ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan yang terjadi di pabrik Roti Bakery Baru adalah masih banyaknya roti yang cacat seperti isi roti yang keluar, bantet, hangus, tidak mengembang, dan roti yang terpotong. Ini membuat target produksi belum mampu di capai. Maka perlu dilakukan pengendalian kualitas menggunakan diagram pareto, fishbone diagram dan peta kendali ini bertujuan untuk meningkatkan produksi, mengurangi produk cacat agar target produksi dapat dicapai.
Pengumpulan data ini dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara pada pabrik Roti Bakery Baru. Diagram pareto untuk mengetahui faktor yang paling dominan, fishbone diagram digunakan untuk mengetahui faktor penyebab cacat, serta peta kendali untuk mengetahui proses produksi sudah terkendali atau belum.
Berdasarkan pengolahan data dari diagram pareto didapat jenis-jenis cacat yang paling dominan yaitu pada isi roti keluar. Menggunakan fishbone diagram maka didapat 5 faktor penyebab kecacatan yaitu faktor manusia atau karyawan, faktor lingkungan, faktor mesin, faktor proses dan faktor material. Berdasarkan perhitungan dengan peta kendali p-chart secara statistik proses produksi sudah terkendali.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Inti Vulkatama adalah salah satu perusahaan industri manufaktur yang bergerak di sektor vulkanisir ban. Berdasarkan dari permasalahan yang ditemukan kinerja mesin atau peralatan produksi kurang maksimal dijalankan. Hal tersebut terlihat dari tidak tercapainya target produksi yaitu 37.440 unit proses dingin dan 29.640 unit proses panas. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran terhadap tingkat efektivitas mesin, terutama pada mesin building. Metode yang digunakan yaitu metode OEE, merupakan suatu metrik best practice yang mengidentifikasi persentase waktu produksi yang direncanakan yang benar-benar produktif. Pengukuran OEE dilakukan dengan memperhatikan tiga hal penting, yaitu availability ratio, peformance ratio, dan quality ratio. Untuk menemukan faktorfaktor penurunan terhadap tingkat efektivitas mesin building digunakan fishbone diagram. Hasil dan kesimpulan dengan menggunakan metode OEE diperoleh nilai OEE pada mesin building proses panas sebesar 63% dan proses dingin sebesar 66%. Hal tersebut menunjukan bahwa kedua nilai OEE tidak memenuhi standar world class OEE yaitu sebesar 85%. Sedangkan untuk faktor yang mempengaruhi tingkat efektivitas mesin building berdasarkan fishbone diagram terdiri dari 4 faktor utama yaitu: manusia, mesin, metode dan lingkungan kerja.