BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
PT. Ansar Terang Crushindo untuk mengatasi dampak kebisingan di area crushing, di mana batu andesit diproses dengan menggunakan mesin crusher. Aktivitas ini menghasilkan kebisingan yang melebihi batas standar, dengan tingkat kebisingan mencapai 93 dBA hingga 98 dBA pada jarak 5 meter dari mesin, sementara batas aman menurut SNI 7570:2010 adalah 85 dBA. Masalah utama yang diidentifikasi meliputi keluhan pendengaran pekerja, tingkat kebisingan yang tinggi, dan ketidakpatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD).Metode penelitian ini dengan cara mencari tingkat kebisingan mesin crusher, dan hasil wawancara secara langsung dengan pekerja crusher. Tujuan penelitian adalah untuk Menganalisis jarak aman tingkat kebisingan di area crushing, Melakukan pemetaan penyebaran tingkat kebisingan di area crushing dan menganalisupaya pengendalian tingkat kebisingan di area crushing. Penelitian ini menunjukkan bahwa jarak aman bagi para pekerja adalah berjarak 15 meter dari crusher. Pemetaan kebisingan menunjukkan variasi tingkat kebisingan di berbagai titik, dengan area dekat crusher mencapai tingkat tertinggi. Untuk mengurangi dampak kebisingan, disarankan penerapan langkah-langkah pengendalian seperti penggunaan ear plug atau ear muff, pemasangan silencer, peninjauan desain dan layout, serta pemeliharaan rutin alat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
CV. Bara Mitra Kencana (CV. BMK) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha pertambangan batubara di Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat. CV. BMK melakukan penambangan dengan metode tambang bawah tanah (underground mine). akibat pola penggalian dari aktivitas penambangan menghasilkan lereng-lereng penambangan baik secara alamiah maupun buatan. Setelah dilakukan pengamatan dilapangan diketahui pada beberapa titik lokasi penambangan Pit BMK-35 sering terjadi lonsoran kecil dan batuan menggantung yang disebabkan banyaknya bidang diskontinu serta kondisi lereng yang terlalu curam dengan kemiringan lereng > 800 dan ketinggian lereng mencapai 20 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis nilai kuat tekan batuan penusun lereng dengan pengujian Block Punch Index (BPI), menganalisis kelas massa batuan serta tingkat kestabilan lereng dengan metode Slope Mass Rating (SMR) serta mengetahui faktor keamanan lereng menggunakan software Rocscience Slide V6.0.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapat nilai kuat tekan batuan dengan pengujian BPI untuk batupasir rata-rata sebesar 0,319 MPa dan untuk batulanau rata-rata 0,402 MPa, sedangkan nilai UCS yang diperoleh menggunakan nilai BPI diperoleh untuk batupasir rata-rata 1,756 MPa dan untuk batulanau rata-rata 2,208 MPa. Nilai UCS yang didapatkan digunakan untuk menentukan kelas massa batuan dengan metode SMR, diketahui kondisi batuan dilokasi penelitian dalam kategori jelek (poor) dengan bobot total sebesar 31, jenis longsoran yang terjadi berupa longsoran baji, sesuai dengan hasil analisis streografis menggunakan software Rocscience Dips V7.0 dimana terdapat dua bidang diskontinuitas yang saling berpotongan. Faktor keamanan lereng Pit BMK-35 diperoleh sebesar 4,897 dengan metode Janbu, menurut Hoek (2002) untuk lereng batuan jika FK >1,5 artinya lereng berada dalam kondisi stabil.