ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penambangan emas di Sungai Batang Kuantan yang dilakukan ilegal dengan cara mendompeng di daerah aliran sungai dengan menggunakan bahan kimia telah mencemari air sungai. Penambangan tersebut menyebabkan menurunnya daya dukung sungai seperti perubahan parameter fisika dan kimia seperti pH,TDS,TSS dan Hg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai dan air tanah di sekitar sungai Batang Kuantan dengan mengukur kadar pH, TSS, TDS, dan Hg serta memetakan sebaran kualitas air di sungai Batang Kuantan akibat kegiatan penambangan. Dari analisa yang dilakukan didapatkan nilai kadar pH dalam rentang normal yaitu antara 6,2-7,4, nilai kadar TDS antara 22-497 mg/L, nilai kadar TSS antara 15,51-501,51 mg/L dimana nilai ini berada diatas baku mutu yaitu 50-200 mg/L, Sedangkan untuk kandungan Hg pada sungai Batang Kuantan rata-rata masih sesuai dengan batas baku mutu yang ditetapkan, kandungan Hg antara 0,0010-0,0015 mg/L. Hasil pengujian parameter lingkungan pada Sungai dan air tanah Batang Kuantan sudah sesuai dengan batas baku mutu yang ditetapkan kecuali nilai TSS yang berada diatas baku mutu. Peta sebaran dampak keterdapatan kandungan Hg dikisarkan sekitar ± 5 km sepanjang aliran air Sungai Batang Kuantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Golden Great Borneo tergolong memiliki batubara kualitas redah ( low grade) dengan nilai kalori rata-rata 4287 kkal/kg. Batubara dengan kalori rendah umumnya masih terdapat pengotor (mineral matter). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh volume minyak pelumas dan minyak tanah, pH larutan, dan Total Dissolved Solid (TDS) terhadap recovery batubara dari hasil pencucian batubara menggunakan metode flotasi. Pencucian batubara menggunakan metode flotasi dengan campuran air, minyak pelumas, dan minyak tanah untuk selanjutnya melihat pengaruh pH,TDS terhadap recovery. Pada pengujian minyak pelumas dan minyak tanah terhadap recovery, batubara dari hasil pencucian menggunakan metode flotasi hasil recovery optimum pada variasi 40 : 40 ml dengan feed 50 gram nilai pada recovery 92,4% dan nilai kolerasi antara dua variabel ini cukup yaitu 0,35. Sedangkan hasil pengaruh pH dan TDS pada recovery dengan metoda flotasi nilai optimum pada variasi 40 : 40 ml dengan nilai pH yaitu 7 pada nilai kolerasi antara dua variabel ini cukup yaitu 0,35 dan TDS di ketahui hasil recovery optimum pada variasi 40 : 40 ml dengan niali TDS 0,32 mg/l pada nilai kolerasi antara dua variabel ini cukup yaitu 0,35.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intrusi air laut dengan pengukuran TDS, DHL dan Salinitas pada air sumur gali di pesisir pantai Kelurahan Pasir Nan Tigo.Pengambilan sampel dilakukan sebanyak satu kali yaitu pada bulan Desember pada minggu ketiga. Rata-rata konsentrasi TDS berada dalam rentang 1000 – 3000 mg/L dan masuk dalam kategori air tawar, rata-rata nilai DHL berada dalam rentang 1500 – 5000 uS/cmdan masuk dalam kategori air tawar, dan nilai Salinitas berada dalam rentang 0,5 – 15 o/oo dan masuk dalam kategori air agak payau. Pengukuran konsentrasi TDS menunjukkan bahwa terdapat tiga sumur yang terindikasi intrusi air laut, yaitu Sumur 1 (1526,4 mg/L), Sumur 2 (2500,1 mg/L) dan Sumur 3 (2733 mg/L), pengukuran nilai DHL menunjukkan bahwa terdapat tiga sumur