Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Sampah Organik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Pengomposan Sampah Pasar Sayur Bukit Surungan dengan Metode Takakura Susun

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Belum maksimalnya pengolahan sampah sayur di pasar Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Menyebabkan banyaknya sampah sayur yang terbengkalai, sehingga dibutuhkan pengolahan yang tepat dalam mengatasi sampah sayur. Teknologi composting menjadi solusi tepat dalam mengatasi sampah sayur di Pasar Sayur Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Metode pengomposan yang digunakan adalah pengomposan dengan Takakura Susun dan penambahan EM4 (Effektive Microorganism) dengan variasi penambahan sampah organik per 1 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dalam waktu 12 hari kompos sudah dapat digunakan, dengan perlakukan penambahan sampah organik setiap hari selama 7 hari berturut- turut. Adapun kandungan kompos yang dihasilkan menunjukan kadar rasio C/N sebesar 10.96, karbon 12.50 dengan sifat fisik kompos berwarna kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur seperti tanah dengan kadar air 19 %, suhu 270C dan pH 6.8.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Ukuran Partikel Sampah Organik Terhadap Waktu Pengomposan dengan Metode Komposter Semi Anaerob di Nagari Kunangan Parik Rantang Kec. Kamang Baru Kab. Sijunjung

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sampah organik adalah sampah basah yang mudah terurai, sejenis sampah rumah tangga yang tidak diamanfaatkan dengan baik, sehingga dapat merusak lingkungan sekitar. Salah satu upaya untuk mengolah sampah organik yaitu dengan cara menjadikan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui ukuran sampah yang efektif untuk pembuatan pupuk kompos, lama waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos dengan menggunakan komposter semi anaerob dan komposisi kompos sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Komposter yang dirancang berkapasitas 25 L, dengan proses pengomposan sampah menjadi pupuk menggunakan EM4. Proses pengomposan yang dilakukan dari sumber sampah organik dengan variasi ukuran partikel yaitu, bubur, 2 cm, 4 cm, 6 cm dan 8 cm. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tingkat kematangan sampah organik dalam proses pengomposan menggunakan komposter semi an aerob lebih cepat matang pada sampel ukuran partikel bubur yaitu 18 hari. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap kompos yang telah matang yaitu kadar air, temperatur, warna, bau, ukuran partikel, pH, nitrogen, karbon, phospor, rasio C/N dan kalium, didapatkan nilai yang memenuhi atau sesuai dengan kriteria kompos organik yang diatur dalam SNI 19-7030-2004.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp)

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Studi Perolehan Biogas dari Sampah Organik dan Alga (Sargassum sp) Nama : Yulia Septriani NPM : 1310024428026 Pembimbing I : Hendri Sawir, ST, M.Si Pembimbing II : Eka Rahmatul Aidha, M.Pd RINGKASAN Aktifitas manusia dalam memanfaatkan alam selalu meninggalkan sisa yang disebut limbah. Sumber sampah berasal dari perumahan, pasar, beberapa kegiatan pertanian dan juga dari laut. Pemanfaatan sampah antara lain sebagai pupuk organik, misalnya kompos maupun bahan pembuat biogas dengan fermentasi anaerob oleh mikroorganisme. Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang berbahan baku dari bahan organik. Sampah organik merupakan sampah dari bahan-bahan yang dapat terurai. Alga merupakan tanaman laut yang keberadaannya masih banyak kita jumpai ditepi pantai. Teknologi biogas diproduksi melalui proses fermentasi bahan organik secara anaerobik oleh bakteri methanogen untuk menghasilkan gas methan (CH4). Proses ini tidak hanya menghasilkan gas tapi juga menghasilkan pupuk. Bahan baku dalam penelitian ini adalah sampah organik dan alga (Sargassum sp). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah campuran dari sampah organik dan alga (Sargassum sp) dapat memproduksi biogas dan melihat komposisi yang tepat dalam perolehan biogas. Percobaan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C, dengan rasio sampah organik dan air 100 ; 50, 100 ; 100, 100 ; 150, 100 ; 200, 100 ; 250. Tahap kedua yaitu dengan variabel penambahan EM-4 20 ml pada suhu ruangan berkisar antara 25 0 C sampai 30 0 C dengan rasio sampah organik dan alga 100 ; 0, 90 ; 10, 80 ; 20, 70 ; 30, 60 ; 40, 50 ; 50. Dengan pengamatan dilakukan setiap hari dilihat dari penambahan volume dalam pipet takar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio biogas yang dihasilkan paling banyak adalah 50 ; 50 (sampah organik dan alga) pada hari kelima sebanyak 3,8 ml.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail