Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: RMR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Keamanan Lereng pada Tambang Terbuka di PT. Bintang Sumatera Pasific dengan Menggunakan Rock Mass Rating dan Metode Bishop

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan salah satu perusahan tambang yang melakukan kegiatan penambangan di kenagarian manggilang, kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Komuditas bahan galian berupa andesit dengan luas izin usaha penambangan ( IUP) 6 Ha. Mulai berproduksi pada maret 2016, dengan menerapkan system penambangan terbuka (surface mining ) yaitu suatu kegiatan pengalian bahan galian dimana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar. Pada zona 1 memiliki kemiringan lereng yang curam yaitu sebesar 86º, dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal(extremely steep) dan memiliki ketinggian sebesar 42 meter. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kestabilan lereng pada zona 1 PT. Bintang Sumatera Pasific, Hal ini merupakan permasalahan yang penting karena ini menyangkut masalah keselamatan pekerja dan peralatan serta bangunan yang ada pada lereng tersebut, pekerjaan dengan metode tambang terbuka sering di temukan lereng yang tidak stabil dan dapat menggangu kegiatan produksi yang berakibat tidak tecapainya target produksi yang direncanakan. kestabilan pada lereng ini menggunakan perhitungan menggunakan Rock Mass Rating yang diusulkan oleh Bieniawski (1989)dan Metode Bishop yang di perkenalkan oleh A.W. Bishop yang mana di pakai untuk menganalisis permukaan gelincir (slip surface).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Terowongan dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Finite Element) di Terowongan THC-01 dan THC-02 Tambang Batubara CV. Tahiti Coal Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating Pada Lereng Zona 1 Tambang Andesit PT. Bintang Sumatera Pasific Kab. Lima Puluh Kota

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. Bintang Sumatera Pasific merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Kenagarian Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 88o, terdapat kekar dan longsoran kecil disekitar lereng dimana aktivitas tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng, seperti. Menentukan bobot massa batuan menggunakan Rock mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Slope Mass Rating (Romana, 1985), Menentukan FK lereng aktual dan menentukan kemiringan ideal yang sesuai dengan Kepmen 555K pasal 241 tahun 1995. Standar nilai faktor keamanan menurut Bowles ditetapkan ≥ 1,25 (stabil).. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian ulang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di Zona 1 memiliki nilai Rock Mass Rating 75, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 350 kN/m2, sudut geser dalam 40o. dan nilai Slope Mass Rating 76, berada di kelas II, keadaan stabil. Dan untuk analisis kestabilan pada Slide V.6.0 menggunakan Janbu diperoleh FK 5,052 dan analisis menggunakan Bishop diperoleh FK 3,622. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 88o menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil, maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri kemiringan lereng. Kalaupun dilakukan bisa dengan memperkecil tinggi dan sudut kemiringan lereng.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Massa Batuan dan Analisis Kestabilan Lereng pada High Wall PT. Atoz Nusantara Mining, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis kestabilan lereng sangat diperlukan, karena lereng yang tidak stabil sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya untuk mengetahui stabilitas lereng adalah mengetahui faktor keamanan dari lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan lereng aktual serta perancangan geometri lereng ideal pada high wall PT. Atoz Nusantara Mining. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengkarakteristikan masa batuan menggunakan RMR serta perancangan lereng dengan metode Simplified Bishop dan metode Janbu. Dari hasil pengolahan data diketahui faktor keamanan lereng aktual adalah 0,8 dengan metode Simplified Bishop serta 0,786 dengan metode Janbu. Sedangkan perencanagan geometri lereng ideal yang direkomendasikan dengan tinggi lereng tunggal 10 m, lebar bench 7 m, dengan kemiringan lereng tunggal 30. Sehingga di dapat faktor keamanan 1,274 dengan metode Simplified Bishop dan 1, 187 dengan metode Janbu.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail