ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam dunia Pertambangan batuan dibagi beberapa jenis, salah satunya batuan pyroklastik dengan contoh batuan diantaranya yaitu batuan tuff. Batuan tuff tersebut memiliki sifat fisik dan mekanik, sifat mekanik contohnya yaitu nilai kuat tekan, nilai kuat geser, nilai kuat geser bisa didapatkan melalui pengujian langsung. Faktor yang mempengaruhi pengujian kuat geser yaitu tinggi speciment batuan, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh tinggi speciment terhadap nilai kuat geser batuan tuff. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis nilai pergeseran (P’) dan tegangan geser (τ) batuan tuff, menganalisis perubahan nilai τ dan tegangan normal (σn), menganalisis nilai kohesi (©)dan sudut geser dalam (ϕ) dengan variasi tinggi speciment batuan tuff, dan menganalisis pengaruh hasil uji kuat geser terhadap faktor keamanan (FK). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang bersifat eksperimen atau uji coba langsung dengan melakukan pengujian menggunakan alat kuat geser (Shear box test), Batuan yang diuji merupakan batuan tuff yang diambil dari lapangan di Desa Sibolangit, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara dalam bentuk core dan bongkah. Kemudian melakukan pengkoringan di laboratorium. Hasil dari coring batuan tuff dibentuk silinder dengan ukuran L/D sebesar 1.3, 1.5, dan 2.0, dengan beban normal 2 kg/cm2, 4 kg/cm2 dan 6 kg/cm2 menunjukkan nilai yang tidak berbanding lurus terhadap pergeseran (P’) dan τ. Pada nilai τ dan σn peak pada tiap variasi speciment batuan tuff dapat dikatakan berbanding lurus, semakin tinggi beban normal yang diberikan maka nilai τ juga akan meningkat. Namun semakin besar beban normal yang diberikan terhadap setiap variasi tinggi terkecuali tinggi speciment L/D=2,0. maka nilai τ semakin kecil. Nilai © berpengaruh pada tiap variasi tinggi speciment, nilai © perubahan atau yaitu sebesar 1032.8 kPa - 758.4 kPa, pengaruh © terhadap ukuran tinggi speciment menunjukan nilai yang tidak beraturan dengan rentang perubahan nilai © tidak melebihi 274,4 kPa (Peak) dan 408,53 kPa (Residu). Nilai ϕ berpengaruh terhadap variasi speciment batuan, pengaruh ϕ terhadap tinggi speciment peak dan residu menunjukan nilai yang acak dengan rentang perubahan nilai ϕ tidak melebihi 7o. Nilai uji kuat geser (peak & residu) pada Faktor keamanan (FK)lereng menunnjukkan nilai yang aman pada kemiringan lereng sebesar 400 dengan nilai FK peak yaitu 24,16 sedangkan nilai FK residu yaitu 8,34.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Bintang Sumatra Pacific adalah salah satu perusahaan tambang batuan andesit yang berada di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena rata-rata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. PT. Bintang Sumatra Pacific memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 14,24 KN/m3 dan lereng timbunan 16,32 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software slide v 6.0 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,732 dan 0,698 untuk lereng timbunan didapatkan FK 0,724 dan 0,696 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,346 dan lereng timbunan 0,532. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Putra Idola memiliki masalah pada lereng karena pada lereng tersebut telah terjadi kelongsoran dengan panjang kelongsoran 13 m, tinggi lereng CV. Putra Idola mencapai 24 meter dan belum diketahuinya faktor keamanan pada lereng tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai bobot isi, sudut geser dalam, kohesi dan faktor keamanan lereng dengan metode bishop dan fellenius pada lereng CV. Putra Idola. Setelah dilakukan analisa maka diperoleh hasil Nilai bobot isi tanah penyusun lereng adalah sebesar 1,843 gr/cm3 atau sebesar 18,076 kN/m3, nilai kohesi sebesar 30,120531 kN/m3 dan sudut geser dalam sebesar 52º. Semakin besar nilai bobot isi material maka faktor keamanannya semakin kecil dan semakin kecil nilai bobot isi maka maka faktor keamanannya menjadi semakin besar sedangkan semakin besar nilai kohesi dan sudut geser dalam suatu material, maka semakin besar kekuatan geser material tersebut untuk menahan longsor. Sebaliknya semakin kecil nilai kohesi dan sudut geser dalam maka semakin kecil pula kekuatan geser material untuk menahan longsoran dan faktor keamanan lereng menggunakan metode metode Bishop adalah sebesar 0,595 dan faktor keamanan lereng berdasarkan metode Fellenius adalah sebesar 0,559. Menurut Bowles, (1989) jika faktor keamaanan FK1,07 lereng dinyatakan labil atau tidak aman dan longsor sering terjadi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada area THC 04 CV. Tahiti Coal terdapat sebuah lereng yang berada disebelah jalan tambang dan dekat dengan terowongan memiliki sudut kemiringan sebesar 86˚ dimana berdasarkan klasifikasi lereng menurut Van Zuidam, 1985 lereng dengan kemiringan >55˚ dikategorikan terjal (extremely steep), kemudian banyaknya terdapat kekar di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Pada tanggal 20 Desember 2021 terjadi longsoran pada lereng tersebut sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan hauling batubara dan hal ini juga bisa membahayakan pekerja yang berada pada area penambangan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kelas massa batuan berdasarkan metode slope mass rating, nilai tingkat kestabilan lereng penambangan berdasarkan metode Hoek and Bray dan menggunakan metode janbu pada software slide V.6.0 pada lereng penambangan CV. Tahiti Coal. Dari hasil pengolahan dan analisa data diperoleh kelas massa lereng batuan dengan meggunakan metode slope mass rating adalah 59, masuk kedalam batuan kelas III dimana deskripsi massa batuan dikatakan sedang dengan kondisi lereng stabil sebagian dan diprediksi dengan longsoran terdapat beberapa kekar dengan banyak baji faktor keamanan lereng menggunakan metode Hoek and Bray adalah sebesar 0,61 sedangkan menggunakan software slide V.6.0 menggunakan metode janbu bdiperoleh nilai faktor keamanan lereng pada CV. Tahiti Coal adalah 0.916. Berdasarkan ketentuan menurut bowles lereng dikatakan labil jika FK1.07 dan angka yang didapatkan dari hasil pengolahan dapat dikatakan labil dan sering terjadi longsoran maka perlu dilakukan pengurangan ketinggian pada lereng dengan cara memotong bagian atas lereng dan lakukan pemantauan pergerakan kekar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan penambangan batubara di Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. Penelitian berfokus pada analisis kestabilan lereng jalan tambang dimana keadaan lereng yang terbentuk saat ini memiliki kemiringan 49˚. Banyaknya terdapat rekahan-rekahan di sekitar lereng memberikan dugaan awal bahwa lereng tersebut berpotensi terjadi longsor. Selain itu faktor keamanan dari lereng ini juga belum pernah diketahui dan berdasarkan interview dengan KTT, beliau mengatakan bahwa lereng BMK 30 ini belum pernah dilakukan penelitian. Untuk itu dibutuhkan penelitian khusus terhadap lereng untuk meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi di area penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tingkat kestabilan lereng metode Rock Mass Rating dan slope mass rating, serta mengetahui faktor keamanan dari lereng penambangan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan metode Rock Mass Rating diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori baik dengan bobot total 67. Hasil analisis menyimpulkan bahwa perhitungan kelas massalereng batuan dengan meggunakan metode Slope Mass Rating adalah 74.5, bobot Slope Mass Rating masuk kedalam batuan kelas II dengan deskripsi massa batuan dikatakan baik dan kondisi lereng stabil. Serta analisis faktor keamanan menggunakan bantuan Software Slide V.6.0 memperoleh nilai faktor keamanan 2,759 dengan menggunakan metode bishop.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daerah Penelitian (PT. AICJ) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mandapatkan stand-up time dan factor keamanan terowongan tambang bawah tanah di lubang tambang 01 PT. AICJ. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya runtuhan yang terjadi karena adanya rekahan-rekahan disekitar dinding terowongan hal ini disebabkan oleh aktivitas penambangan dan akan menyebabkan terjadinya runtuhan terhadap batuan, sehingga proses penambangan akan terganggu dan produktivitas batubara akan berkurang. Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium UCS batubara diperoleh nilai 2,631 Mpa, batulanau 1,649Mpa dan batupasir 2,869Mpa. Hasil nilai rata-rata RQD untuk batubara sebesar 99,16% dan batulanau 98,54%. Dari hasil pnelitian yang sudah dilakukan didapatkan nilaiRock Massa Rating batubara dengan nilai 65 dengan stand-up time selama 10.000 jam/416,6 jam dengan span 3 m dan untuk Batulanau dengan nilai 58 dengan stand-up time selama 1500 jam / 62,5 jm dengan span 6 m. Dari hasil yang sudah didapatkan bahwa nilai faktor keamanan (strength factor) lubang tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya termasuk dalam kategori aman yang memiliki nilai rata-rata 3,65.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Tahiti Coal merupakan perusahaan swasta tambang batubara bawah tanah yang berada di Kota Sawahlunto. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kestabilan terowongan dan displacement. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode Finite Element (elemen hingga) yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil RMR berdasarkan parameter di atas menjelaskan, batupasir memiliki RMR 68, batulanau memiliki RMR 71, batubara THC-01 memiliki RMR 68 dan batubara THC-02 memiliki RMR 75. Analisis Faktor Keamanan THC-01 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 8,2 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -8,1 mm, vertical displacement maksimum sebesar 7,3 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -7,7 mm, FK sebesar 6.03 (setelah penyanggan) dan Analisis faktor keamanan THC-02 didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 7,8 mm sedangkan untuk horizontal displacement minimum sebesar -7,3 mm, vertical displacement maksimum sebesar 6,7 mm sedangkan vertical displacement minimum sebesar -8,2 mm FK sebesar 6.96 (setelah penyanggaan). Hasil FK masuk dalam kategori stabil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. AICJ terletak di kecamatan talawi, kota sawahlunto, provinsi sumatera barat. Masalah yang sering terjadi pada tambang bawah tanah adalah terjadi amrukan pada lubang tambang salah satu faktor terdapatnya rekahan dan adanya jatuhan batuan dari atap terowongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan uji laboratorium dengan tujuan menganalisis stand-up time dan faktor keamanan lubang tambang. Metode yang dipakai dalam pengolahan data yaitu klasifikasi massa batuan dari Bieniawski 1989 yaitu Rock Mass Rating (RMR) yang terdiri dari 5 parameter utama dan 1 parameter pengontrol. Finite elemen diketahui dengan menggunakan perangkat lunak phase 2 yang terdiri dari Displacement horizontal, displacement vertical, total displacement, dan strength factor. Dari Hasil analisis stand-up time didapatkan jarak antara penyangga, dan lamanya batuan bertahan. Batubara dengan RMR 61, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 1500 jam atau 3 bulan dengan span 8 m. Batupasir memiliki RMR 64, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m. Setelah di olah menggunakan sotware phase 2 maka dapat disimpulkan bahwa standup time selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m, serta nilai faktor keamanan sebesar 1,04 dapat dikategorikan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana adalah salah satu perusahaan tambang bawah tanah batubara yang berada di Kabupaten Sawahlunto Sumatera Barat yang termasuk daerah dataran tinggi dimana lereng pada lokasi penambangan termasuk rawan longsor karena ratarata memiliki kemiringan lereng yang agak curam. CV. Bara Mitra Kencana memiliki 2 jenis lereng yaitu lereng timbunan (Disposal Area) dan lereng alami. Kedua lereng ini belum diketahui faktor keamanannya serta belum adanya pengujian sampel tanah untuk mengetahui nilai bobot isi tanah (γ) lereng alami dan lereng timbunan, serta faktor keamanan lereng alami dan lereng timbunan. Pengujian sampel tanah dilakukan di laboratorium dengan 3 pengujian, yaitu pengujian bobot isi tanah, liquid limit, plastis limit. Berdasarkan pengujian laboratorium didapatkan nilai bobot isi tanah untuk lereng alami 50,99 KN/m3 dan lereng timbunan 37,27 KN/m3. Pengolahan data menggunakan software geostudio 2012 dengan metode bishop dan fellenius di dapatkan FK untuk lereng alami 0,135 dan 0,138 untuk lereng timbunan didapatkan FK 1,443 dan 1,417 sedangkan perhitungan menggunakan metode pias didapatkan hasil FK untuk lereng alami 0,475 dan lereng timbunan 2,9. Berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa lereng alami tidak aman dan untuk lereng timbunan nyatakan aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lereng merupakan kondisi topografi yang banyak ditemukan di pekerjaan kontruksi sipil, lereng bisa terbentuk secara alami atau buatan manusia dengan beberapa tujuan. Analisis kestabilan lereng mempunyai peran penting untuk perencanaan kontrkusi sipil. Penulis menemukan beberapa masalah yang terjadi di lapangan, yaitu ditemukan kelongsoran dilereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Lereng yang terlalu curam dengan kemiringan 〖45〗^° dan ketinggian mencapai 65 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan kelas massa batuan RMR (rock mass rating) di pit B dan juga menentukan faktor keamanan dari lereng pit B PT. Miyor Pratama Coal. Metode pada penelitian ini adalah untuk menentukan faktor keamanan dengan menggunakan dua metode, yaitu dengan metode Janbu dan metode Bishop. Analisis dari faktor keamanan dibantu oleh program slide 6.0 Hasil dari penelitian adalah kelas massa batuan menurut RMR (rock mass rating) diperoleh tergolong kelas III (sedang) dengan bobot 51. Untuk faktor keamanan lereng di pit B dengan metode janbu di ketahui FK = 2.180 dan dengan metode bishop di ketahui = 2.093.