ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lereng pada pit PT. Cahaya Bumi Perdana memiliki kondisi batuan yang tergolong lunak (soft). Batuan sedimen yang menjadi batuan penyusun lereng berupa batu pasir, batu bara dan batu lanau jika terkena oleh air yang jenuh berakibat akan mengurangi daya dukungnya ketika dilakukan kegiatan penambangan. Menganalisis nilai kuat tekan batuan penyusun lereng dengan pengujian point load index dalam menganalisis nilai kuat tekan batuan dilakukan dengan pengujian menggunakan alat point load Index, menganalisis kelas massa batuan penyusun lereng serta tingkat kestabilan lereng menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR), menganalisis faktor keamanan lereng dengan menggunakan software Rocscience Slide V6.0. Dari pengujian kuat tekan batuan menggunakan alat point load Index (PLI) diperoleh nilai UCS rata-rata untuk batu pasir sebesar 0,883 MPa dan untuk batu lanau sebesar 1,267 MPa. Kelas massa batuan yang diperoleh menggunakan metode klasifikasi kelas massa batuan Slope Mass Rating yaitu kelas IV dengan deskripsi jelek (poor), kondisi lereng yang tidak stabil serta jenis longsoran yang mungkin terjadi yaitu longsoran planar atau longsoran baji yang besar. Nilai Faktor Keamanan lereng di pit PT. Cahaya Bumi Perdana yang dianalisis menggunakan software Rocscience Slide V6.0 diperoleh sebesar 2,444 dengan metode Janbu Simplified. Artinya lereng berada dalam kondisi stabil (≥1,5) untuk lereng batuan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari adalah Perusahaan swasta yang bergerak dibidang pertambangan batubara. Metode penambangan yang dilakukan adalah Tambang Bawah Tanah (Underground Mining) yang berlokasi di Sapan Dalam Desa Salak Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Sumatera Barat. Penelitian ini berfokus pada analisis terowongan penambangan dimana Pada lubang BT 02 di temukan adanya kekar berpola vertikal di bagian atap dan dinding lubang BT 02, hal ini di sebabkan adanya struktur geologi (sesar), tegangan dan regangan yang bekerja di sekitar terowongan dan pada bagian atap banyak. . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan terowongan penambangan menggunakan metode rock mass rating dan rock struture rating, menginterpretasikan prediksi arah umum ambrukkan dan kemungkinan jenis ambrukkan yang terjadi menggunakan bantuan software rocsience dips v.5.1. Berdasarkan pembobotan massa batuan dengan metode Rock Mass Rating didapatkan rating 63 untuk batulanau yaitu masuk kedalam batuan kelas II dengan kualitas batuan baik, Sedangkan untuk batubara didapatkan rating 51 yaitu masuk kedalam batuan kelas III dengan kualitas batuan sedang. Batuan kelas II nilai properties untuk cohesi 350 Kn/m2 dan sudut geser dalam 40°. Untuk batubara termasuk batuan kelass III nilai properties untuk cohesi 250 Kn/m2 dan sudut geser dalam 30°. Berdasarkan kurva stand up time, maka bisa dapat disimpulkan kalau batulanau dapat bertahan selama 6 bulan dengan jarak 8 meter. Sedangkan untuk batubara sendiri dapat bertahan selama 1 minggu dengan jarak 6 meter. Jadi dalam pemasangan penyangga yang baik dengan dukungan dari jarak >5 meter, sehingga didapatkan terowongan tetap stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan bergerak dibidang pertambangan dan perdagangan batubara. Berdiri pada hari selasa tanggal 19 Januari 2007. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelas massa batuan dan rekomendasi pemasangan penyangga berdasarkan metode rock mass rating pada CV. Bara Mitra kencana. Nilai RMR dari batubara sebesar 58 dan batu lanau sebesar 55. Berdasarkan tabel pembobotan batubara mempunyai bobot 58 dan kelas batuan berada pada kelas 3 (tiga) dengan deskripsi batuan sedang, sedangkan batu lanau mempunyai bobot 55 dan kelas batuan berada pada kelas 3 (tiga) dengan deskripsi batuan sedang. Serta nilai stand up time kedua jenis batuan tersebut akan bertahan selama 1 minggu dengan jarak span maksimum sebesar 5 meter. Prediksi tinggi runtuhan sebesar 1,125 meter, beban runtuh sebesar 1,575 ton/m2 dan tegangan vertikal sebesar 26,681883 kg/cm2. Diameter sebesar 36 cm, panjang cap 2,5 meter, tinggi post sebesar 1,8 meter. Dengan tinggi beban yang dihasilkan oleh kubah terowongan sebesar 3,75 meter, tekanan pada atap adalah sebesar 0,525 kg/cm2, beban total yang diterima 17,5 ton/m, beban total yang dihasilkan oleh kubah sebesar 58,33 ton. Rekomendasi penyangga kayu menggunakan kayu kelas tiga dengan kuat tekan batuan utuh adalah sebesar 352,327 kg/cm² dengan rentang tegangan yang di izinkan yaitu sebesar 300-425 kg/cm2. Faktor keamanan dari terowongan BMK 27 adalah sebesar 1,10. Berdasarkan nilai yang diperoleh maka dapat disimpulkan terowongan berada pada kondisi kritis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Air Mata Emas merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng lubang bukaan tambang yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batu pasir dengan bobot total 62. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode bishop simplified dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 6,109, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan dan peninjauan secara rutin dan berkala terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Rock Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng jalan tambang dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 49˚. Banyaknya terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Selain itu faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui dan berdasarkan interview dengan KTT, beliau mengatakan bahwa lereng BMK 30 ini belum pernah dilakukan penelitian. Untuk itu dibutuhkan penelitian khusus terhadap lereng untuk meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di area penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan lereng metode Rock Mass Rating dan slope mass rating, serta mengetahui faktor keamanan dari lereng penambangan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik dengan bobot total 67. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perhitungan kelas massalereng batuan dengan meggunakan metode Slope Mass Rating adalah 74.5, bobot Slope Mass Rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,759 dengan menggunakan metode bishop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara yang berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa masalah yaitu adanya longsoran dan terdapatnya rekahan-rekahan pada lereng tambang terbuka pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelas massa batuan Rock Mass Ratingdan menentukan faktor keamanan dari lereng pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating didapatkan informasi kondisi batuan di lokasi penelitian tergolong batuan sedang untuk batulanau dengan bobot total 60 termasuk kelas batuan III. Dilakukan analisis faktor keamanan dengan bantuan software slide V 6.0 menggunakan metode bishop simplified didapatkan nilai faktor keamanan 1,141, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daerah Penelitian (PT. AICJ) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mandapatkan stand-up time dan factor keamanan terowongan tambang bawah tanah di lubang tambang 01 PT. AICJ. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya runtuhan yang terjadi karena adanya rekahan-rekahan disekitar dinding terowongan hal ini disebabkan oleh aktivitas penambangan dan akan menyebabkan terjadinya runtuhan terhadap batuan, sehingga proses penambangan akan terganggu dan produktivitas batubara akan berkurang. Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium UCS batubara diperoleh nilai 2,631 Mpa, batulanau 1,649Mpa dan batupasir 2,869Mpa. Hasil nilai rata-rata RQD untuk batubara sebesar 99,16% dan batulanau 98,54%. Dari hasil pnelitian yang sudah dilakukan didapatkan nilaiRock Massa Rating batubara dengan nilai 65 dengan stand-up time selama 10.000 jam/416,6 jam dengan span 3 m dan untuk Batulanau dengan nilai 58 dengan stand-up time selama 1500 jam / 62,5 jm dengan span 6 m. Dari hasil yang sudah didapatkan bahwa nilai faktor keamanan (strength factor) lubang tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya termasuk dalam kategori aman yang memiliki nilai rata-rata 3,65.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. AICJ terletak di kecamatan talawi, kota sawahlunto, provinsi sumatera barat. Masalah yang sering terjadi pada tambang bawah tanah adalah terjadi amrukan pada lubang tambang salah satu faktor terdapatnya rekahan dan adanya jatuhan batuan dari atap terowongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan uji laboratorium dengan tujuan menganalisis stand-up time dan faktor keamanan lubang tambang. Metode yang dipakai dalam pengolahan data yaitu klasifikasi massa batuan dari Bieniawski 1989 yaitu Rock Mass Rating (RMR) yang terdiri dari 5 parameter utama dan 1 parameter pengontrol. Finite elemen diketahui dengan menggunakan perangkat lunak phase 2 yang terdiri dari Displacement horizontal, displacement vertical, total displacement, dan strength factor. Dari Hasil analisis stand-up time didapatkan jarak antara penyangga, dan lamanya batuan bertahan. Batubara dengan RMR 61, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 1500 jam atau 3 bulan dengan span 8 m. Batupasir memiliki RMR 64, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m. Setelah di olah menggunakan sotware phase 2 maka dapat disimpulkan bahwa standup time selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m, serta nilai faktor keamanan sebesar 1,04 dapat dikategorikan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng lubang bukaan tambang yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batulanau dengan bobot total 62. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode bishop simplified dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 6.109, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan dan peninjauan secara rutin dan berkala terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Rock Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dari observasi lapangan ditemukan adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng tambang yang mengontrol terjadinya longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelas massa batuan dengan menggunakan metode rock mass rating, menganalisisi kelas massa batuan dengan menggunakan metode slope mass rating dan menghitung faktor keamanan dari lereng. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan rock mass rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batulanau dengan bobot total 62 dan untuk batubara kondisi batuan sedang dengan bobot total 44. Untuk analisis slope mass rating diketahui bahwa kondisi lereng stabil untuk batulanau dengan bobot total 69,5 berada pada kelas II sedangkan batubara diketahui bahwa kondisi lereng normal dengan bobot total 51,5 berada pada kelas III. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode spencer dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 4,014, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan pemantauan rutin terhadap lereng terutama pada musim penghujan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Guguk Tinggi Coal adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan lokasi penambangan berada di Desa Salak, Kecematan Sijiantang Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat. Kegiatan penambangan batubara PT. Guguk Tinggi Coal melakukan beberapa rangkaian kegiatan diawali dengan pengupasan tanah pucuk (top soil), pembongkaran tanah penutup (overburden), dan kegiatan penggalian (extraction) batubara. Pada rangkaian kegiatan tersebut akan terbentuk lereng-lereng (slope) yang menunjang kegiatan aktifitas penambangan, di PT. Guguk Tinggi Coal terdapat deformasi struktur yang cukup besar seperti temukan patahan, lipatan, dan kekar. Deformasi struktur ini harus dipantau untuk menjaga kestabilan lereng pada tambang terbuka. Selain itu perusahaan juga belum melakukan pengukuran kelas massa batuan dan faktor keamanan pada lereng tambang terbuka. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan pendekataan klasifikasi massa batuan (Rock Mass Rating) dimana terdiri dari beberapa parameter. Parameter-parameter tersebut adalah Uniaxial Compressive Strength (UCS) melalui pengujian point load index, Rock Quality Designation (RQD) melalui scanline sepanjang 10 m, Jarak antar spasi kekar (Spacing of discontinuities), Kondisi kekar (Condition of discontinuities), Kondisi air tanah (Groundwater conditions) dan Orientasi kekar. Diperoleh kelas massa batuan berdasarkan klasifikasi Bieniawski 1989, tergolong batuan baik dengan bobot 65 yaitu terletak pada range 80-61, dengan material penyusun ialah batulanau (siltstone). Berdasarkan perhitungan dan analisis tentang kestabilan lereng menggunakan data seperti sudut geser dalam, kohesi, bobot isi batuan, ketinggian dan kemiringan lereng, menunjukan nilai faktor keamanan ialah F= 5,9 dan F= 6,87, nilai tersebut tergolong aman, dengan safety factor F>1,25.