Perancangan Sistem Ventilasi Pada Kemajuan Lubang Tambang Bawah Tanah THC-04 CV. Tahiti Coal Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
123
Profil penulis
2 karya publik ditemukan.
123
CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara bawah tanah di Kota Sawahlunto yang menerapkan metode penambangan room and pillar. Sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hembus (forcing system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hembus tidak diikuti dengan pemasangan blower hisap, sehingga udara kotor tidak segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu front dipompakan kembali ke front berikutnya dan mengakibatkan peningkatan kepekatan debu dan temperature. Dari hasil pengukuran temperatur di dalam Lubang Utama (LU) 28,6 0C dan di Lubang 04 Cabang (LC) 26,9 0C. Kelembaban rata-rata di yakni 90,54 %. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah dalam KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yang menyebutkan “Temperatur udara di dalam tambang bawah tanah harus dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 24 derajat celcius dengan kelembaban relatif maksimum 85 persen”, sehingga harus dilakukan evaluasi.Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang diperbolehkan oleh KEPMEN 1827K/30/MEM/2018. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.