Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Stand-up time
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kestabilan Terowongan Tambang Bawah Tanah Di Lubang Tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya, Kota Sawahlunto

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah Penelitian (PT. AICJ) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mandapatkan stand-up time dan factor keamanan terowongan tambang bawah tanah di lubang tambang 01 PT. AICJ. Permasalahan yang terjadi di lapangan adanya runtuhan yang terjadi karena adanya rekahan-rekahan disekitar dinding terowongan hal ini disebabkan oleh aktivitas penambangan dan akan menyebabkan terjadinya runtuhan terhadap batuan, sehingga proses penambangan akan terganggu dan produktivitas batubara akan berkurang. Hasil pengujian yang dilakukan di laboratorium UCS batubara diperoleh nilai 2,631 Mpa, batulanau 1,649Mpa dan batupasir 2,869Mpa. Hasil nilai rata-rata RQD untuk batubara sebesar 99,16% dan batulanau 98,54%. Dari hasil pnelitian yang sudah dilakukan didapatkan nilaiRock Massa Rating batubara dengan nilai 65 dengan stand-up time selama 10.000 jam/416,6 jam dengan span 3 m dan untuk Batulanau dengan nilai 58 dengan stand-up time selama 1500 jam / 62,5 jm dengan span 6 m. Dari hasil yang sudah didapatkan bahwa nilai faktor keamanan (strength factor) lubang tambang 01 PT.Allied Indo Coal Jaya termasuk dalam kategori aman yang memiliki nilai rata-rata 3,65.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Stand-Up Time Menggunakan Metode Rock Mass Rating Pada Lubang Tambang PT. Allied Indo Coal Jaya Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PT. AICJ terletak di kecamatan talawi, kota sawahlunto, provinsi sumatera barat. Masalah yang sering terjadi pada tambang bawah tanah adalah terjadi amrukan pada lubang tambang salah satu faktor terdapatnya rekahan dan adanya jatuhan batuan dari atap terowongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan dan uji laboratorium dengan tujuan menganalisis stand-up time dan faktor keamanan lubang tambang. Metode yang dipakai dalam pengolahan data yaitu klasifikasi massa batuan dari Bieniawski 1989 yaitu Rock Mass Rating (RMR) yang terdiri dari 5 parameter utama dan 1 parameter pengontrol. Finite elemen diketahui dengan menggunakan perangkat lunak phase 2 yang terdiri dari Displacement horizontal, displacement vertical, total displacement, dan strength factor. Dari Hasil analisis stand-up time didapatkan jarak antara penyangga, dan lamanya batuan bertahan. Batubara dengan RMR 61, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 1500 jam atau 3 bulan dengan span 8 m. Batupasir memiliki RMR 64, setelah di plot pada grafik stand-up time didapatkan waktu bertahan terowongan selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m. Setelah di olah menggunakan sotware phase 2 maka dapat disimpulkan bahwa standup time selama 2400 jam atau 7 bulan dengan span 8,4 m, serta nilai faktor keamanan sebesar 1,04 dapat dikategorikan aman.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Stand-Up Time Menggunakan Metode Rock Mass Rating dan Faktor Keamanan Menggunakan Metode Finite Element di Lubang Tambang CV. Bara Mitra Kencana 14 Sawahlunto

2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (CV. BMK) berada di Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis stand up time dan faktor keamanan lubang tambang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1989) yaitu Rock Mass Rating System (RMR) yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), rock quality designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi kekar dan metode numerik yang terdiri dari displacement horizontal, displacement vertikal, total displacement, dan strength factor. Hasil analisis stand-up time berdasarkan parameter di atas dengan menggunakan grafik, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga. Batubara memiliki RMR 55, setelah dilakukan plot pada grafik stand-up time, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 700 jam atau 4 minggu lebih 1 jam dengan span 6,2 m. Batulanau memiliki RMR 67, didapatkan waktu bertahan terowongan selama 6500 jam atau 9 bulan dengan span 8,4 m. Analisis faktor keamanan didapatkan nilai dari horizontal displacement maksimum sebesar 4,4 mm sedangkan untuk displacement minimum sebesar -5,0 mm, vertical displacement maksimum sebesar 4,2 mm sedangkan displacement untuk minimum sebesar -4,2 mm dan untuk total displacement sebesar 6,4 mm. Berdasarkan pengolahan data menggunakan software Phase2 didapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,30 yang masuk dalam kategori aman.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Kuat Tekan Batuan terhadap Stand-up Time Lubang Tambang Bawah Tanah C1-G PT. NAL Sawahlunto Sumatera Barat

2017•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daerah penelitian (PT. NAL) berada di Desa Salak, Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kuat tekan batuan dan stand-up time yang diperlukan dalam perencanaan penggalian dan pemasangan penyangga pada lubang tambang bawah tanah PT. NAL.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi lapangan dan pengujian di laboratorium. Metode penyelesaian masalah dalam penelitian ini berdasarkan klasifikasi massa batuan dari Bieniawski (1973) yaitu Rock Mass Rating System atau RMR yang terdiri dari kuat tekan batuan utuh (UCS), jarak diskontinuitas, Rock Quality Designation (RQD), kondisi kekar, kondisi air tanah serta orientasi diskontinuitas. Hasil analisa sifat uji kuat tekan batuan utuh, terlihat bahwa batuan penyusun lubang penambangan mempunyai nilai UCS sebesar 8.835 Mpa (weak) untuk batupasir, 13.367 Mpa (weak) untuk batulanau dan sebesar 4.620 Mpa (very weak) untuk batubara. Berdasarkan uji sifat fisik, diketahui bahwa masing-masing batuan memiliki nilai porositas rendah. Analisa geomekanik memberikan nilai pembobotan Rock Mass Rating (RMR) dengan kualitas massa batuan kelas II (good rock) untuk ketiga jenis massa batuan. Analisa menggunakan grafik stand-up time, didapatkan lamanya batuan dapat menahan tekanan dirinya sendiri tanpa adanya penyangga (stand-up time) untuk batupasir sebesar ±2500 jam (3 bulan 12 hari) dengan span 8 m, batulanau ±2000 jam (2 bulan 21 hari) dengan span 8 m dan batubara ±5000 jam (6 bulan 27 hari) dengan span 6.8 m. Berdasarkan table GSR dari Bieniawski, penggalian yang direkomendasikan yaitu penggalian full face 1-1.5 m dengan complete support 20 m from face untuk kelas massa batuan II (good rock).

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail