), gas metana adalah sebuah gas yang dihasilkan dari proses pencernaan hewan dapat mencapai 86 juta ton/tahun dan metana yang terlepas dari kotoran hewan mencapai 18 juta ton/tahun. (Laporan LIVESTOCKS, FAO tahun 2007). Apabila disederhanakan, tulisan diatas menerangkan bahwa limbah kotoran yang dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa ikut memberikan andil terhadap pemanasan global (Global Warming) hal itu disebabkan tidak adanya perlakuan yang tepat dan kotoran disimpan di area terbuka sehingga terkena sinar matahari langsung akibatnya gas metan yang dihasilkan dari kotoran hewan menguap. Salah satu sumber dari kotoran hewan yang ada di Indonesia adalah pasar ternak. UPTD Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak terbesar se-Sumatera Barat, Pasar Ternak ini berada di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, rata-rata setiap tahun (2011 – 2016) hewan yang masuk ke UPTD ini mencapai 22215 ekor, salah satu solusi teknologi untuk mengatasi kotoran hewan adalah biogas.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail