ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng penambangan dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 80˚. Dimana ditemukan fenomena longsoran, kemudian terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tipe longsoran yang terdapat pada lereng. Menjelaskan cara perhitungan tingkat kestabilan lereng dengan menggunakan metode Slope Mass Rating (SMR). Menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng tambang di daerah penelitian. Hasil analisis menyimpulkan bahwa hasil interpretasi tipe longsoran menggunakan bantuan software rockscience dips 6.0 diprediksi bahwa jenis longsor yang akan terjadi adalah longsoran baji. Kemudian perhitungan kelas massa lereng batuan dengan meggunakan metode slope mass rating adalah 74.5, bobot slope mass rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan software slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,784.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatera Pasific merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Kenagarian Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 88o, terdapat kekar dan longsoran kecil disekitar lereng dimana aktivitas tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng, seperti. Menentukan bobot massa batuan menggunakan Rock mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Slope Mass Rating (Romana, 1985), Menentukan FK lereng aktual dan menentukan kemiringan ideal yang sesuai dengan Kepmen 555K pasal 241 tahun 1995. Standar nilai faktor keamanan menurut Bowles ditetapkan ≥ 1,25 (stabil).. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian ulang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di Zona 1 memiliki nilai Rock Mass Rating 75, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 350 kN/m2, sudut geser dalam 40o. dan nilai Slope Mass Rating 76, berada di kelas II, keadaan stabil. Dan untuk analisis kestabilan pada Slide V.6.0 menggunakan Janbu diperoleh FK 5,052 dan analisis menggunakan Bishop diperoleh FK 3,622. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 88o menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil, maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri kemiringan lereng. Kalaupun dilakukan bisa dengan memperkecil tinggi dan sudut kemiringan lereng.