ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Pengembangan Investasi Riau merupakan salah satu perusahaan tambang dengan menggunakan metode tambang terbuka (open pit). Lereng tambang dapat menimbulkan masalah kestabilan lereng berupa longsor dan gangguan operasional kegiatan penambangan. Kajian geoteknik menjadi salah satu hal yang penting dalam dunia perlerengan terutama lereng yang ada pada tambang. Kajian ini dapat menetukan aman atau tidaknya suatu lereng dengan mengetahui tekanan dan kekuatan dari material pembentuk lereng, dan data pendukung lainnya. Menganalisa faktor keamanan lereng setelah nilai bobot isi, sudut geser dalam, dan kohesi didapatkan dari pengolahan data dengan mengacu pada SNI 1964, 1966, dan 1967 serta 2008. Berdasarkan pengujian sampel di laboratorium didapatkan nilai bobot isi 15,092 KN/m3, S2 18,36 KN/m3, S3 18,856 KN/m3. Nilai sudut geser dalam S1 53,3, S2 40,75, S3 70,49. Nilai kohesi S1 9,1, S2 9,40, S3 8,93. Nilai Faktor Keamanan lereng di pit PT. Pengembangan Investasi Riau yang dianalisis menggunakan software Rocscience Slide V6.0 diperoleh sebesar 2,4 dengan metode Bishop. Artinya lereng berada dalam kondisi stabil (≥1,5) untuk lereng batuan (Hoek, 2002).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pacific adalah salah satu perusahaan tambang batuan andesit yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena rata-rata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. PT. Bintang Sumatra Pacific memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 14,24 KN/m3 dan lereng timbunan 16,32 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software slide v 6.0 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,732 dan 0,698 untuk lereng timbunan didapatkan FK 0,724 dan 0,696 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,346 dan lereng timbunan 0,532. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Putra Idola memiliki masalah pada lereng karena pada lereng tersebut telah terjadi kelongsoran dengan panjang kelongsoran 13 m, tinggi lereng CV. Putra Idola mencapai 24 meter dan belum diketahuinya faktor keamanan pada lereng tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai bobot isi, sudut geser dalam, kohesi dan faktor keamanan lereng dengan metode bishop dan fellenius pada lereng CV. Putra Idola. Setelah dilakukan analisa maka diperoleh hasil Nilai bobot isi tanah penyusun lereng adalah sebesar 1,843 gr/cm3 atau sebesar 18,076 kN/m3, nilai kohesi sebesar 30,120531 kN/m3 dan sudut geser dalam sebesar 52º. Semakin besar nilai bobot isi material maka faktor keamanannya semakin kecil dan semakin kecil nilai bobot isi maka maka faktor keamanannya menjadi semakin besar sedangkan semakin besar nilai kohesi dan sudut geser dalam suatu material, maka semakin besar kekuatan geser material tersebut untuk menahan longsor. Sebaliknya semakin kecil nilai kohesi dan sudut geser dalam maka semakin kecil pula kekuatan geser material untuk menahan longsoran dan faktor keamanan lereng menggunakan metode metode Bishop adalah sebesar 0,595 dan faktor keamanan lereng berdasarkan metode Fellenius adalah sebesar 0,559. Menurut Bowles, (1989) jika faktor keamaanan FK1,07 lereng dinyatakan labil atau tidak aman dan longsor sering terjadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pasific merupakan salah satu perusahan tambang yang melakukan kegiatan penambangan di kenagarian manggilang, kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Komuditas bahan galian berupa andesit dengan luas izin usaha penambangan ( IUP) 6 Ha. Mulai berproduksi pada maret 2016, dengan menerapkan system penambangan terbuka (surface mining ) yaitu suatu kegiatan pengalian bahan galian dimana para pekerja berhubungan langsung dengan udara luar. Pada zona 1 memiliki kemiringan lereng yang curam yaitu sebesar 86º, dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal(extremely steep) dan memiliki ketinggian sebesar 42 meter. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kestabilan lereng pada zona 1 PT. Bintang Sumatera Pasific, Hal ini merupakan permasalahan yang penting karena ini menyangkut masalah keselamatan pekerja dan peralatan serta bangunan yang ada pada lereng tersebut, pekerjaan dengan metode tambang terbuka sering di temukan lereng yang tidak stabil dan dapat menggangu kegiatan produksi yang berakibat tidak tecapainya target produksi yang direncanakan. kestabilan pada lereng ini menggunakan perhitungan menggunakan Rock Mass Rating yang diusulkan oleh Bieniawski (1989)dan Metode Bishop yang di perkenalkan oleh A.W. Bishop yang mana di pakai untuk menganalisis permukaan gelincir (slip surface).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di provinsi Sumatra Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng Lubang Bukaan THC 03 yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Slope Mass Rating diketahui bahwa kondisi lereng stabil dengan bobot total 70,5 berada pada kelas II. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 3,714, Dan tipe kelongsoran berupa blok. hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan secara rutin terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Slope Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng penambangan dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 80˚. Dimana ditemukan fenomena longsoran, kemudian terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tipe longsoran yang terdapat pada lereng. Menjelaskan cara perhitungan tingkat kestabilan lereng dengan menggunakan metode Slope Mass Rating (SMR). Menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng tambang di daerah penelitian. Hasil analisis menyimpulkan bahwa hasil interpretasi tipe longsoran menggunakan bantuan software rockscience dips 6.0 diprediksi bahwa jenis longsor yang akan terjadi adalah longsoran baji. Kemudian perhitungan kelas massa lereng batuan dengan meggunakan metode slope mass rating adalah 74.5, bobot slope mass rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan software slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,784.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Air Mata Emas merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng lubang bukaan tambang yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batu pasir dengan bobot total 62. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode bishop simplified dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 6,109, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan dan peninjauan secara rutin dan berkala terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Rock Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana (CV. BMK) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha pertambangan batubara di Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. CV. BMK melakukan penambangan dengan metode tambang bawah tanah (underground mine). akibat pola penggalian dari aktivitas penambangan menghasilkan lereng-lereng penambangan baik secara alamiah maupun buatan. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan diketahui pada beberapa titik lokasi penambangan Pit BMK-35 sering terjadi lonsoran kecil dan batuan menggantung yang disebabkan banyaknya bidang diskontinu serta kondisi lereng yang terlalu curam dengan kemiringan lereng > 800 dan ketinggian lereng mencapai 20 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai kuat tekan batuan penusun lereng dengan pengujian Block Punch Index (BPI), menganalisis kelas massa batuan serta tingkat kestabilan lereng dengan metode Slope Mass Rating (SMR) serta mengetahui faktor keamanan lereng menggunakan software Rocscience Slide V6.0.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapat nilai kuat tekan batuan dengan pengujian BPI untuk batupasir rata-rata sebesar 0,319 MPa dan untuk batulanau rata-rata 0,402 MPa, sedangkan nilai UCS yang diperoleh menggunakan nilai BPI diperoleh untuk batupasir rata-rata 1,756 MPa dan untuk batulanau rata-rata 2,208 MPa. Nilai UCS yang didapatkan digunakan untuk menentukan kelas massa batuan dengan metode SMR, diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori jelek (poor) dengan bobot total sebesar 31, jenis longsoran yang terjadi berupa longsoran baji, sesuai dengan hasil analisis streografis menggunakan software Rocscience Dips V7.0 dimana terdapat dua bidang diskontinuitas yang saling berpotongan. Faktor keamanan lereng Pit BMK-35 diperoleh sebesar 4,897 dengan metode Janbu, menurut Hoek (2002) untuk lereng batuan jika FK >1,5 artinya lereng berada dalam kondisi stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng jalan tambang dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 49˚. Banyaknya terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Selain itu faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui dan berdasarkan interview dengan KTT, beliau mengatakan bahwa lereng BMK 30 ini belum pernah dilakukan penelitian. Untuk itu dibutuhkan penelitian khusus terhadap lereng untuk meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di area penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan lereng metode Rock Mass Rating dan slope mass rating, serta mengetahui faktor keamanan dari lereng penambangan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik dengan bobot total 67. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perhitungan kelas massalereng batuan dengan meggunakan metode Slope Mass Rating adalah 74.5, bobot Slope Mass Rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,759 dengan menggunakan metode bishop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Atika Tunggal Mandiri merupakan perusahaan tambang batu andesit swasta yang beroperasi di nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat dengan luas Izin Usaham Produksi ± 100 Ha. Penelitian ini akan menghasilkan rancangan awal desain pit dengan geometri lereng dan jalan yang disesuaikan dengan spesifikasi alat gali, muat dan angkut yang digunakan, serta menghitung Nisbah Break Even Stripping Ratio. Dari hasil pengolahan data didapatkan rancangan awal desain pit penambangan dengan tinggi lereng 5 meter, sudut kemiringan lereng 60˚, sistem penyaliran menggunakan modifikasi penyaliran alami dengan bentuk terowongan, area disposal menggunakan valley crest atau crest dump dan akan ditambang hingga elevasi 198 meter. Lebar jalan lurus 8,4875 meter, lebar jalan pada tikungan 9,523 meter, kemiringan jalan 8-10˚, super elevasi pada tikungan 10-15˚ dan bentuk jalan tambang adalah spiral. Hasil Nisbah Break Even Stripping Ratio adalah 8.345,9526
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara yang berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa masalah yaitu adanya longsoran dan terdapatnya rekahan-rekahan pada lereng tambang terbuka pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelas massa batuan Rock Mass Ratingdan menentukan faktor keamanan dari lereng pit Central PT. Allied Indo Coal Jaya. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating didapatkan informasi kondisi batuan di lokasi penelitian tergolong batuan sedang untuk batulanau dengan bobot total 60 termasuk kelas batuan III. Dilakukan analisis faktor keamanan dengan bantuan software slide V 6.0 menggunakan metode bishop simplified didapatkan nilai faktor keamanan 1,141, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Surya Global Makmur merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yangmenggunkan sistem tambang terbuka dengan open-cut backfilling. PT Surya Global Makmur juga memiliki masalah pada lereng karena pada lereng tersebut sering terjadi reruntuhan kecil, tinggi lereng PT Surya Global Makmur mencapai 24 meter dan belum diketahuinya faktor keamanan pada lereng tersebut. Analisis kestabilan lereng dengan menggunakan metode Morgenstern-Price karena metode ini sangat cocok digunakan untuk lereng yang terbentuk dari tanah atau batuan yang lunak salah satunya lereng PT Surya Global Makmur. Adapun standar nilai faktor keamanan ditetapkan ≥ 1.3( KEPMEN, No 1827 K/30/MEM/ 2018). Dalam menganalisis kestabilan lereng tidak lepas dari material properties tanah yaitu berupa cohesi, sudut geser dalam dan berat isi tanah. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka dilakukan perbaikan dengan mungubah tinggi dan kemiringan lereng. Hasil analisi menyimpulkan bahwa lereng di PT Surya Global Makmur memiliki material Top Soil, Lempung, Batupasir dan Batubara. Tinggi lereng PT Surya Global Makmur memiliki ketinggian (per bench) 3,2 sampai 6,6 meter dan ketinggian seluruhnya 25,8 meter dengan kemiringannya (per slope) 22° sampai 51° dan kemiringan rata-rata seluruhnya 44,4°. Untuk nilai material properties cohesi, sudut geser dalam dan berat isi tanah yaitu Top Soil 01 c = 0.12 kN/m2, ϕ = 3.05°, γ = 15.97 kN/m3. Lempung 02 c = 0.12 kN/m2, ϕ = 2.94°, γ = 17.24 kN/m3. Batu Pasir 03 c = 0.13 kN/m2, ϕ = 3.01°, γ = 18.03 kN/m3. Lempung 04 c = 0.11 kN/m2, ϕ = 3.42°, γ = 17.77 kN/m3. Nilai faktor keamanan dengan menggunakan metode Morgenstern-price =0.32 dan Rocscience Slide = 0.062.Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≤ 1.3 maka lereng tersebut dapat dinyatakan tidak stabil pada lapisan lempung slope ke tiga. Adapun perbaikan yang dapat dilakukan dengan merubah kemiringan lereng 49° maka diperoleh paktor keamanan 1.6 ≥ 1.3 maka lereng tersebut dapat dikatakan aman atau stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana adalah salah satu perusahaan tambang bawah tanah batubara yang berada di Kabupaten Sawahlunto Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena ratarata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 50,99 KN/m3 dan lereng timbunan 37,27 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software geostudio 2012 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,135 dan 0,138 untuk lereng timbunan didapatkan FK 1,443 dan 1,417 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,475 dan lereng timbunan 2,9. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatera Pasific merupakan salah satu perusahaan tambang andesit yang melakukan kegiatan penambangan di Kenagarian Mangilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 88o, terdapat kekar dan longsoran kecil disekitar lereng dimana aktivitas tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng perlu dilakukan dengan tujuan mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng, seperti. Menentukan bobot massa batuan menggunakan Rock mass Rating (Bieniawski, 1989) dan Slope Mass Rating (Romana, 1985), Menentukan FK lereng aktual dan menentukan kemiringan ideal yang sesuai dengan Kepmen 555K pasal 241 tahun 1995. Standar nilai faktor keamanan menurut Bowles ditetapkan ≥ 1,25 (stabil).. Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian ulang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di Zona 1 memiliki nilai Rock Mass Rating 75, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 350 kN/m2, sudut geser dalam 40o. dan nilai Slope Mass Rating 76, berada di kelas II, keadaan stabil. Dan untuk analisis kestabilan pada Slide V.6.0 menggunakan Janbu diperoleh FK 5,052 dan analisis menggunakan Bishop diperoleh FK 3,622. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 88o menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil, maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri kemiringan lereng. Kalaupun dilakukan bisa dengan memperkecil tinggi dan sudut kemiringan lereng.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Nusa Alam Lestari merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan, diketahui bahwa adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng lubang bukaan tambang yang dapat memicu kelongsoran. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batulanau dengan bobot total 62. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode bishop simplified dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 6.109, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan agar dilakukannya pemetaan dan peninjauan secara rutin dan berkala terhadap kehadiran kekar yang terdapat pada lereng tambang untuk memperoleh nilai Rock Mass Rating yang akurat dan tetap dilakukan monitoring untuk mengetahui pergerakan lerengnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Seluma Prima Coal merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan khususnya batubara. PT. Seluma Prima Coal berlokasi di Desa Rangkiling, Kecamatan Mandiangan, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Dalam proses penambanganya PT ini menggunakan metode open pit sehingga menyebabkan terbentuknya lereng lereng yang cukup tinggi. Lereng yang cukup tinggi tentunya bisa saja membahayakan para pekerja apabila keamanan lereng tidak terperhatikan dengan baik. Secara umum, Lereng yang ada terbagi menjadi dua bagian yaitu lereng highwall dan lereng lowwall. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keamanan lereng highwall dan lowwall yang ada di pit b PT. SPC. Jenis penelitian ini yaitu penelitian terapan. Setelah melakukan analisis untuk lereng higwall dan lereng lowwall yang ada di pit B PT. Seluma Prima Coal diperoleh nilai faktor keamanan sebesar 0,097 untuk lereng highwall dan 0,085 untuk lereng lowwall. Sementara untuk keseluruhan lereng diperoleh nilai faktor keamanan yaitu sebesar 0,082. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan lereng highwall dan lowwall PT. Seluma Prima Coal berada dalam keadaan tidak aman karena faktor keamana lereng lebih kecil dari 1.Tentunya diperlukannya evaluasi dan perbaikan oleh pihak pengelola perusahaan untuk menghindari hal yang tidak dinnginkan terjadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Allied Indo Coal Jaya merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan untuk mendapatkan batubara di Provinsi Sumatera Barat. Setelah dari observasi lapangan ditemukan adanya rekahan-rakahan di sekitar lereng tambang yang mengontrol terjadinya longsor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelas massa batuan dengan menggunakan metode rock mass rating, menganalisisi kelas massa batuan dengan menggunakan metode slope mass rating dan menghitung faktor keamanan dari lereng. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan rock mass rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik untuk batulanau dengan bobot total 62 dan untuk batubara kondisi batuan sedang dengan bobot total 44. Untuk analisis slope mass rating diketahui bahwa kondisi lereng stabil untuk batulanau dengan bobot total 69,5 berada pada kelas II sedangkan batubara diketahui bahwa kondisi lereng normal dengan bobot total 51,5 berada pada kelas III. Setelah dilakukan analisis faktor keamanan menggunakan metode spencer dengan bantuan software slide v.6.0 nilai faktor keamanan 4,014, hal ini mengindikasikan bahwa lokasi tersebut dalam keadaan stabil. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis menyarankan pemantauan rutin terhadap lereng terutama pada musim penghujan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lereng merupakan kondisi topografi yang banyak ditemukan di pekerjaan kontruksi sipil, lereng bisa terbentuk secara alami atau buatan manusia dengan beberapa tujuan. Analisis kestabilan lereng mempunyai peran penting untuk perencanaan kontrkusi sipil. Penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di lapangan, yaitu ditemukan kelongsoran dilereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Lereng yang terlalu curam dengan kemiringan 〖45〗^° dan ketinggian mencapai 65 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kelas massa batuan RMR (rock mass rating) di pit B dan juga menentukan faktor keamanan dari lereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Metode pada penelitian ini adalah untuk menentukan faktor keamanan dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan metode Janbu dan metode Bishop. Analisis dari faktor keamanan dibantu oleh program slide 6.0 Hasil dari penelitian adalah kelas massa batuan menurut RMR (rock mass rating) diperoleh tergolong kelas III (sedang) dengan bobot 51. Untuk faktor keamanan lereng di pit B dengan metode janbu di ketahui FK = 2.180 dan dengan metode bishop di ketahui = 2.093.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana adalah perusahaan tambang yang menerapkan sistem tambang bawah tanah. Lubang bukaan BMK 17 merupakan salah satu lubang tambang yang terdapat di area penambangan CV. Bara Mitra Kencana dimana lubang bukaan BMK 17 dikelilingi oleh lereng. Lereng terbentuk pada saat penggalian untuk pembuatan terowongan. Kemiringan lereng 79˚, terdapat kekar, jenis batuan penyusun lereng yang berbeda beda, terdapat longsoran kecil di sekitar lereng dan aktivitas operasional tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng diperlukan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng menggunakan metode Hoek and Bray dan metode Janbu Simplified. Standar nilai faktor keamanan ditetapkan ≥ 1,25 (Joseph E. Bowles, 2000). Dalam menganalisis kestabilan lereng tidak terlepas dari massa batuan itu sendiri sebagai data masukan untuk menentukan nilai faktor keamanan maka kualitas massa batuan menggunakan metode Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989). Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian mengenai kemiringan lereng yang ideal mengingat kemiringan saat ini cukup terjal. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di sekitar lubang bukaan BMK 17 yang terdiri dari batupasir dan batu lanau memiliki nilai RMR 65, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 300-400 kPa, sudut geser dalam 35˚-45˚. Nilai faktor keamanan yang diperoleh menurut metode Hoek and Bray Tan θ/F = 2,67 danF = 2,67 dan C/F = 2,67 danɣ.H.F = 2,76, dan untuk metode Janbu Simflified 3,527. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 79˚, menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri ulang kemiringan lereng.