ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Stargate Pasific Resources merupakan perusahaan pertambangan bijih nikel yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada kegiatan penambangannya alat gali-muat utama yang digunakan pada Pit Km3 adalah satu unit Excavator Komatsu PC-300 dan empat unit alat angkut yaitu dump truck UD Truck Quester CWE-370. PT. Stargate Pasific Resources menetapkan target produksi ore getting di pit Km3 sebesar 100.000 bcm per bulan, sedangkan realisasi produksi pada bulan Agustus 2020 sebesar 49.000 bcm. Dari data realisasi tersebut dapat disimpulkan bahwa produksi tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah agar target produksi dapat berjalan secara optimal dengan melakukan analisis produktivitas lebih lanjut mengenai jam kerja alat, mencari penyebab dan tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai target serta melakukan perbaikan untuk mengoptimalkan kinerja alat gali muat. Salah satu metode yang tepat digunakan dalam mengatasi permasalahannya adalah metode Overall Equipment Effectiveness yang merupakan alat pengukuran performa proses produksi yang dapat mengukur bermacam-macam losses yang terjadi dan mengidentifikasi potensi improvement, dengan menggunakan metode ini dapat diketahui area yang perlu ditingkatkan untuk mencapai target produksi. Setelah dilakukan analisis dan upaya perbaikan didapatkan total produksi sebesar 120.000 bcm/bulan yang berarti telah mencapai target bahkan melebihi target produksi sebesar 100.000 bcm/bulan. Akan tetapi nilai OEE masih 85% dari nilai OEE standar kelas dunia yaitu ≥ 85% dan masih ada ruang untuk dilakukan improvement.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem ventilasi pada penambangan bawah tanah merupakan bagian penting yang perlu dievaluasi untuk menunjang kinerja pekerja dan alat sehingga dapat mengoptimalkan jumlah udara yang masuk ke dalam terowongan dan mengetahui kebutuhan blower. Berdasarkan KEPMEN1827/K/30/MEM/2018 kebutuhan udara pada tambang bawah tanah harus ditambahkan 15% dari kebutuhan udara tambang bawah tanah. Kinerja blowerpada sistem ventilasi di CV. Air Mata Emas (CV. AME) perlu dilakukan perhitungan keefektifan untuk mengoptimalkan sistem ventilasi. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung keefektifan fan dalam pertambangan dengan cara menghitung avability ratio, performance ratio, dan quality ratio. Berdasarkan pengolahan data diketahui tingkat efektivitas mesin tipe Pf-45 sampai dengan tipe Fan SHT-35 sudah memenuhi standar. Persentase terbesar berada pada tipe Fan PF-45 sebesar 87,1% dan terendah pada tipe Fan SHT-35 sebesar 78,39%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tidak tercapainya produktivitas alat bor furukawa Rock Drill PCR 200 yaitunya 25 lubang/hari pada PT Atika
Tunggal Mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas alat bor furukawa Rock
Drill PCR 200 pada PT Atika Tunggal Mandiri dan nilai Overall Equipment Effectiveness alat bor Furukawa
Rock Drill PCR 200 pada PT Atika Tunggal Mandiri. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian
terapan, dengan melakukan perhitungan produktivitas mesin bor aktual, Nilai Overall Equipment Effectivenes
aktual dan nilai Overall Equipment Effectivenes setelah perbaikan. Data dalam penelitian ini yaitunya Cycle
Time alat bor, Waktu repair, Waktu Stanby, Kecepatan pemboran, Perbaikan Waktu hambatan, Waktu kerja
tersedia dan Geometri pemboran. Dari analisis data, didapatkan waktu kerja efektif 360 menit/hari dengan
efisiensi kerja 75%, Cycle Time sebesar 14,14 menit untuk kedalaman 6 meter dengan kecepatan pemboran
25,2 meter/jam. Produktivitas alat bor yang aktual di lapangan yaitunya 18,9 meter/jam. Nilai Overall
Equipment Effectiveness aktual diperoleh dari perhitungan Availability 0,75, Performance 0,84 dan Quality 1.
Nilai Overall Equipment Effectiveness yang aktual yaitunya 0,63 atau 63%. Nilai Overall Equipment
Effectiveness setelah perbaikan waktu kerja efektif pada PT. Atika Tunggal Mandiri diperoleh dari perhitungan
Availability 0,8958, Performance 1,07 dan Quality 1 maka untuk nilai Overall Equipment Effectiveness setelah
perbaikan yaitunya 0,9585 atau 95,85%. Dengan waktu kerja efektif 430 menit/hari dengan efisiensi kerja
89,58%, Cycle Time 13,39 menit untuk lubang bor 6 meter dengan produktivitas alat bor 24,07 meter/jam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Surya Global Makmur adalah salah satu perusahaan pertambangan batubara yang menerapkan sistem penambangan terbuka yang berlokasi di jobsite Pemusiran, Kabupaten Sarolangun. Dalam melakukan pengupasan overburden dengan jenis material Clay di Jobsite Pemusiran. PT. Surya Global Makmur mengoperasikan 2 unit alat gali muat Excavator Hitachi PC-350 dan excavator Komatsu pc-300. Belum tercapainya target produksi bulan april 2021 sebanyak 315.000 bcm perbulan sedangkan actualnya yakni 216.208 bcm perbulan menjadi masalah dalam penelitian sedangkan data produksi aktualnya di dapat untuk excavator Hitachi PC-350 adalah 216.208 bcm/bulan, excavator komatsu PC-300 adalah 239.187 bcm/bulan. hal tersebut disebabkan karena waktu losstime pada masing-masing alat. Tujuan penelitian adalah menganalisis waktu losstime terhadap prooduksi menggunakan OEE ( Overall Equipment Effectiviness), OEE merupakan metode untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas mesin pada alat gali muat. Selanjutnya melakukan perbaikan dengan simulasi pengurangan waktu losstime agar dapat meningkatkan efisiensi kerja serta mencapai target produksi. bedasarkan penelitian kuantitatif menggunakan data primer dan sekunder. Untuk mencari besar pengaruh losstime terhadap produksi menggunakan analisa regresi linear sederhana. untuk data aktual produksi menggunakan OEE di dapat nilai OEE untuk alat gali muat excavator hitachi PC-350 adalah 35 % dengan produksi 45.360 bcm sedangkan untuk komatsu PC-300 adalah 35% dengan produksi 54.432 bcm. Setelah dilakukan perbaikan waktu losstime menggunakan OEE untuk hitachi PC-350 produksi adalah 130.753 bcm, Dengan nilai OEE 63%, komatsu 165.846 bcm dengan nilai OEE 63%. Sedangkan untuk standar dunia kelas OEE adalah 80%. Untuk besar pengaruh losstime terhadap produksi menggunakan regresi linear sederhana untuk hitachi PC-350 adalah 77 %, sedangkan komatsu PC-300 adalah 72%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Ophir Pasaman Barat merupakan salah satu dari enam belas unit usaha yang ada di bawah pengolahan manajemen PT. Perkebuan Nusantara VI Unit Usaha Ophir Pasaman Barat yang bergerak di bidang pengolahan buah kelapa sawit, Pada perusahaan ini masih terdapat kerusakan pada komponen-komponen mesin dan berkurangnya jumlah produksi minyak kelapa sawit, dengan banyaknya kerusakan dan kerugian perusahaan yang bergerak dalam bidanng pengolahan, Salah satu mesin yang digunakan adalah mesin Screw Press. Mesin yang beroperasi secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai OEE untuk mesin Screw Press, dan setelah mengetahui nilai OEE maka setelah itu dilakukan pembandingan dengan nilai OEE dunia atau standard world class OEE demi meningkatkan performansi mesin. Overall Equipment Effectiveness(OEE) adalah metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau peralatan. Secara umum, besar kecilnya nilai OEE dipengaruhi oleh enam faktor yang biasa disebut dengan Six Big Losses. Penggunaan perhitungan nilai OEE mampu mengetahui besarnya nilai OEE dan faktor dominan yang menyebabkan rendahnya performansi suatu mesin atau peralatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat efektifitas mesin adalah avaibility rate dengan persentase rata-rata dari bulan Januari-Desember 2016 sebesar 97.948% - 98.837%, 6.315% - 8.282%, performance rate 85,42%, serta rate of quality product 99,15%. Nilai OEE pada mesin Screw Press sebesar 61.742% - 81.75%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan kinerja mesin atau peralatan produksi kurang maksimal dijalankan. Hal tersebut terlihat dari tidak tercapainya target produksi yaitu 37.440 unit proses dingin dan 29.640 unit proses panas. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap tingkat efektivitas mesin, terutama pada mesin building. Metode yang digunakan yaitu metode OEE, merupakan suatu metrik best practice yang mengidentifikasi persentase waktu produksi yang direncanakan yang benar-benar produktif. Pengukuran OEE dilakukan dengan memperhatikan tiga hal penting, yaitu availability ratio, peformance ratio, dan quality ratio. Untuk menemukan faktorfaktor penurunan terhadap tingkat efektivitas mesin building digunakan fishbone diagram. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE pada mesin building proses panas sebesar 63% dan proses dingin sebesar 66%. Hal tersebut menunjukan bahwa kedua nilai OEE tidak memenuhi standar world class OEE yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas mesin building berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 4 faktor utama yaitu: manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.