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT. Dasrat Sarana Arang Sejati, merupakan salah satu Perusahaan Tambang Batubara bawah Tanah (underground mining) yang berlokasi di Desa Parambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.Pada kegiatan tambang bawah tanah di PT. Dasrat Sarana Arang Sejati khususnya untuk lubang maju terdapatnya ambrukan material dan penyangga yang patah akibat tekanan batuan dari atas, samping, kiri dan kanan. Dalam penelitian ini dilakukan kajian teknis sistim penyanggaan kayu menggunakan rumus protodykanop dengan perbandingan beban maksimum dibagi dengan total beban di atas penyangga. Hasil perhitungan didapatlah beban maksimal sebesar 20,8075 ton, jarak rata-rata 1,6 meter total beban di atas peyangga 1,4 (FK> 1). Berdasar hasil analisis tersebut penyangga dapat dikatakan aman.Jarak antar penyangga di lubang maju sebaiknya disamakan, jalur maju antara 1-2 meter dan mengunakan kelas kayu II. Penyangga yang baik untuk lubang maju sebaiknya menggunakan kayu kelas II dan jarak antar penyangga 1 meter agar penyangga aman, dikarenakan semangkin dekat jarak antar penyangga maka nilai faktor keamanannya semangkin besar. Selanjutnya dilakukan perbaikan pada setiap penyangga untuk meminilisir terjadinya insiden pada lubang maju
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Daerah penelitian (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis stand up time dan faktor keamanan lubang tambang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode numerik yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil analisis stand-up time berdasarkan parameter di atas dengan menggunakan grafik, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga. Batubara memiliki RMR 55, setelah dilakukan plot pada grafik stand-up time, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 700 jam atau 4 minggu lebih 1 jam dengan span 6,2 m. Batulanau memiliki RMR 67, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 6500 jam atau 9 bulan dengan span 8,4 m. Analisis faktor keamanan didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 4,4 mm sedangkan untuk displacement minimum sebesar -5,0 mm, vertical displacement maksimum sebesar 4,2 mm sedangkan displacement untuk minimum sebesar -4,2 mm dan untuk total displacement sebesar 6,4 mm. Berdasarkan pengolahan data menggunakan software Phase2 didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,30 yang masuk dalam kategori aman.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Guguk Tinggi Coal adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan lokasi penambangan berada di Desa Salak, Kecematan Sijiantang Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat. Kegiatan penambangan batubara PT. Guguk Tinggi Coal melakukan beberapa rangkaian kegiatan diawali dengan pengupasan tanah pucuk (top soil), pembongkaran tanah penutup (overburden), dan kegiatan penggalian (extraction) batubara. Pada rangkaian kegiatan tersebut akan terbentuk lereng-lereng (slope) yang menunjang kegiatan aktifitas penambangan, di PT. Guguk Tinggi Coal terdapat deformasi struktur yang cukup besar seperti temukan patahan, lipatan, dan kekar. Deformasi struktur ini harus dipantau untuk menjaga kestabilan lereng pada tambang terbuka. Selain itu perusahaan juga belum melakukan pengukuran kelas massa batuan dan faktor keamanan pada lereng tambang terbuka. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan pendekataan klasifikasi massa batuan (Rock Mass Rating) dimana terdiri dari beberapa parameter. Parameter-parameter tersebut adalah Uniaxial Compressive Strength (UCS) melalui pengujian point load index, Rock Quality Designation (RQD) melalui scanline sepanjang 10 m, Jarak antar spasi kekar (Spacing of discontinuities), Kondisi kekar (Condition of discontinuities), Kondisi air tanah (Groundwater conditions) dan Orientasi kekar. Diperoleh kelas massa batuan berdasarkan klasifikasi Bieniawski 1989, tergolong batuan baik dengan bobot 65 yaitu terletak pada range 80-61, dengan material penyusun ialah batulanau (siltstone). Berdasarkan perhitungan dan analisis tentang kestabilan lereng menggunakan data seperti sudut geser dalam, kohesi, bobot isi batuan, ketinggian dan kemiringan lereng, menunjukan nilai faktor keamanan ialah F= 5,9 dan F= 6,87, nilai tersebut tergolong aman, dengan safety factor F>1,25.