ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem ventilasi pada penambangan bawah tanah merupakan bagian penting yang perlu dievaluasi untuk menunjang kinerja pekerja dan alat sehingga dapat mengoptimalkan jumlah udara yang masuk ke dalam terowongan dan mengetahui kebutuhan blower. Berdasarkan KEPMEN1827/K/30/MEM/2018 kebutuhan udara pada tambang bawah tanah harus ditambahkan 15% dari kebutuhan udara tambang bawah tanah. Kinerja blowerpada sistem ventilasi di CV. Air Mata Emas (CV. AME) perlu dilakukan perhitungan keefektifan untuk mengoptimalkan sistem ventilasi. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung keefektifan fan dalam pertambangan dengan cara menghitung avability ratio, performance ratio, dan quality ratio. Berdasarkan pengolahan data diketahui tingkat efektivitas mesin tipe Pf-45 sampai dengan tipe Fan SHT-35 sudah memenuhi standar. Persentase terbesar berada pada tipe Fan PF-45 sebesar 87,1% dan terendah pada tipe Fan SHT-35 sebesar 78,39%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 dan THC- 03 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-02, menganalisis kelembapan relatif dan temperatur efektif pada lubang THC-03. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Nilai kelembapan paling tinggi di lubang THC-02 yaitu 87,1% dan di THC-03 yaitu 91,8% yang melewati nilai ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembapan paling rendah di THC-02 yaitu 82,6% dan di THC-03 yaitu 75,3%. Untuk nilai temperatur paling tinggi di lubang THC-02 adalah 26,03°C dan di THC-03 adalah 26,73°C, sedangkan temperatur paling rendah di THC-02 adalah 22,60C dan di THC-03 adalah 23,78°C. Dengan kelembapan total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 22 - 25°C dan pada saat siang hari 24 - 26°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang batubara bawah tanah di Kota Sawahlunto yang menerapkan metode penambangan room and pillar. Sistem ventilasi yang digunakan adalah sistem hembus (forcing system) dengan penyusunan blower secara estafet. Pemasangan blower sistem hembus tidak diikuti dengan pemasangan blower hisap, sehingga udara kotor tidak segera tersirkulasikan keluar. Udara kotor hasil dari kegiatan penambangan dari satu front dipompakan kembali ke front berikutnya dan mengakibatkan peningkatan kepekatan debu dan temperature. Dari hasil pengukuran temperatur di dalam Lubang Utama (LU) 28,6 0C dan di Lubang 04 Cabang (LC) 26,9 0C. Kelembaban rata-rata di yakni 90,54 %. Hal ini bertentangan dengan peraturan pemerintah dalam KEPMEN 1827K/30/MEM/2018 yang menyebutkan “Temperatur udara di dalam tambang bawah tanah harus dipertahankan antara 18 derajat celcius sampai dengan 24 derajat celcius dengan kelembaban relatif maksimum 85 persen”, sehingga harus dilakukan evaluasi.Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan Nilai Ambang Batas yang diperbolehkan oleh KEPMEN 1827K/30/MEM/2018. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari adalah perusahaan tambang yang bergerak dalam produksi batubara bawah tanah yang terletak di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada kegiatan penambangan bawah tanah sistem ventilasi merupakan hal yang penting, karena tambang bawah tanah berbeda dengan tambang terbuka yang keberadaan udaranya terbatas. Tujuan dalam penelitian ini menganalisis tentang konsentrasi gas CH4, O2, CO, H2S dan konsentrasi debu pada lubang C2 A PT. Nusa Alam Lestari. Pengukuran kandungan gas menggunakan alat Multi Gas Detector dan untuk konsentrasi debu menggunakan alat Mini Particle Counter. Berdasarkan hasil pengolahan data di lubang C2 A, untuk kandungan konsentrasi gas pada pintu masuk, percabangan, dan lubang produksi untuk kandungan nilai gas O2 berkisar dari 20,2 % sampai dengan 20,9%, dan untuk nilai konsentrasi gas CH4, CO, H2S tidak ada atau 0 %. Dimana kandungan gas dalam keadaan normal atau tidak melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan, yang mana diatur menurut Kepmen dan SDM Nomor 1827 K/30/MEM 2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik. Dan untuk konsentrasi debu di PT. Nusa Alam Lestari belum melebihi nilai ambang batas dan dalam keadaan baik yaitu berkisar dari 0.43 sampai dengan 1,09 mg/m3. Untuk konsentrasi debu diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 / MEN / X/ 2011Tentang Nilai Ambang Batas Kadar Debu tidak boleh melebihi 3,0 mg/m3. Untuk menjaga konsentrasi