ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pebana Adi Sarana menargetkan operasi produksi perbulan sebesar 20,000 ton/bulan sedangkan produksi aktual hanya berkisar 15.000 ton/bulan yang artinya target produksi belum tercapai. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target operasi produksi dapat dikarenakan kinerja alat yang tidak efektif, Kinerja alat yang rendah menjadi salah satu hal yang menyebabkan tidak tercapainya produksi, sehingga perlu dikaji.Tujuan penelitian yang ingin dicapai menganalisis produktivitas aktual alat gali muat dan alat angkut setelah perbaikan dan melakukan analisis perbaikan dengan menggunakan metode quality Control Circle (QCC). Data yang diambil untuk penelitian berupa data Cycle time Excavator dan dump truck, waktu kerja efektif, spesifikasi alat. Produktivitas aktual alat gali muat dan alat angkut pada PT. Pebana Adi Sarana untuk dump truck sebesar 19.146 ton/bulan. truk adalah 16.351 ton/bulan sedangkan untuk dengan metode Quality Control Circle (QCC). perusahaan hanya perlu melakukan penganggakutan dengan jumlah alat yang dibutuhkan 3 unit dump truck Scania p380 dan 1 unit excavator komatsu PC 300 dengan didapatkan produksi sebesar 21.295 ton/bulan telah melebihi target produksi yang di tetapkan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan salah satu perusahan tambang yang melakukan kegiatan penambangan di kenagarian manggilang, kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Komuditas bahan galian berupa andesit dengan luas izin usaha penambangan ( IUP) 6 Ha. Mulai berproduksi pada maret 2016, dengan menerapkan system penambangan terbuka (surface mining ) yaitu suatu kegiatan pengalian bahan galian dimana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar. Pada zona 1 memiliki kemiringan lereng yang curam yaitu sebesar 86º, dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal(extremely steep) dan memiliki ketinggian sebesar 42 meter. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kestabilan lereng pada zona 1 PT. Bintang Sumatera Pasific, Hal ini merupakan permasalahan yang penting karena ini menyangkut masalah keselamatan pekerja dan peralatan serta bangunan yang ada pada lereng tersebut, pekerjaan dengan metode tambang terbuka sering di temukan lereng yang tidak stabil dan dapat menggangu kegiatan produksi yang berakibat tidak tecapainya target produksi yang direncanakan. kestabilan pada lereng ini menggunakan perhitungan menggunakan Rock Mass Rating yang diusulkan oleh Bieniawski (1989)dan Metode Bishop yang di perkenalkan oleh A.W. Bishop yang mana di pakai untuk menganalisis permukaan gelincir (slip surface).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Ansar Terang Crushindo merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penambangan batu andesit dengan total jumlah cadangan (in-situ reserves) dalam batas luasan 25 Ha adalah 3.500.000 ton mempunyai areal operasi produksi seluas 25 Ha dengan usia tambang selama 15 tahun, dimana usia tambang tersebut dibagi menjadi 3 tahapan diantaranya tahun pertama dan kedua untuk tahap pembebasan lahan dan pembangunan, tahun ke-3 sampai ke-14 memasuki tahap produksi dan pada tahun ke-15 dilakukan pasca tambang (reklamasi). Adapun target produksi perusahaan yang telah dirancang yaitu sebesar 240.000 ton/tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan Investasi di PT. Ansar Terang Crushindo apakah tambang ini layak untuk dilanjutkan kembali atau dihentikan saja. Dari hasil pengolahan data komponen biaya yang dihitung untuk melakukan analisis kelayakan investasi dapat dilakukan dengan mengunakan beberapa metoda. PT. Ansar Terang Crushindo dengan komoditi batu andesit menggunakan discounted cash flow sebagai metoda analisisnya. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh cash out flow sebesar Rp. 224.539.048.500 dengan rincian yaitu biaya konstruksi seesar Rp. 19.750.850.000. Biaya Produksi sebesar Rp. 199.381.110.000. Biaya pasca tambang sebesar Rp. 5.407.088.500.-. Cash in flow sebesar Rp. 369.866.856.336,-. Investasi PT. Ansar Terang Crushindo mempunyai nilai NPV Rp. 16.169.241.885,-Payback Period 5 tahun 6 bulan, IRR 19.807%, PI 3.9537. Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa, tambang andesit PT. Ansar Terang Crushindo ekonomis dan layak untuk dilanjutkan proses penambanganya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perhitungan sumberdaya berperan penting untuk menentukan besaran cadangan serta menentukan jumlah, kualitas dan kemudahan dalam eksplorasi secara komersial dari suatu endapan. Sebab hasil dari perhitungan sumberdaya dapat dilanjutkan pada perhitungan cadangan yang baik nantinya untuk dapat menentukan investasi yang akan ditanam oleh investor, penentuan sasaran produksi, cara penambangan yang akan dilakukan bahkan dalam memperkirakan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam melaksanakan usaha penambangannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan besaran sumberdaya terunjuk andesit dengan metode cross section dan kontur di Blok I PT. Atoz Nusantara Mining Pesisir Selatan/Sumatera Barat.
Pengolahan data dikerjakan dengan bantuan sofware tambang dalam pembuatan kontur, sayatan hingga pada perhitungan. Penentuan batas penelitian didasarkan pada keterdapatan singkapan terluar.
Hasil penelitian telah dilakukan dengan metode cross section yaitu membuat garis sayatan yang memotong lapisan tanah penutup, kemudian dihitung luas masing-masing sayatan dan akhirnya dapat ditentukan volume dengan menggunakan jarak antar sayatan mendapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar 9.079.700 ton dan dengan metode kontur yaitu memanfaatkan tiap kontur untuk menghitung luas dan volume area tiap interval kontur didapatkan besaran sumberdaya terunjuk andesit sebesar sebesar 8.435.602,5 ton dengan dengan total volume OB sebesar 43.650 m³.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Koto Alam Sejahtera adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan andesit, berlokasi di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat Pengelolahan andesit dilakukan dengan batuan menggunakan alat mekanis seperti crusher (alat peremuk) guna pengelolahan dilakukan agar ukuran yang di hasilkan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Perlu dilakukan perhitungan secara tepat, agar kemampuan alat (crusher) dapat digunakan secara optimal serta mempunyai tingkat efisiensi yang tinggi. Perusahaan menargetkan produksi andesit 30.000 ton perbulan terdiri dari ukuran abu 1-2 cm, 2-3 cm, dan 3-4 cm, sedangkan produksi crusher di lapangan hanya 15.000 ton perbulan Kapasitas produksi crusher di lapangan adalah sebesar 26.996 Ton/bulan, setelah dilakukan perbaikan pada kinerja crusher, produksi aktual meningkat menjadi 38.138 Ton/bulan, sehingga pemenuhan target produksi 30.000 Ton/bulan tercapai. Produksi aktual belt conveyor di lapangan adalah 10.972 ton/bulan setelah dilakukan perbaikan pada kinerja belt conveyor, produksi aktual meningkat menjadi 12.842,2 ton/bulan, Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target produksi sebelum perbaikan adalah waktu kerja yang tidak efektif disebabkan oleh hambatan material pada alat crusher seperti bongkahan andesit yang terlalu besar, dipengaruhi oleh cuaca, pengalaman dan skill dari operator serta adanya waktu standby yang disebabkan oleh waktu perbaikan alat.