yang terindikasi intrusi air laut, yaitu Sumur 1 (1765 uS/cm), Sumur 2 (1556,1 uS/cm) dan Sumur 3 (2002,3 uS/cm, dan pengukuran nilai Salinitas menunjukkan bahwa terdapat empat sumur yang terinikasi intrusi air laut, yaitu Sumur 1 (12,7 o/oo), Sumur 2 (15 o/oo), Sumur 3 (17,9 o/oo) dan Sumur 4 (10,02 o/oo). Analisis pengaruh jarak sumur dari garis pantai terhadap konsentrasi TDS dan DHL memberikan pengaruh sebesar 33% sedangkan terhadap nilai Salinitas sebesar 44%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumur yang terindikasi mengalami intrusi air laut di sepanjang pesisir di Kelurahan Pasir Nan Tigo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Asam Tambang merupakan air asam yang terbentuk karena adanya mineral sulfida yang terjadi akibatmineral sulfida bereaksi dengan udara khususnya oksigen dengan adanya air maka terjadilah pembentukan Air Asam Tambang. Air Asam Tambang biasanya dijumpai pada hasil penambangan salah satunya yaitu penambangan batu split. Penambangan batu split secara terbuka dapat mencemari lingkungan sekitar, salah satunya aktivitas air sungai. Aktivitas air sungai bisa meningkatkan, nilai pH, temperature, TDS, TSS, dan nilai EC pada sungai. Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengurangi pencemaran air sungai dengan memanfaatkan tumbuhan yaitu eceng gondok. Metode yang digunakan untuk mengurangi pencemaran air asam tambang dengan penanaman eceng gondok pada sumber air asam tambang. Hasil yang didapatkan yaitu penurunan nilai pH, dari angka 8,58 ke 8,51, 8,64 ke 8,61, 8,64 ke 8,44 8,62 ke 8,38, untuk nilai temperature dari 38-40°C ke suhu yang sama yaitu 30°C, untuk nilai TDS dari 44 ke 17, 44 ke 14, 40 ke 24, 41 ke 27, untuk nilai EC 94 ke 34, 93 ke 29, 90 ke 52, 92 ke 56, dan untuk nilai TSS yaitu 48 ke 21, 48 ke 18, 44 ke 28, dan 45 ke 31.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Air Asam Tambang (AAT) merupakandampak lingkungan yang negatif dan sulit dihentikan kecuali salah satu reaktanyang terlibat (mineral sulfida, air dan udara) tidak tersedia lagi. Maka dibutuhkan pengolahan AATdengan tujuan untuk meningkatkan pH dan menghilangkan logam terlarut. Proses pengelolaan AATdilakukan melalui penelitian ekperimen menggunakan sistem destilasi yakni proses pemanasan suatu bahan pada temperatur tertentu dengan menggunakan pemanas burner berbahan bakar spritus dan memperhatikan karakteristik air berupa TDS (Total Dissolved Solid), pH (Power of Hydrogen), DHL (Daya Hantar Listrik) atau EC (Electrical Conductivity), suhu, kadar sulfat (SO4), kadar logam (besi (Fe) dan mangan (Mn)). Kegiatan destilasi pada pengelolaan AAT ini memiliki pengaruh terhadap nilai pH,TDS, DHL, dan suhu, penurunan kadar sulfat dan laju penurunan kada rlogam dengan perbedaan nilai yang sangat signifikan, dimana nilai parameter untuk sampel awal AAT berada pada rentang tengah, sedangkan hasil dari destilasi berada pada nilai paling rendah sehingga cocok digolongkan sebagai air Kelas I menurut PP No 82 Tahun 2001tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Airdan tidak melebihi nilai maksimum yang telah ditetapkan pada KEPMEN-LH RI No.113 Tahun 2003tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan atau Kegiatan Pertambangan Batu Barasedangkan sisa dari destilasi memiliki nilai tertinggi dibandingkan AAT dan shasil destilasi.