ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PTBumiMerapiEnergimelakukanpengolahanairasam tambangdengan caramemompaairasam tambangdarisumpmenujukolam-kolam pengendapan lumpurlaludialirkanmenujubadansungai.Daripenetralanairasam tambangyang dilakukandenganmenggunakanmetodeaktifpengujianmenggunakankapurtohor. Sedangkan penetralan airasam tambang yang dilakukan dengan menggunakan metodepasifpengujianmenggunakanbakreaktordenganmediayangdigunakan yaitutanamanpuruntikus,kompostandansawitkosong,pasirsilika,saburkelapa, karbonaktif.Analisadatadimulaidaripengambilansampelairasam tambangsesuai dengankeputusanmenterinegaralingkunganhidupnomor37tahun2003tentang metode analisis pengujian kualitas airpermukaan dan pengambilan contoh air permukaan untuk mencaridata pH Air Asam Tambang sebelum dilakukan penanganandansesudahdilakukanpenanganan.SedangkankadarTSS,kadarFe, dankadarMnakandidapatkandenganmelakukanpengujiandilaboratorium PABPT BA Tanjung Enim.Untuk pengolahan dengan metode aktifterjadikenaikan pH menjadi6,16,terjadipenurunanTotalSuspendedSolid(TSS)menjadi12685mg/l, terjadipenurunankadarbesi(Fe)menjadi34,1141mg/l,danterjadipenurunankadar mangan(Mn)menjadi1,5146mg/l.sedangkanuntukpengolahandenganmetode pasifterjadikenaikanpHmenjadi7,61,terjadipenurunanTotalSuspendedSolid(TSS) menjadi58mg/l,terjadipenurunankadarbesi(Fe)menjadi0,4755mg/ldanterjadi penurunankadarmangan(Mn)menjadi0,2826mg/
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Asam Tambang merupakan air asam yang terbentuk karena adanya mineral sulfida yang terjadi akibatmineral sulfida bereaksi dengan udara khususnya oksigen dengan adanya air maka terjadilah pembentukan Air Asam Tambang. Air Asam Tambang biasanya dijumpai pada hasil penambangan salah satunya yaitu penambangan batu split. Penambangan batu split secara terbuka dapat mencemari lingkungan sekitar, salah satunya aktivitas air sungai. Aktivitas air sungai bisa meningkatkan, nilai pH, temperature, TDS, TSS, dan nilai EC pada sungai. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi pencemaran air sungai dengan memanfaatkan tumbuhan yaitu eceng gondok. Metode yang digunakan untuk mengurangi pencemaran air asam tambang dengan penanaman eceng gondok pada sumber air asam tambang. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan nilai pH, dari angka 8,58 ke 8,51, 8,64 ke 8,61, 8,64 ke 8,44 8,62 ke 8,38, untuk nilai temperature dari 38-40°C ke suhu yang sama yaitu 30°C, untuk nilai TDS dari 44 ke 17, 44 ke 14, 40 ke 24, 41 ke 27, untuk nilai EC 94 ke 34, 93 ke 29, 90 ke 52, 92 ke 56, dan untuk nilai TSS yaitu 48 ke 21, 48 ke 18, 44 ke 28, dan 45 ke 31.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penghematan pemakaian energi listrik sangat perlu dilakukan karena keterbatasan ketersediaan sumber energi listrik yang banyak digunakan sekarang. Dinas X merupakan salah satu instansi pemerintah yang menggunakan energi listrik harus melakukan penghematan pemanfaatan energi listrik tersebut sebagai salah satu upaya konservasi energi. Tujuan penelitian adalah mengetahui Nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada pemakaian tahun 2019 dan mengevaluasi pemanfaatan energi listriknya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan kuisioner dan observasi terhadap tiga aspek pemanfaaatannya, yaitu cahaya, udara dan peralatan pendukung. Sampling responden dikumpulkan dengan teknik sampling purposif. Penelitian ini menghasilkan nilai IKE gedung Dinas X pada tahun 2019, tertinggi di bulan Februari 7,85 kWh/m2, dan terendah di bulan Juli 6,26 kWh/m2, dan rata-rata IKE tahun 2019 adalah 7,09 kWh/m2. Berdasarkan nilai Standar IKE maka Nilai IKE Dinas X termasuk sangat efisien, karena nilai perolehannya 8,5. Hasil evaluasi penghematan energi gedung Dinas X dikelompokkan dalam kategori hemat, idealnya pemanfaatan energi listrik di gedung Dinas X adalah sangat hemat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Asam Tambang (AAT) merupakandampak lingkungan yang negatif dan sulit dihentikan kecuali salah satu reaktanyang terlibat (mineral sulfida, air dan udara) tidak tersedia lagi. Maka dibutuhkan pengolahan AATdengan tujuan untuk meningkatkan pH dan menghilangkan logam terlarut. Proses pengelolaan AATdilakukan melalui penelitian ekperimen menggunakan sistem destilasi yakni proses pemanasan suatu bahan pada temperatur tertentu dengan menggunakan pemanas burner berbahan bakar spritus dan memperhatikan karakteristik air berupa TDS (Total Dissolved Solid), pH (Power of Hydrogen), DHL (Daya Hantar Listrik) atau EC (Electrical Conductivity), suhu, kadar sulfat (SO4), kadar logam (besi (Fe) dan mangan (Mn)). Kegiatan destilasi pada pengelolaan AAT ini memiliki pengaruh terhadap nilai pH,TDS, DHL, dan suhu, penurunan kadar sulfat dan laju penurunan kada rlogam dengan perbedaan nilai yang sangat signifikan, dimana nilai parameter untuk sampel awal AAT berada pada rentang tengah, sedangkan hasil dari destilasi berada pada nilai paling rendah sehingga cocok digolongkan sebagai air Kelas I menurut PP No 82 Tahun 2001tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Airdan tidak melebihi nilai maksimum yang telah ditetapkan pada KEPMEN-LH RI No.113 Tahun 2003tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batu Barasedangkan sisa dari destilasi memiliki nilai tertinggi dibandingkan AAT dan shasil destilasi.