Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kelembapan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kelembaban Relatif dan Temperatur Efektif pada Lubang THC-02 dan THC-03 CV. Tahiti Coal Desa Sikalang Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 dan THC- 03 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-02, menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-03. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Nilai kelembapan paling tinggi di lubang THC-02 yaitu 87,1% dan di THC-03 yaitu 91,8% yang melewati nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembapan paling rendah di THC-02 yaitu 82,6% dan di THC-03 yaitu 75,3%. Untuk nilai temperatur paling tinggi di lubang THC-02 adalah 26,03°C dan di THC-03 adalah 26,73°C, sedangkan temperatur paling rendah di THC-02 adalah 22,60C dan di THC-03 adalah 23,78°C. Dengan kelembapan total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 22 - 25°C dan pada saat siang hari 24 - 26°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perancangan Sistem Ventilasi pada Kemajuan Lubang Tambang Bawah Tanah THC 04 CV.Tahiti Coal Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara bawah tanah di Kota Sawahlunto yang menerapkan metode penambangan room and pillar. Sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hembus (forcing system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hembus tidak diikuti dengan pemasangan blower hisap, sehingga udara kotor tidak segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu front dipompakan kembali ke front berikutnya dan mengakibatkan peningkatan kepekatan debu dan temperature. Dari hasil pengukuran temperatur di dalam Lubang Utama (LU) 28,6 0C dan di Lubang 04 Cabang (LC) 26,9 0C. Kelembaban rata-rata di yakni 90,54 %. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah dalam KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yang menyebutkan “Temperatur udara di dalam tambang bawah tanah harus dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 24 derajat celcius dengan kelembaban relatif maksimum 85 persen”, sehingga harus dilakukan evaluasi.Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang diperbolehkan oleh KEPMEN 1827K/30/MEM/2018. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail