Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Janbu
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Lereng Tambang Menggunakan Metode Janbu dan Hoek & Bray pada THC 04 CV. Tahiti Coal Sawahlunto

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada area THC 04 CV. Tahiti Coal terdapat sebuah lereng yang berada disebelah jalan tambang dan dekat dengan terowongan memiliki sudut kemiringan sebesar 86˚ dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal (extremely steep), kemudian banyaknya terdapat kekar di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Pada tanggal 20 Desember 2021 terjadi longsoran pada lereng tersebut sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan hauling batubara dan hal ini juga bisa membahayakan pekerja yang berada pada area penambangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelas massa batuan berdasarkan metode slope mass rating, nilai tingkat kestabilan lereng penambangan berdasarkan metode Hoek and Bray dan menggunakan metode janbu pada software slide V.6.0 pada lereng penambangan CV. Tahiti Coal. Dari hasil pengolahan dan analisa data diperoleh kelas massa lereng batuan dengan meggunakan metode slope mass rating adalah 59, masuk kedalam batuan kelas III dimana deskripsi massa batuan dikatakan sedang dengan kondisi lereng stabil sebagian dan diprediksi dengan longsoran terdapat beberapa kekar dengan banyak baji faktor keamanan lereng menggunakan metode Hoek and Bray adalah sebesar 0,61 sedangkan menggunakan software slide V.6.0 menggunakan metode janbu bdiperoleh nilai faktor keamanan lereng pada CV. Tahiti Coal adalah 0.916. Berdasarkan ketentuan menurut bowles lereng dikatakan labil jika FK1.07 dan angka yang didapatkan dari hasil pengolahan dapat dikatakan labil dan sering terjadi longsoran maka perlu dilakukan pengurangan ketinggian pada lereng dengan cara memotong bagian atas lereng dan lakukan pemantauan pergerakan kekar.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakteristik Massa Batuan dan Analisis Kestabilan Lereng pada High Wall PT. Atoz Nusantara Mining, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Analisis kestabilan lereng sangat diperlukan, karena lereng yang tidak stabil sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu upaya untuk mengetahui stabilitas lereng adalah mengetahui faktor keamanan dari lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor keamanan lereng aktual serta perancangan geometri lereng ideal pada high wall PT. Atoz Nusantara Mining. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengkarakteristikan masa batuan menggunakan RMR serta perancangan lereng dengan metode Simplified Bishop dan metode Janbu. Dari hasil pengolahan data diketahui faktor keamanan lereng aktual adalah 0,8 dengan metode Simplified Bishop serta 0,786 dengan metode Janbu. Sedangkan perencanagan geometri lereng ideal yang direkomendasikan dengan tinggi lereng tunggal 10 m, lebar bench 7 m, dengan kemiringan lereng tunggal 30. Sehingga di dapat faktor keamanan 1,274 dengan metode Simplified Bishop dan 1, 187 dengan metode Janbu.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Lereng PIT B pada Tambang Batubara PT. Miyor Pratama Coal di Desa Kumanis Atas Perambahan Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lereng merupakan kondisi topografi yang banyak ditemukan di pekerjaan kontruksi sipil, lereng bisa terbentuk secara alami atau buatan manusia dengan beberapa tujuan. Analisis kestabilan lereng mempunyai peran penting untuk perencanaan kontrkusi sipil. Penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di lapangan, yaitu ditemukan kelongsoran dilereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Lereng yang terlalu curam dengan kemiringan 〖45〗^° dan ketinggian mencapai 65 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kelas massa batuan RMR (rock mass rating) di pit B dan juga menentukan faktor keamanan dari lereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Metode pada penelitian ini adalah untuk menentukan faktor keamanan dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan metode Janbu dan metode Bishop. Analisis dari faktor keamanan dibantu oleh program slide 6.0 Hasil dari penelitian adalah kelas massa batuan menurut RMR (rock mass rating) diperoleh tergolong kelas III (sedang) dengan bobot 51. Untuk faktor keamanan lereng di pit B dengan metode janbu di ketahui FK = 2.180 dan dengan metode bishop di ketahui = 2.093.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Lereng Berdasarkan Kualitas Massa Batuan Rock Mass Rating (RMR) di Sekitar Lubang Bukaan BMK 17 Tambang Batubara CV. Bara Mitra Kencana Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

CV. Bara Mitra Kencana adalah perusahaan tambang yang menerapkan sistem tambang bawah tanah. Lubang bukaan BMK 17 merupakan salah satu lubang tambang yang terdapat di area penambangan CV. Bara Mitra Kencana dimana lubang bukaan BMK 17 dikelilingi oleh lereng. Lereng terbentuk pada saat penggalian untuk pembuatan terowongan. Kemiringan lereng 79˚, terdapat kekar, jenis batuan penyusun lereng yang berbeda beda, terdapat longsoran kecil di sekitar lereng dan aktivitas operasional tambang sangat dekat jaraknya dengan lereng. Analisis kestabilan lereng diperlukan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dari lereng menggunakan metode Hoek and Bray dan metode Janbu Simplified. Standar nilai faktor keamanan ditetapkan ≥ 1,25 (Joseph E. Bowles, 2000). Dalam menganalisis kestabilan lereng tidak terlepas dari massa batuan itu sendiri sebagai data masukan untuk menentukan nilai faktor keamanan maka kualitas massa batuan menggunakan metode Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989). Apabila lereng dalam keadaan tidak stabil maka perlu dilakukan pengkajian mengenai kemiringan lereng yang ideal mengingat kemiringan saat ini cukup terjal. Hasil analisis menyimpulkan bahwa lereng di sekitar lubang bukaan BMK 17 yang terdiri dari batupasir dan batu lanau memiliki nilai RMR 65, berada di kelas II, dengan kualitas batuan baik, kohesi 300-400 kPa, sudut geser dalam 35˚-45˚. Nilai faktor keamanan yang diperoleh menurut metode Hoek and Bray Tan θ/F = 2,67 danF = 2,67 dan C/F = 2,67 danɣ.H.F = 2,76, dan untuk metode Janbu Simflified 3,527. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor keamanan ≥ 1,25 maka lereng dinyatakan aman atau stabil. Sedangkan untuk kemiringan lereng ideal dimana kemiringan lereng saat ini 79˚, menunjukkan bahwa lereng masih dalam keadaan stabil maka tidak perlu dilakukan perubahan geometri ulang kemiringan lereng.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail