Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: terowongan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Kinerja Blower pada Tunnel 02 Manual CV. Air Mata Emas dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem ventilasi pada penambangan bawah tanah merupakan bagian penting yang perlu dievaluasi untuk menunjang kinerja pekerja dan alat sehingga dapat mengoptimalkan jumlah udara yang masuk ke dalam terowongan dan mengetahui kebutuhan blower. Berdasarkan KEPMEN1827/K/30/MEM/2018 kebutuhan udara pada tambang bawah tanah harus ditambahkan 15% dari kebutuhan udara tambang bawah tanah. Kinerja blowerpada sistem ventilasi di CV. Air Mata Emas (CV. AME) perlu dilakukan perhitungan keefektifan untuk mengoptimalkan sistem ventilasi. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menghitung keefektifan fan dalam pertambangan dengan cara menghitung avability ratio, performance ratio, dan quality ratio. Berdasarkan pengolahan data diketahui tingkat efektivitas mesin tipe Pf-45 sampai dengan tipe Fan SHT-35 sudah memenuhi standar. Persentase terbesar berada pada tipe Fan PF-45 sebesar 87,1% dan terendah pada tipe Fan SHT-35 sebesar 78,39%.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Terowongan Tambang Menggunakan Metode Rock Mass Rating dan Rock Structure Rating di Lubang BT 02 PT. Nusa Alam Lestari Kota Sawahlunto

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Nusa Alam Lestari adalah Perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Metode penambangan yang dilakukan adalah Tambang Bawah Tanah (Underground Mining) yang berlokasi di Sapan Dalam Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Sumatera Barat. Penelitian ini berfokus pada analisis terowongan penambangan dimana Pada lubang BT 02 di temukan adanya kekar berpola vertikal di bagian atap dan dinding lubang BT 02, hal ini di sebabkan adanya struktur geologi (sesar), tegangan dan regangan yang bekerja di sekitar terowongan dan pada bagian atap banyak. . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan terowongan penambangan menggunakan metode rock mass rating dan rock struture rating, menginterpretasikan prediksi arah umum ambrukkan dan kemungkinan jenis ambrukkan yang terjadi menggunakan bantuan software rocsience dips v.5.1. Berdasarkan pembobotan massa batuan dengan metode Rock Mass Rating didapatkan rating 63 untuk batulanau yaitu masuk kedalam batuan kelas II dengan kualitas batuan baik, Sedangkan untuk batubara didapatkan rating 51 yaitu masuk kedalam batuan kelas III dengan kualitas batuan sedang. Batuan kelas II nilai properties untuk cohesi 350 Kn/m2 dan sudut geser dalam 40°. Untuk batubara termasuk batuan kelass III nilai properties untuk cohesi 250 Kn/m2 dan sudut geser dalam 30°. Berdasarkan kurva stand up time, maka bisa dapat disimpulkan kalau batulanau dapat bertahan selama 6 bulan dengan jarak 8 meter. Sedangkan untuk batubara sendiri dapat bertahan selama 1 minggu dengan jarak 6 meter. Jadi dalam pemasangan penyangga yang baik dengan dukungan dari jarak >5 meter, sehingga didapatkan terowongan tetap stabil.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Atap dan Dinding Terowongan pada Lubang Bukaan Tambang Bawah Tanah BMK 27 CV. Bara Mitra Kencana Menggunakan Metode Rock Mass Rating

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan dan perdagangan batubara. Berdiri pada hari selasa tanggal 19 Januari 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelas massa batuan dan rekomendasi pemasangan penyangga berdasarkan metode rock mass rating pada CV. Bara Mitra kencana. Nilai RMR dari batubara sebesar 58 dan batu lanau sebesar 55. Berdasarkan tabel pembobotan batubara mempunyai bobot 58 dan kelas batuan berada pada kelas 3 (tiga) dengan deskripsi batuan sedang, sedangkan batu lanau mempunyai bobot 55 dan kelas batuan berada pada kelas 3 (tiga) dengan deskripsi batuan sedang. Serta nilai stand up time kedua jenis batuan tersebut akan bertahan selama 1 minggu dengan jarak span maksimum sebesar 5 meter. Prediksi tinggi runtuhan sebesar 1,125 meter, beban runtuh sebesar 1,575 ton/m2 dan tegangan vertikal sebesar 26,681883 kg/cm2. Diameter sebesar 36 cm, panjang cap 2,5 meter, tinggi post sebesar 1,8 meter. Dengan tinggi beban yang dihasilkan oleh kubah terowongan sebesar 3,75 meter, tekanan pada atap adalah sebesar 0,525 kg/cm2, beban total yang diterima 17,5 ton/m, beban total yang dihasilkan oleh kubah sebesar 58,33 ton. Rekomendasi penyangga kayu menggunakan kayu kelas tiga dengan kuat tekan batuan utuh adalah sebesar 352,327 kg/cm² dengan rentang tegangan yang di izinkan yaitu sebesar 300-425 kg/cm2. Faktor keamanan dari terowongan BMK 27 adalah sebesar 1,10. Berdasarkan nilai yang diperoleh maka dapat disimpulkan terowongan berada pada kondisi kritis.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail