ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kawasan mandeh merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat banyak di kunjungi para wisatawan. Kawasan ini memiliki keindahan alam yang sangat menawan, sehingga keindahan ini dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten untuk dikembangkan menjadi daerah Wisata. Kawasan ini terletak di kabupaten Pesisir Selatan Kecematan XI Tarusan, yang telah di jadikan destinasi utama sektor Pariwisata bahari dan dimasukkan kedalam rencana induk pengembangan wisata nasional. Kawasan Mandeh yang dijuluki sebagai The Pradise In The South. Memiliki luas ± 18.000 Ha. Jalan menuju ke wisata mandeh di kelilingi oleh bukit-bukit dan sering terjadinya keruntuhan di bagian bukit yang terlalu terjal maka dari itu di lakukan penelitian dalam bentuk irregular sampel batuan di ambil berdasarkan semua batuan penyusun lereng kawasan mandeh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis sifat fisik dan nilai massa batuan penyusun lereng kawasan mandeh dan Menganalisis kestabilan lereng batuan dengan metode Slope Mass Rating. Hasil dari nilai massa batuan dengan Rock Mass Rating adalah batuan sangat baik dengan bobot total 87 dan kestabilan lereng dengan Slope Mass Rating bobot 73 Dan kondisi lereng stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di provinsi Sumatra Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng Lubang Bukaan THC 03 yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Slope Mass Rating diketahui bahwa kondisi lereng stabil dengan bobot total 70,5 berada pada kelas II. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 3,714, Dan tipe kelongsoran berupa blok. hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan secara rutin terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Slope Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng penambangan dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 80˚. Dimana ditemukan fenomena longsoran, kemudian terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tipe longsoran yang terdapat pada lereng. Menjelaskan cara perhitungan tingkat kestabilan lereng dengan menggunakan metode Slope Mass Rating (SMR). Menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng tambang di daerah penelitian. Hasil analisis menyimpulkan bahwa hasil interpretasi tipe longsoran menggunakan bantuan software rockscience dips 6.0 diprediksi bahwa jenis longsor yang akan terjadi adalah longsoran baji. Kemudian perhitungan kelas massa lereng batuan dengan meggunakan metode slope mass rating adalah 74.5, bobot slope mass rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan software slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,784.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng jalan tambang dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 49˚. Banyaknya terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Selain itu faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui dan berdasarkan interview dengan KTT, beliau mengatakan bahwa lereng BMK 30 ini belum pernah dilakukan penelitian. Untuk itu dibutuhkan penelitian khusus terhadap lereng untuk meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di area penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan lereng metode Rock Mass Rating dan slope mass rating, serta mengetahui faktor keamanan dari lereng penambangan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik dengan bobot total 67. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perhitungan kelas massalereng batuan dengan meggunakan metode Slope Mass Rating adalah 74.5, bobot Slope Mass Rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,759 dengan menggunakan metode bishop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dari observasi lapangan ditemukan adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng tambang yang mengontrol terjadinya longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelas massa batuan dengan menggunakan metode rock mass rating, menganalisisi kelas massa batuan dengan menggunakan metode slope mass rating dan menghitung faktor keamanan dari lereng. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan rock mass rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batulanau dengan bobot total 62 dan untuk batubara kondisi batuan sedang dengan bobot total 44. Untuk analisis slope mass rating diketahui bahwa kondisi lereng stabil untuk batulanau dengan bobot total 69,5 berada pada kelas II sedangkan batubara diketahui bahwa kondisi lereng normal dengan bobot total 51,5 berada pada kelas III. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode spencer dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 4,014, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan pemantauan rutin terhadap lereng terutama pada musim penghujan.