kandungan gas dan konsentrasi debu disarankan kepada perusahaan untuk terus melakukan pengontrolan dan pencegahan tersebut secara rutin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan Batubara dengan metode tambang bawah tanah, dan memanfaatkan metode Room and Pillar. Dalam proses penambangan bawah tanah diperlukan sistem ventilasi tambang bawah tanah agar dapat mengalirkan udara dari luar menuju terowongan tambang dan membawa udara kotor dari dalam terowongan menuju keluar terowongan tambang. Perencanaan Sistem Ventilasi tidak menimbulkan permasalahan. Permasalahan dalam penambangan sering terjadi akibat tidak sempurnanya pemasangan sistem ventilasi tambang bawah tanah, dan suhu didalam terowongan yang terlalu tinggi yang mana dapat menyebabkan turunnya produktifitas penambangan. Dari hasil pengolahan data didapat jumlah total udara masuk adalah senilai 25,116 m3/s, dan suhu efektif rata-rata 29,7ᵒC dengan kelembaban relative rata-rata 99,9%. Dengan perhitungan Korelasi Headloss dan Duct Resistance terhadap Air Volume adalah R2 0,950 untuk Headloss R2 0,876 untuk Ducth Restistance. Nilai R2 untuk korelasi Headloss dan Duct Resistance membuktikan bahwa antara Headloss dengan Air Volume, sedangkan untuk Duct Resistance dengan Air Volume hubungan korelasinya tidak sebesar Headloss dengan Air Volume memiliki hubungan yang kuat. Maka dari itu untuk pemasalahan suhu dan kelembaban relatif dibutuhkan penambahan jumlah debit udara segar kedalam terowongan tambang bertujuan untuk menurunkan suhu terowongan agar produktifitas pekerja tidak terganggu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal adalah salah satu perusahaan tambang yang menggunakan metode penambangan bawah tanah. Metode yang digunakan adalah room and pillar. CV. Tahiti Coal menggunakan alat manual, seperti sekop. Pada CV. Tahiti Coal tepatnya pada lubang THC-02 perlunya dilakukan analisis ventilasi tambang bawah tanah, untuk mengetahui kuantitas dan kualitas udara pada front penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan udara untuk pekerja, mesin, dan untuk mendilusi gas methan di lubang lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis nilai temperatur udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal, menganalisis kelembaban udara lubang pada lubang THC-02 CV. Tahiti Coal. Data yang dibutuhkan berupa luas terowongan, kecepatan angin, temperatur basah, temperatur kering, dan peta layout. Kebutuhan udara pekerja setiap front 0,03 m3/s. dan kebutuhan udara alat untuk setiap front penambangan 0,09 m3/s. FK Cb1 0,173 m3/s , FK Cb2 0,196 m3/s dan FK Cb3 0,21 m3/s, Cb4 adalah 0,21m3/s, dan Cb5 adalah 0,173m3/s. Nilai temperatur paling rendah adalah 21°C dan temperatur tinggi pada front adalah 27,50C pada fk cb2. Dengan kelembaban total rata – rata pada pengukuran saat pagi hari 23,90c dan pada saat siang hari 25,04°C, dapat disimpulkan suhu pada siang hari lebih tinggi dari pada pagi hari. Terdapat kelembaban paling tinggi 97 % yang melewati ambang batas yang telah ditentukan yaitu 85% dan kelembaban paling rendah adalah 65%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daerah Penelitin (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ventilasi tambang untuk kebutuhan operasional penambangan guna terciptanya proses operasional penambangan dengan aman dan nyaman. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya kebocoran yang terjadi pada saluran udara (duct) sehingga berkurangnya kualitas dan kuantitas udara. Selain itu juga ditemui temperatur efektif dan kelembaban relatif meningkat melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Dari pengukuran yang sudah dilakukan disetiap front penambangan bahwa banyak terjadi pengurangan udara dimana pada FK C1 kekurangan udara sebanyak -1,1; FK C2 sebanyak -1,3; FK C3 sebanyak -1,2; FK C5 sebanyak -1,2; FK C7 sebanyak -0,7; FK C9 sebanyak -0,9; FK C13 sebanyak -0,8; dan FK C17 sebanyak -0,6 akibat dari kebocoran duct tersebut yang mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas udara pada lokasi penambangan lubang BMK-34 sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut Perusahaan harus lebih memperhatikan saluran duct yang robek agar udara yang dialirkan oleh blower tidak berkurang untuk masuk kedalam masing-masing front kerja. Selain itu juga melakukan pengecekan udara secara rutin seperti melakukan pengecekan kandungan gas yang dilakukan oleh pengawas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Guguk Tinggi Coal merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel A1C PT. PT. Guguk Tinggi Coal menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 0,085 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,035 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,0594 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, dengan nilai head loss pada dinding ventilasi sebesar16.521,73 pa, dengan nilai tahanan ventilasi sebesar11.622.840 pa Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel A1C yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel A1C adalah dari (2731 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menunjukkan kebutuhan udara dalam front kerja masih belum menucukupi, karena banyaknya terdapat kebocoran disepanjang airways, dan agar udara tidak tercampur sebaiknya PT. Guguk Tinggi Coal membuat pintu angin dan menggunakan metode overlap untuk mengeluarkan udara dan gas pengotor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari (NAL) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara. Pada tahun 2006 melakukan kegiatan penambangan dengan tambang terbuka dan berakhir pada tahun 2011, selanjutnya dilakukan kegiatan penambangan tambang bawah tanah. Wilayah kerja PT. NAL terletak di daerah Sapan Dalam, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Pada lubang A1-02, terdapat 2 front kerja yaitu front maju dan cabang. Berdasarkan kebutuhan udara kedua front kerja tersebut dengan parameter kebutuhan udara untuk pekerja, mengencerkan gas metan, total udara yang dibutuhkan sejumlah 0.45656 m3/s untuk front maju dan 0.3839 m3/s untuk front kerja cabang. Kuantitas udara yang tersedia hanya 0.38589 m3/s pada front maju dan 0.31873 m3/s untuk front cabang, berarti terjadi kekurangan udara 0.07067 m3/s untuk front maju dan 0.06517 m3/s untuk front cabang. Dari hasil simulasi menggunakan ventsim 5.0 ventilasi aktual lubang A1-02 terdapat kehilangan tekanan udara yang besar yaitu 6.4 Pa – 50.1 Pa dan resistensi yang besar yaitu 56.32 Ns2/m8 – 102.38 Ns2/m8. Dari ventilasi aktual tersebut dilakukan perencanaan terhadap jaringan ventilasi pada lubang A1-02 didapatkan hasil kehilangan tekanan udara yang kecil yaitu 0 – 0.1 Pa, dan resistensi 0.00091 Ns2/m8 – 0.00596 Ns2/m8, serta kuantitas udara sebesar 8.0 m3/s untuk jaringan ventilasi sepanjang 1100 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana (CV. BMK) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan bawah tanah yang terletak di Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Temperatur udara efektif dan kelembaban relatif pada lubang tambang BMK-35 melebihi nilai ambang batas (NAB) yang di atur oleh KEPMEN 555K yaitu temperatur udara efektif 26oC dengan kelembaban relatif sebesar 95,4%, sedangkan temperatur udara efektif yang di perbolehkan berkisar antara 18-24oC dengan kelembaban relatif maksimum sebesar 85%.
Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan pengaturan sistem ventilasi yang baik yaitu memasang ventilasi hisap pada jalan keluar dengan pertimbangan desain lubang tambang yang ada pada CV. BMK. Hasil analisa yang dilakukan dengan pemasangan ventilasi hisap pada lubang tambang BMK-35, didapatkan nilai temperatur udara efektif pada lokasi lubang bukaan (kanopi) 19,9-21oC dengan kelembaban relatif sebesar 78-83%. Pada lokasi percabangan, temperatur udara efektif 22,5-23,8oC dengan kelembaban relatif sebesar 83-85%. Pada lokasi front kerja, temperatur udara efektif 23-23,5oC dengan kelembaban relatif sebesar 83,5-85,1%.
Setelah dilakukanya pemasangan ventilasi hisap, temperatur udara efektif dan kelembaban relatif sudah sesuai dengan NAB yang di perbolehkan oleh KEPMEN 555K. Pengontrolan terhadap temperatur udara efektif dan kelembaban relatif perlu dilakukan agar terciptanya kondisi kerja yang aman dan nyaman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada tambang batubara CV. Bara Mitra Kencana berdasarkan survey awal peneliti mendapatkan robeknya duct/host dilubang tambang BMK-35, yang mengakibatkan ventilasi memiliki kehilangan sirkulasi udara. Dari kondisi tersebut ada beberapa robekan berukuran 6 cm diperjalan masuk lubang tambang, 13 cm dan 20 cm dipercabangan, sehingga berkurangnya kuantitas udara khususnya pada lubang tambang BMK-35. Berdasarkan perhitungan, Dari hasil pengolahan dengan Psychrometric chart untuk temperatur efektif dari tanggal 2-5 Oktober 2017, dengan kecepatan udara 2,51 m/s dan 4,69 m/s di bagian conopy 18,0%-23,0%, percabangan 20,5%- 23,7% dan front kerja 22,1%-24,9% yang terdiri dari pagi dan siang hari dikatakan baik karena diatas NAB KEPMEN 555k yaitu 18-24 ) dan kelembaban relatif 73,0%-99,4%. Dari hasil metode perhitungan manual pada tambang bawah tanah CV. Bara Mitra Kencana sistem ventilasi dari luas penampang terowongan dan kecepatan aliran udara. Hasil dari perhitungan kecepatan udara yang diukur menggunakan annemometer yaitu 2,51 m/s pada percabangan maka kuantitasnya 0,251 m3/s dan 4,69 m/s pada front kerja maka kuantitasnya 0,469 m3/s jadi total kuantitas udara yang masuk yaitu 0,72 m3/s. pada tambang bawah tanah khususnya BMK-35 di dalamnya terdapat 3 pekerja (0,10 m3/s) dan untuk mendilusi gas methan 0,15 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada pada tambang bawah tanah, yaitu atas kandungan oksigen minimum 19,5% dan oksigen di front kerja yaitu 20,2%- 20,9% yang belum melewati NAB dikatakan baik menurut KEPMEN 555K-1995 dan kualitas gas pengotor lain sepeti CO2, H2S dan CH4 yaitu 0% sesuai pengukuran dilapangan menggunakan alat gas detector.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari, (PT. NAL) merupakan perusahaan pertambangan dengan melakukan sistem penambangan bawah tanah, menggunakan metode room and pillar. Penambangan bawah tanah di PT. NAL dilakukan pada 8 lubang bukaan utama, dengan kondisi dalam lubang yang berbeda-beda. Penelitian dilakukan pada lubang bukaan C1D, dengan tujuan penelitian menganalisis kebutuhan udara yang dialirkan untuk memenuhi kebutuhan udara para pekerja di lokasi C1D dan menganalisis bagaimana kondisi kualitas dan kuantitas udara di lokasi C1D udara. Berdasarkan perhitungan, kuantitas udara yang diperlukan pada tambang bawah tanah PT. NAL adalah untuk kebutuhan pernafasan, kebutuhan udara pada front kerja dan kebutuhan udara untuk penetralan gas methan. Jadi jumlah kebutuhan udara yang diperlukan di lokasi lubang bukaan C1D untuk 6 orang pekerja sebesar (0,18 m3/detik), udara yang dibutuhkan dalam front kerja sebesar (0.38 m3/detik) dan untuk menetralkan gas methan (0,198 m3/detik) dengan kuantitas udara keseluruhan (3,32 m3/detik). Untuk kualitas udara yang ada pada lubang bukaan C1D yaitu oksigen (O2) 20,7-20,9% dan untuk (CO, H2S, CH4 ) 0% untuk kondisi saat ini baik dan kadar gas-gas pengotor yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan. Sedangkan untuk temperatur efektif sebesar 22-34oC dan untuk kelembaban relatif 60-99 % untuk kelembaban kurang efektif karena masih ada yang melewati NAB maksimum yang tertulis dalam Kepmen 555K-1995.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
EVALUASI SISTEM VENTILASI TUNNEL 1 DAN TUNNEL 2 PADA PT. ALLIED INDO COAL JAYA, DESA SALAK, KECAMATAN TALAWI, KOTA SAWAHLUNTO, PROVINSI SUMATERA BARAT Nama : Robby Rahmat NPM : 1210024427047 Pembimbing I : Rusnoviandi, ST, MM Pembimbing II : Refky Adi Nata, ST, MT ABSRAK PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Sistem penambangan yang digunakan di perusahaan adalah tambang bawah tanah. Dalam melakukan produksi pada tambang bawah tanah tunnel 1 dan tunnel 2 PT. Allied Indo Coal Jaya menggunakan sistem hembus. Kuantitas udara yang masuk 6,76 m³/s yang dialirkan pada Front Tail Gate didalamnya terdapat 4 pekerja (0,12 m³/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 1,52 m3/s, Front Main Gate didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,19 m³/s) dengan kuantitas udara 0,65 m3/s, Front B1-J2 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 1,82 m3/s, Front B1-J3 didalamnya terdapat 3 pekerja (0,09 m3/s) mendilusi gas metan (0,09 m³/s) dengan kuantitas udara 0,90 m3/s. Untuk kualitas udara yang ada di tambang bawah tanah pada tunnel 1 dan tunnel 2 yaitu O2 (20,7-20,9%) dan untuk gas pengotor lain seperti CO2, H2S dan CH4 (0%) yang terkandung didalamnya masih dibawah NAB yang telah ditentukan perusahaan maupun yang tertulis dalam kepmen 555k. Temperatur efektif yang ada di tunnel 1 dan tunnel 2 adalah dari (27-31 °C) dan kelembapan relatif (68-79%). Hasil analisa menggunakan sofware kazemaru setelah di pasang main fan (sistem hisap) arah aliran udara lebih besar dari crosscut I dan lubang utama tunnel II yang sebaiknya dipasang pintu angin untuk mengatur arah udara menuju crosscut II menuju main fan.