Abstrak
PT. Nusa Alam Lestari adalah perusahaan tambang yang bergerak dalam produksi batubara bawah tanah yang terletak di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat. Pada kegiatan penambangan bawah tanah sistem ventilasi merupakan hal yang penting, karena tambang bawah tanah berbeda dengan tambang terbuka yang keberadaan udaranya terbatas. Tujuan dalam penelitian ini menganalisis tentang konsentrasi gas CH4, O2, CO, H2S dan konsentrasi debu pada lubang C2 A PT. Nusa Alam Lestari. Pengukuran kandungan gas menggunakan alat Multi Gas Detector dan untuk konsentrasi debu menggunakan alat Mini Particle Counter. Berdasarkan hasil pengolahan data di lubang C2 A, untuk kandungan konsentrasi gas pada pintu masuk, percabangan, dan lubang produksi untuk kandungan nilai gas O2 berkisar dari 20,2 % sampai dengan 20,9%, dan untuk nilai konsentrasi gas CH4, CO, H2S tidak ada atau 0 %. Dimana kandungan gas dalam keadaan normal atau tidak melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan, yang mana diatur menurut Kepmen dan SDM Nomor 1827 K/30/MEM 2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik. Dan untuk konsentrasi debu di PT. Nusa Alam Lestari belum melebihi nilai ambang batas dan dalam keadaan baik yaitu berkisar dari 0.43 sampai dengan 1,09 mg/m3. Untuk konsentrasi debu diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 13 / MEN / X/ 2011Tentang Nilai Ambang Batas Kadar Debu tidak boleh melebihi 3,0 mg/m3. Untuk menjaga konsentrasi kandungan gas dan konsentrasi debu disarankan kepada perusahaan untuk terus melakukan pengontrolan dan pencegahan tersebut secara rutin.